Assalammu’alaikum wr. wb.
Menurut laporan dari Standard Chartered penjualan sukuk retail perdana di Indonesia sudah mencapai 57% dari target yang ditetapkan yaitu Rp. 1,7 Triliun atau sekitar Rp. 969 Miliar. Hal ini sangat menggembirakan bagi pemerintah karena dengan permintaan yang antusias dari para investor individu maka pemerintah akan dapat menutup defisit anggaran APBN 2009 yang ditargetkan akan defisit sebesar 2,5 % dari GDP.
Antusiame ini didukung oleh penurunan suku bunga oleh BI sebesar 50 basis poin di bulan Februari 2009 menjadi 8,25%, dan dalam tiga bulan terakhir BI sudah melakukan 3 kali penurunan suku bunga, yang artinya BI ke depan akan melakukan pemotongan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi terutama sektor kredit.
Sedangkan deposito yang ditawarkan oleh perbankan rata-rata memiliki bunga bervariasi antara 6,75% – 10%, dan tentunya akan cenderung menurun.
Menurut para analis instrumen sukuk ini sangat menarik mengingat jatuh tempo yang tidak terlalu lama yaitu 3 tahun ditambah suku bunga BI yang cenderung menurun. Sukuk merupakan instrumen yang sesuai dengan syariah yang melarang adanya pembayaran bunga seperti pada obligasi konvensional.
Investor sukuk akan dibayar melalui sewa properti yang dijaminkan pemerintah yang sementara ini mencapai Rp 55 Triliun atau melalui kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa.
Investor juga dapat membeli atau memperdagangkan instrumen ini melalui pasar sekunder yaitu melalui mekanisme pasar atau melalui OTC (baca: over the counter) sebagai contoh Bank Mandiri melalui Mandiri Sekuritas untuk memfasilitasi mekanisme pasar sekunder tersebut. Sehingga para investor tidak usah khawatir akan likuiditas instrumen ini yang akan diperdagangkan sesuai dengan harga pasar.
Sepertinya batas waktu pemesanan sukuk hanya sampai dengan 20 Februari 2009, dan bagi investor yang memiliki risk profile rendah hingga sedang seperti investor di Indonesia, instrumen ini terlalu menarik untuk dilewatkan, lalu bagaimana dengan Anda?
wallahu’alam bishowab
ghifi.wordpress.com

Diskusi
Belum ada komentar.