//
you're reading...
Filosofi Ekonomi, renungan

"We Are Living To Learn and Eventually Choose A Path"

Assalamu’alaikum wr wb

Akhir-akhir ini terkadang saya terombang ambing oleh keadaan di sekitar karena semua orang merasa tidak nyaman sekarang. Rasa takut akan datangnya perubahan, perubahan yang menyebabkan hal-hal yang kita bisa nikmati sekarang bisa jadi akan hilang bersama perubahan tersebut.

Kata orang ekonomi dunia sedang sulit-sulitnya, kita harus lebih berahati-hati, padahal beberapa tahun yang lalu kita baru saja keluar dari krisis yang terjadi di Indonesia, baik krisis ekonomi, politik, maupun krisis karakter.

Saya pernah mendengar orang bijak kebetulan namanya Alan Greenspan, tahu siapa dia, Alan Greenspan adalah mantan Chairman Federal Reserve US. Beliau berbagi pengalaman dan cerita di buku autobiography-nya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Salah satu pengalaman beliau adalah ketika bertemu dengan mantan perdana menteri jepang yang bernama Kiichi Miyazawa. Dalam perbincangannya Alan Greenspan memberitahukan bahwa strategi pemerintah AS dalam menghadapi kehancuran pasar saham dan real estat di tahun 1990 yaitu dengan menjual aset-aset industri penyimpanan dan peminjaman yang gagal dengan diskon yang besar sehingga pasar real estat kembali likuid. Setelah mendengar ceramah Alan, Miyazawa tersenyum lembut sambil mengatakan dengan lembut,” Alan kamu sudah menganalisis masalah perbankan kami dengan cukup mendalam. Namun solusi yang engkau tawarkan bukan cara Jepang.” Membangkrutkan debitur nakal dan melikuidasi jaminan bank mereka harus dihindari, seperti halnya memecat orang. Orang jepang tunduk pada kaidah keberadaban yang membuat mereka menjauhi hal-hal yang mengakibatkan rasa malu.

Jepang dari tahun 1990 hingga tahun 2005 memiliki ekonomi yang stagnan dan tidak cepat pulih. Kekuatan ekonomi tidak kasatmata apa yang menahan Jepang? Ternyata Kekuatan itu bukan ekonomi, melainkan kebudayaan orang Jepang yang sengaja menerima stagnasi ekonomi yang sangat mahal guna menghindari rasa malu besar bagi berbagai perusahaan dan individu. Alan sendiri tidak bisa membayangkan kebijakan ekonomi AS mengikuti cara itu.

Anehnya rasa solidaritas kolektif yang sama kemungkinan besar akan menyelamatkan ekonomi Jepang dari persyaratan pembiayaan masa pensiun yang akan dihadapi hampir semua negara maju di tahun-tahun mendatang. Salah seorang pejabat tinggi Jepang yang ditanyai oleh Alan mengenai bagaimana bangsa Jepang akan menjalankan komitmennya terhadap para pensiunan Jepang di masa depan yang mungkin tidak akan bisa dipenuhi oleh pemerintah Jepang. Ia menjawab bahwa tunjangan akan dipotong dan melakukan hal itu bukan masalah, karena orang Jepang akan memandang perubahan itu sebagai kepentingan nasional, dan itu cukup.

Belajar dari salah satu contoh di atas bangsa kita memiliki kekuatannya sendiri, apakah dengan kebudayaan yang kita miliki kita akan dapat melalui krisis ekonomi global ini dengan lebih baik dibandingkan dengan negara lain?

Jawabannya bisa ya bisa tidak, tetapi yang pasti apakah masyarakat kita memiliki komitmen kebersamaan seperti bangsa Jepang? pragmatisme bangsa Amerika? atau liberalisasi seperti bangsa Australia, New Zealand? Nasionalisme yang tinggi seperti bangsa Eropa?

Hanya kita sendiri yang tahu, dan pada akhirnya kita sendiri akan memilih jalan yang akan kita tempuh dengan segala risiko yang harus kita terima. Pilihan itu tidaklah mudah namun waktu yang ada tidaklah banyak, maka selama waktu masih ada masih ada kesempatan bagi kita untuk belajar untuk memilih jalan yang lebih baik, siapa tahu?

wallahua’lam bishowab
ghifi.blogspot.com

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.