//
you're reading...
filosofi, karir, Religious perspective

Can Happiness Bring Money, Then?


happiness_in_islam_part_1_of_3_-_concepts_of_happiness_001Assalammu’alaikum Wr. Wb. (Was: Lanjutan tulisan Does Money Bring Happiness?

Kebahagiaan tidak datang melalui resep dokter walaupun ada sebagian orang yang mengkonsumsi obat2an anti depressants terutama yang mengalami sakit mental, namun obat-obat tersebut tidak akan membantu memberikan kebahagiaan

Salah satu jalan menuju kebahagiaan adalah melalui yang disebut “flow” yaitu melalui kegiatan yang menyenangkan menurut psykolog Mihaly Csikzentmihalyi seperti yang ditemukan pada seorang atlit, pemusik, penulis, pemain game, dan pelaku keagamaan, mereka semuanya dapat merasakan persaan tersebut.  Kebahagiaan datang terasa lebih sedikit pada apa yang anda lakukan dibandingkan bagaimana anda melakukannya.

Sonja Lyubormisky peneliti dari universitas california menyarankan kita untuk membuat sebuah daftar berisisi segala sesuatu yang membuat anda bahagia di dalam hidup kita, seperti melakukan perbuatan baik kepada orang lain, memaafkan orang-orang yang  anda anggap musuh atau yang berperilaku buruk, menghargai kesengan-kesenangan kecil dalam hidup, memperhatikan kesehatan anda, berlatih untuk selalu dapat berpikiran positif, dan memanfaatkan waktu dan tenaga lebih untuk hubungan persahabatan serta hubungan  bersama  keluarga.  Menurutnya, biasanya orang yang paling bahagia adalah orang yang memiliki persahabatan yang kuat

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berterima kasih, optimis, dan pemaaf mendapatkan pengalaman lebih baik dengan kehidupannya, lebih bahagia, tidak mudah terkena serangan stroke, dan mendapatkan income lebih tinggi! Dan apabila orang tersebut membuat dunia menjadi lebih baik, maka hal itu adalah bonus dari kehidupannya.

Diener juga mengatakan berdasarkan data yang dikoleksinya, dia mengevaluasi kebahagiaan pada orang-orang yang menjadi obyek penelitiannya, biasanya memiliki sistem immune (baca: pertahanan tubuh) terhadap penyakit lebih baik, menjadi warga yang baik pada pekerjaannya, mendapatkan income lebih baik, kondisi perkawinan yang lebih baik, lebih sosial, dan lebih tabah dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidup.

Sebaliknya, ketidakbahagiaan menurut Easterbrook dari Brooking Insititute adalah merupakan kondisi default (baca: kondisi given dalam kehidupan) karena sebenarnya untuk tidak bahagia seseorang tidak dibutuhkan untuk melakukan apapun dibandingkan dengan orang yang ingin bahagia.

Jika kita ingin menemukan hal-hal yang kita keluhkan, dengan mudah kita akan menemukannya.  Dibutuhkan usaha keras untuk mendapatkan kebahagiaan di dalam kehidupan, sayangnya kebanyakan orang tidak melakukannya.  Seseorang lebih suka melalui kehidupan yang tidak sulit karena sebenarnya lebih mudah menjadi tidak bahagia dibandingkan dengan menjadi bahagia.

Insya Allah bersambung…

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 293 pengikut lainnya.