//
you're reading...
filosofi, life, money

Are We Gonna Be Happier When Giving Up More Money?


8990charityAssalammu’alaikum Wr. Wb

Nasihat memberikan uang dalam bentuk sedekah, zakat, sumbangan, wakaf merupakan nasehat semua ajaran agama. Namun terkadang kita melihat hal ini setengah hati, karena sebagian kita lebih baik memanfaatkan uang yang kita punyai, apalagi dalam kondisi krisis seperti sekarang ini,  untuk kepentingan diri kita sendiri. Dalam kondisi bisnis yang menurun seperti ini nampaknya opsi saving adalah opsi terbaik, tapi apa iya selalu seperti itu?

Penurunan pajak penghasilan yang diberikan oleh pemerintah republik ini dan merupakan bagian dari rencana stimulus ekonomi akan membantu untuk meningkatkan semangat hidup anda, dengan satu syarat bahwa Anda harus menggunakan uang lebih Anda bukan untuk diri Anda namun untuk orang lain.

Tidak memerlukan pendapatan yang besar untuk mendapatkan kebahagiaan. Pemberian yang sederhana misalnya membelikan adik atau keponakan mainan dan makan bersama dengan teman-teman memberikan perasaan bahagia dibandingkan dengan seseorang yang memanfaatkan uangnya untuk dirinya sendiri.

Walaupun secara empiris penelitian mengatakan bahwa uang yang dimanfaatkan misalnya dalam bentuk hadiah kepada teman atau sumbangan kepada orang yang tidak mampu akan memberikan kebahagiaan kepada si pemberi dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya, namun nasihat tinggalah nasehat seperti tulisan sebelumnya banyak orang yang tidak ingin melakukannya karena usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan kebahagiaan lebih berat dibandingkan dengan tidak melakukan apapun.

Banyak hasil penelitian menemukan bahwa sumber pendapatan dapat dihubungkan dengan kepuasan seseorang dalam hidupnya dan pengukurun level kebahagiaan lainnya, namun jarang ada penelitian yang mencoba menghubungkan bagaimana seseorang menggunakan uangnya berkaitan dengan tingkat kebahagiaan.

Menurut Elizabeth Dunn seorang psikolog dari Universitas British Columbia, beliau ingin melakukan test terhadap teori mereka tentang bagaimana seseorang memanfaatkan uangnya paling tidak memiliki tingkat kepentingan yang sama dengan bagaimana mereka mendapatkan uangnya. Hasilnya menyebutkan bahwa orang-orang, dengan menyumbangkan sebagian uangnya, memberikan mereka kebahagiaan  menurut pendapat Aaron Ahuvia, beliau adalah Associate Professor pada marketing dari Universitas Michigan di Dearborn. Penelitian ini mendapatkan dana dari Hampton Research.

Menurut Dunn dan timnya yang melakukan survey secara nasional menggunakan sample lebih dari 630 orang Amerika, dengan jumlah laki-laki dan perempuan yang berimbang. Para relawan ini mengindikasikan level kebahagiaan mereka, pendapatan mereka dalam setahun, termasuk pengeluaran bulanan, pembayaran tagihan, pembelian barang-barang buat diri mereka, dan keluarganya, serta sumbangan atau sedekah.

Walaupun ada keuntungan dengan adanya sumbangan/sedekah kepada orang lain, peserta survey membelanjakan uangnya lebih dari 10 kali dari yang mereka sumbangkan untuk kebutuhan pribadi dibandingkan, termasuk membayar tagihan dan pembelian untuk diri mereka sendiri.

Menurut hasil analisa statistik bahwa pembelanjaan uang untuk diri mereka sendiri tidak terkait sama sekali dengan tingkat kebahagiaan seseorang, sedangkan membelanjakan uang untuk orang lain atau sedekah secara siknifikan berkaitan dengan peningkatan level kebahagiaan berapun tingkat pendapatan seseorang.

Tidak memerlukan pendapatan yang besar untuk mendapatkan kebahagiaan. Pemberian yang sederhana misalnya membelikan adik atau keponakan mainan dan makan bersama dengan teman-teman memberikan perasaan bahagia dibandingkan dengan seseorang yang memanfaatkan uangnya untuk dirinya sendiri.

Sering kali seseorang secara implisit memiliki kepercayaan bahwa membelanjakan uangnya untuk dirinya akan membuat diri mereka bahagia, dan memang hal tersebut memberikan kebahagiaan namun sangat pendek umurnya.

Menurut hasil penelitian bahwa seseorang merasakan  kebahagiaan tentang diri mereka, yaitu ketika mereka menyumbangkan uangnya, mungkin perilaku ini di dalam dunia nyata mempunyai tujuan untuk  memperkuat hubungan sosial di antara mereka, atau barangkali hal ini merupakan kesempatan untuk memanfaatkan waktu bersama dengan orang lain. Alasan lain bahwa pembelanjaan untuk donasi merupakan salah satu bentuk ekspresi sebuah identitas tertentu.

Ketika Anda membelanjakan uang Anda untuk orang lain sebenarnya hakikatnya sama dengan sebuah pembelian, hanya saja Anda melakukan dengan lebih efektif. Sebenarnya hal yang ingin dibeli adalah arti sebuah kehidupan. Memberikan sumbangan karena sesuatu yang Anda yakini lebih efektif dari pada membeli sebuah kaos bertuliskan “Selamatkan dunia dari pemanasan global”.

(afwan)

Insya Allah Bersambung….

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 293 pengikut lainnya.