//
you're reading...
novel

Edensor


Saya agak tergelitik ketika saya membaca sekilas novel karya ketiga dari empat novel seri laskar pelangi oleh Andrea Hirata ini. Novel ini mengingatkan saya kepada masa lalu sewaktu saya sedang kuliah di negeri Paman Sam. Cerita novel ini yang ringan dan lucu, tetapi memberikan perenungan telah mengembalikan kepada nostalgia saya di masa yang lalu.

Novel Edensor menceritakan petualangan si penulis dalam rangka menemukan jati diri dan cintanya dengan melakukan petualangan keliling eropa sebagai “backpacker”. Menurut penulis menjadi turis backpacker sangat seru karena tidak dibatasi oleh rute-rute wisatawan tertentu maupun jadwal travel yang sudah memiliki jadwal ketat dan terbatas. Sebagai backpacker kita mempunyai kesempatan untuk melakukan eksplorasi semau dan semampu kita, karena biasanya dengan uang yang pas-pasan, Seorang backpacker mem butuhkan kreativitas ketika uangnya cekak misalnya mengamen dengan menyanyi atau memainkan alat musik, menari, bahkan beraksi menjadi patung. Makan, minum dan menginapnya juga sembarangan, seperti di stasiun kereta, terminal bus, emperan toko, maupun masjid dan gereja tergantung keadaan. Justru dengan gaya hidup yang seperti itu petualangan malah berbuah pembelajaran. Si Andrea ketemu banyak backpacker dari berbagai Negara yang sudah malang melintang, bertemu dengan segala macam orang dari berbagai macam latar belakang dan budaya Negara-neraga yang disinggahi, bahkan ketemu dengan orang Indonesia yang sudah lama tinggal di eropa timur dan menjadi pest exterminator. Petualangan ini juga bertujuan untuk mencari cinta yang sudah lama hilang yang hanya bisa ditemui nama kekasihnya melalui search engine di internet. Cinta juga membuat mental penulis menjadi kuat karena dengannya si penulis bisa mensinggahi 31 negara sampai ke Afrika! Dengan bekal yang luar biasa pas-pasan! Memang tidak biasa jiwa muda sang penulis yang mempunyai mental Seorang backpacker kawakan walaupun sebenarnya mental penulis ini ciut pada awalnya.

Bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang membuat saya berpikir ternyata begitu banyak hal yang dapat dipelajari dari orang-orang tersebut, dan tidak hanya menjadi katak dalam tempurung yang terbelenggu dengan peringai kita sendiri. Ternyata orang-orang asing yang ditemui lebih peduli kepada orang lain bahkan kepada bangsa kita dibandingkan dengan orang-orang bangsa sendiri. Tentunya tidak harus melalui petualangan yang ekstrim seperti yang dilakukan oleh Andrea dan saudaranya itu.

Si penulis juga menceritakan bagaimana dedikasinya dalam menyelesaikan studinya karena saudaranya terserang penyakit asma yang disebabkan oleh alergi udara dingin sehingga harus dikirim pulang ke tanah air dan harus menunggu musim panas berikutnya untuk dapat menyelesaikan studinya. Ditambah dengan sang dosen pembimbing yang merupakan pakar di bidang ekonomi telekomunikasi yang akan pensiun dan kembali ke negaranya di Inggris sedangkan sang penulis tinggal di Paris di Universitas Sorbone. Sungguh berat perjuangan penulis untuk dapat membagi keseimbangan antara belajar di kampus dan belajar di kehidupan nyata.

Mungkin bekal petualangan yang tidak harus ekstrim dan pengalaman belajar seperti itu menjadikan rekan-rekan yang bersekolah di luar negeri memiliki nilai tambah, karena bisa melihat dunia dan kehidupan dengan berkelana dibandingkan dengan kita yang sehari-hari menghadapi kerutinan yang sangat membosankan yaitu kantor, pekerjaan rutin, dan lingkungan yang homogen tidak banyak berubah, dan doktrin-doktrin kuno di sekitar kita yang memarjinalkan keberadaan kita. Wallahu’alam bi shawab

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 293 pengikut lainnya.