//
you're reading...
Pasar Modal

Pembentukan Porfolio Optimal & Perbandingan Portfolio Saham LQ 45 dan non LQ 45 di Bursa Efek Jakarta

Ditulis oleh: M.T. Ferdy Reza

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kecenderungan Investor dalam menginvestasikan dananya pada kelompok saham yang masuk dalam penghitung indeks LQ 45 dibanding kelompok saham non LQ 45, yang dicerminkan dari besarnya nilai kapitasasi pasar dan tingginya tingkat liquiditas kelompok saham tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membentuk portofolio optimal dan membandingkan portofolio saham LQ 45 dengan saham non LQ 45 pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Sampel penelitian ini adalah 22 saham LQ 45 dan 24 saham non LQ 45 yang pengambilannya dilakukan dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria saham-saham yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta mulai tahun 2002 sampai dengan 2006 dan memiliki rata-rata return bulanan lebih dari 1%. Metode yang digunakan sebagai alat analisis adalah metode Markowitz Diversification untuk membetuk portofolio optimal dari saham LQ 45 dan non LQ 45, yang selanjutnya diplotkan dalam efisien frontier untuk dicari kombinasi portofolio yang optimal.

Portofolio optimal yang terbentuk dari saham yang tergabung dalam indeks LQ 45 menghasilkan return sebesar 65,39%, standar deviasi 25,13%, beta 0,68, indeks Sharpe 2,22, indeks Treynor 80,50 dan indeks Jensen 60,19. Ada 10 saham terpilih dari 22 saham yang diajukan, yaitu: PT. Aneka Tambang, Tbk dengan bobot 4,97%, PT. Astra Agro Lestari, Tbk dengan bobot 22,77%, PT. Bakrie Sumatera Plantations, Tbk dengan bobot 9,07%, PT. Bank Danamon, Tbk dengan bobot 0,12%, PT. Ciputra Development, Tbk dengan bobot 0,43%, PT. Global Mediacom, Tbk dengan bobot 14,98%, PT. International Nickel Indonesia, Tbk dengan bobot 15,51%, PT. Sumalindo Lestari Jaya, Tbk dengan bobot 8,68%, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk dengan bobot 17,30%, dan PT. United Tractor, Tbk dengan bobot 6,16%.

Sementara portofolio optimal yang terbentuk dari saham non LQ 45 menghasilkan return sebesar 61,07%, standar deviasi 27,18%, beta 0,81, indeks Sharpe 1,89, indeks Treynor 63,61 dan indeks Jensen 56,79. Untuk kombinasi portofolio optimal non LQ 45, ada 12 saham terpilih, yaitu: PT. Indocement Tunggal, Tbk dengan bobot 6,52%, PT. Semen Gresik, Tbk dengan bobot 6,43%, PT. Duta Anggada, Tbk dengan bobot 7,41%, (4) PT. Jaya Real Property, Tbk dengan bobot 2,90%, PT. Summarecon Agung, Tbk dengan bobot 10,45%, PT. Cahaya Kalbar, Tbk dengan bobot 3,44%, PT. Unilever Indonesia, Tbk dengan bobot 0,78%, PT. Lippo Bank, Tbk dengan bobot 9,97%, PT. Bank NISP, Tbk dengan bobot 25,70%, PT. Buana Finance, Tbk dengan bobot 15,48%, PT. Petrosea, Tbk dengan bobot 10,76% dan PT. Hexindo Adiperkasa, Tbk dengan bobot 0,42%.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa portofolio LQ 45 memiliki kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan portofolio non LQ 45, yang didasarkan pada indikator return, standar deviasi, beta, indeks Sharpe, indeks Treynor, dan indeks Jensen. Hal itu juga didukung dengan hasil perhitungan portofolio optimal dengan menggunakan data tahunan yang menunjukkan bahwa secara rata-rata portofolio LQ 45 memiliki kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan portofolio non LQ 45, terutama jika dilihat dari return, indeks Sharpe, Treynor dan Jensen.

Dengan merujuk pada hasil penelitian ini, maka dalam melakukan investasi saham sebaiknya para investor tetap memprioritaskan saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ 45. Selain itu, dalam memilih saham-saham yang akan dibentuk dalam portofolio, hendaknya investor tidak hanya mendasarkan pada return historis, risiko sistematis, tetapi juga perlu mengkaji kondisi pasar dan prospek usaha masing-masing jenis industri.

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Satu Tanggapan to “Pembentukan Porfolio Optimal & Perbandingan Portfolio Saham LQ 45 dan non LQ 45 di Bursa Efek Jakarta”

  1. Kapan-kapan saya akan mencoba belajar saham

    Posted by Cara Membuat Facebook | September 6, 2010, 9:12 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.