Assalammu’alaikum wr wb
Pada hari sabtu yang cerah di bulan Januari sekitar dua hari sebelum Lunar New Year & The Year of Ox sedikit setelah jeda makan siang atau barangkali late lunch di lokasi cafe anomali, sebuah coffee shop yang sangat digemari professional muda karena atmospherenya yang unik dengan aroma bau kopi yang beraneka ragam walaupun sedikit susah untuk parkir di lokasi tersebut karena memang tempat tersebut tadinya tidak diperuntukkan untuk lokasi bisnis.
Akhirnya berkumpulah kami alumni Magister Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (Baca: MMUI). Memang rencana berkumpulnya rekan-rekan ini diarsiteki oleh salah satu senior kita Pak Sutrisno yang sudah cukup lama bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka yang sedang ramai diberitakan karena sahamnya akan diakuisisi oleh salah satu perusaan telekomunikasi dari timur tengah. Di luar kesibukannya sebagai seorang accountant, Beliau masih menyempatkan waktu dan sudah memulai dirinya menjadi seorang entrepeneurship yang bisa menjadi contoh temen-temen muda lainnya terutama yang alumni MMUI.
MMUI dikenal sebagai salah satu sekolah pendidikan management yang cukup elit di Indonesia. Program Pasca Sarjana yang diketuai oleh seorang tokoh konsultan marketing & management Dr. Rhenald Kasali. Di bawah kepemimpinannya MMUI telah banyak berubah dari yang dulunya fokus pada teori management menjadi sekolah management yang lebih praktis ditambah dengan banyak dosennya yang berasal dari praktisi dan dikombinasi oleh dosen akademisi. Memang mahasiswa MMUI ini berasal dari berbagai kalangan, seperti dari institusi BUMN, pemerintah, swasta nasional maupun swasta internasional, belum lagi para usahawan muda yang haus ilmu dan ingin mendapatkan ilmu management modern sehingga management perusahaannya bisa satu tahap lebih baik.
Rencana pertemuan kami nyaris tertunda karena ternyata banyak rekan-rekan tercinta yang ingin hadir, terhalang oleh banyaknya acara keluarga mengajukan waktu yang berbeda, tetap saja pertemuan ini bisa berlangsung. Walaupun banyak temen-temen berharap pertemuan seperti ini memang harus lebih sering untuk membicarakan hal-hal yang lebih produktif seperti bisnis bersama misalnya.
MMUI adalah sekolah management bukan sekolah bisnis, dan mahasiswanya kebanyakan berasal dari background karyawan perusahaan, sehingga tidak mudah untuk merubah mindset dari mentalitas sebagai seorang karyawan atau eksekutif suatu perusahaan menjadi seorang entrepreneur. Sekolah management tentunya belajar banyak mengenai teori dan kasus-kasus nyata yang terjadi di perusahaan, tidak ada metoda yang paling benar atau salah, semua metoda merupakan ilmu terapan dan memberikan informasi yang akurat bagi pengambil keputusan dalam mengambil keputusan. Sekolah management membentuk budaya analisis bisnis berdasarkan metoda-metoda akademis, yang intinya adalah memudahkan dalam berbisnis. Bisa saja entrepreneurship juga sangat membutuhkan hal ini. Untuk menjadi seorang entrepreneur tidak dibutuhkan S2, namun untuk membuat bisnis berkembang dan dapat memberikan sumbangsih kepada ekonomi, otak-otak management yang brilliant sangat dibutuhkan atau bisnis tersebut akan tergerus dan hilang bersama waktu, sehebat atau sepopular apapun produk atau komoditas yang dijual oleh bisnis tersebut.
Tentu pertemuan ini cukup ditunggu-tunggu karena sudah lebih dari satu tahun kami tidak berkumpul seperti ini, kesibukan dan kemacetan Jakarta telah menguras energi kami, sehingga untuk ketemu saja sangat susah beruntung kali ini berbeda dibanding biasanya. Memang tidak semua alumni angkatan 2007/2008 bisa hadir, dan harapannya di masa yang akan datang pertemuan seperti bisa lebih rutin, karena barangkali dari silaturahmi semacam ini, ide-ide brilliant baik di bidang bisnis maupun sosial yang dapat kami sumbangkan kepada republik yang tercinta ini, yang kemudian dapat ditularkan kepada alumni MMUI lainnya, atau siapa tahu menjadi salah satu referensi bisnis acuan pembelajaran di MMUI.
Teman-teman datang langsung nge-blend, kangen-kangenan bercerita tentang masa lalu, dan masa kini, sebagian sudah ada yang punya momongan, sebagian anak-anak semakin besar, sebagian lagi baru mau mencari jodoh. Wajah-wajah yang hadir tampak bahagia di tengah hiruk-pikuk resesi global yang melanda dunia tidak terkecuali republik ini. Bahkan ada rekan kita yang baru pulang dari luar negeri dimana Dia bekerja, kebetulan di Spring festival tahun ini, mendapatkan libur sedikit lebih panjang dari biasanya. Ada teman kita yang mempersiapkan diri untuk menikah dan sangat sibuk dengan acara lamaran mengikuti adat jawa dimana ada serah-serahan pada saat keluarga calon mempelai laki-laki datang melamar kepada calon mempelai perempuan, acara yang sangat sakral di budaya jawa.
