//
you're reading...
Uncategorized

Sukuk…, Apakah Dapat Menjadi Penyelamat Pembiayaan Defisit Neraca Perdagangan Pemerintah Indonesia?

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Sudah sering saya menulis, menyadur, menterjemahkan dan menafsirkan berbagai isu ekonomi yang sifatnya makro pada ekonomi konvensional. Sepertinya solusi yang diberikan oleh ekonomi konvensional lebih banyak menitikberatkan pada negara-negara dengan skala ekonomi yang besar seperti Amerika, China, dan Jepang, dan mungkin kurang peduli dengan negara-negara berkembang yang terkena imbas dari krisis yang disebabkan oleh negara-negara kaya.

Rasanya ingin juga membahas mengenai solusi dari Ekonomi Islam kepada ekonomi Indonesia, apalagi sekarang ini neraca perdagangan negara Indonesia mengalami defisit, dan karena risk premium (semacam tambahan return yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan risiko market pada negara tersebut) mengalami kenaikan secara tidak langsung karena risiko sistemik negara-negara maju juga mengalami kenaikan.

Solusi menggunakan pembiayaan surat utang konvensional seperti SUN dan SPBN sudah mulai dikurangi hingga 50% karena kondisi market yang sedang pesimis. Namun apabila melihat negara-negara yang mengalami surplus neraca perdagangan seperti Jepang, China, dan Negara-Negara Timur tengah alternatif pembiayaan yang dapat digunakan adalah melalui sukuk, yang dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai sertifikat pembiyaan dalam Islamic Finance mirip dengan obligasi (bond) dalam dunia konvensional.

Sebelum kita berbicara perbedaan antara pembiayaan melalui Sukuk dengan obligasi, kita bicarakan dahulu mengapa harus Sukuk? Sukuk sendiri merupakan instrumen pada pembiayaan berbasiskan syariah yang tidak menggunakan mekanisme suku bunga seperti obligasi (bond).

Sukuk berbeda dengan obligasi dimana selain tidak menggunakan suku bunga tetapi juga terdapat adanya underlying asset sebagai basis transaksinya. Sukuk juga harus tunduk (mengikuti compliance) pada aturan syariah dan menghindari transaksi yang haram, seperti perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis seperti minuman keras, sex, rokok, dan menghindari perusahaan yang memiliki bisnis maysir seperti judi, dan bisnis ribawi seperti perbankan.

Yang menarik dari instrumen sukuk ini seperti yang sudah disebutkan, adalah adanya underlying asset berarti sukuk juga hanya bisa digunakan untuk membiayai sektor riil dan tidak boleh digunakan untuk spekulasi (gharar) ataupun “gali lubang tutup lubang (membayar utang yang jatuh tempo)”.

Sektor riil yang dapat dibiayai juga termasuk sektor-sektor publik seperti pembangunan rumah sakit yang sebenarnya sudah pernah dilakukan di Qatar dan Malaysia.

Sukuk ini juga sifatnya likuid dan memiliki jatuh tempo. Pemerintah Indonesia berencana untuk mengeluarkan dua macam sukuk yaitu Sukuk Global untuk menarik dana-dana Petrol Dollar dari Timur Tengah terutamanya, dan Sukuk Ritel untuk memberikan alternatif kepada masyarakat yang ingin berinvestasi di pembiayaan syariah melihat pasar yang ada yakni 90% jumlah penduduk Indonesia adalah Muslim.

Peluang dari sukuk ini cukup besar, walaupun kondisi global masih diliputi resesi, akan tetapi negara-negara yang tidak mengalami resesi juga cukup banyak termasuk Negara Timur Tengah dan Negara-Negara Eropa yang memiliki ketertarikan untuk mendervisifikasi portfolio investasinya.

Penulis yakin bahwa Sukuk baik SBSN, Sukuk Global dan Sukuk Ritel memiliki potensi yang sangat besar sebagai alternatif pembiayaan neraca perdagangan pemerintah Indonesia. Ditambah lagi bahwa dengan Sukuk yang mengharuskan terdapat underlying asset, maka pembangunan dan proyek-proyek untuk kepentingan publik dan komersial dapat lebih berkembang yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja baru karena sektor riil akhirnya dapat bergulir.

wallahu’alam bi showab
ghifi.multiply.com

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.