Anomali Cafe ini memang merupakan bisnis salah satu rekan alumni MMUI, Agam Abgari, dan melihat keberadaannya kami turut berbahagia karena ternyata bisnis komoditas kopi (coffee specialty) dapat bergerak maju, dengar punya dengar, kawan kami ini banyak melakukan publikasi melalui majalah-majalah marketing yang gratis, radio dan tersebar melalui blog-blog. Cukup baik untuk memulai bisnis dan memperkenalkan kepada khalayak. Melihat segmentasi dan targeting bisnis, ini cukup jelas, professional muda yang istirahat sejenak dari kesibukan kantor dan ngobrol santai bersama teman-teman sejawat atau teman lama, bahkan kabarnya para pejabat seperti menteri keuangan dan perdagangan pernah mampir ke kedai ini, dan menikmati kopi yang memiliki aroma anomali, beberapa menunya yang sangat terkenal adalah Kopi Aceh Gayo dan Toraja, mint temptation, creme brule yang memiliki cita rasa yang fantastik.
Salah satu temen kami yang juga cukup senior, Pande Yuni, langsung membuka forum dan bersaut,”Temen-temen mari kita dengerkan presentasi dari rekan kita mengenai bisnis, dan mudah-mudahan pertemuan ini dapat bermanfaat tidak hanya untuk ajang ngumpul-ngumpul tapi juga bisa membangun networking di antara sesama.” Kemudian Dia sambung lagi,”Keberhasilan sebuah bisnis didasari atas rasa saling trust di antara sesama pebisnis, dan teman-teman sudah memiliki kepercayaan itu, sehingga bisa saling tolong menolong dalam bisnisnya, apapun itu bentuknya.”
Perkataan yang cukup ditunggu-tunggu dari temen-temen karena rasa haus akan entrepreneurship segera disambut oleh banyak teman, tidak hanya sekedar berkumpul saja menikmati harumnya aroma kopi. Kemudian langsung disambut oleh Mas Sutrisno, Beliau berkata,”Begitu banyak peluang bisnis di luar, mulai dari franchise, sembako di luar jawa, dan jual beli perusahaan hingga ada beberapa pemodal yang ingin membiayai bisnis yang membutuhkan modal lebih besar”, Kemudian ditambahkan,”Kita berkumpul sebisa mungkin berbagi pengalaman, networking, info-info bisnis yang barangkali dibutuhkan, atau bahkan bisa bisnis bersama.” Kawan kita Robi juga mengatakan bahwa begitu banyak peluang-peluang di luar sana yang bisa kita kerjakan bersama. Robi ini adalah alumni yang masih sangat muda, berasal dari keluarga yang sudah terbiasa berbisnis seperti bisnis bengkel motor, voucher, hingga supply raw material untuk membangun infrastruktur seperti jalan tol.
Akhirnya kita punya kesepakatan untuk bisa bertukar pikiran melalui forum, dan satu demi satu kami bertukar nomor HP dan alamat email, untuk mendiskusikan lebih lanjut ide-ide brilliant kami untuk bisa membangun networking bersama, bahkan diharapkan bisa berbisnis bersama.
Hujan kembali turun ketika sore menjelang maghrib, kami bersalam-salaman untuk kemudian berpisah dan berharap dapat bertemu kembali. Dalam perjalan menuruni tangga kembali kami milihat biji kopi yang masih dalam karung goni di simpan dalam gudang mini nampak pada tangga menuju lantai dua. Maksud dari penataan ini entah disengaja sebagai pajangan atau memang sebagai tempat penyimpanan, yang pasti setiap orang yang menaiki tangga akan dapat melihat tempat ini. Design ruangannya juga unik dengan menonjolkan dinding batu bata tanpa plesteran. Kemudian, ada pula sajian biji kopi yang di taruh dalam wadah anyaman bambu kecil berjajar di dinding di dekat pintu masuk/keluar, sementara biji kopi baik yang sudah di goreng maupun yang masih mentah di tata dalam berbagai macam wadah di sebelah kirinnya dari arah tangga.
Wallahu’alam bishowab
- sesi foto kumpul MMUI di Anomali

Mas, mau nanya seberapa besar kira-kira proporsi orientasi MMUI pada bidang bisnis dibanding manajemen?
karena saya ada keinginan untuk melanjutkan S2
terima kasih
Posted by Info-info | Februari 11, 2009, 5:13 amterus terang lebih ke ilmu manajemen, kalau mau ke bisnis ke PPM atau prasetya mulya mungkin jauh lebih bagus
Posted by ghifi | Februari 11, 2009, 9:09 am