Assalammu’alaikum Wr. Wb.
Membaca beberapa tulisan sebelumnya bahwa uang sangat terbatas dalam menjawab kunci kebahagiaan. Hal ini bisa berarti sebuah negara yang menginginkan kebahagiaan warganya maka yang dikejar sebenarnya bukanlah pertumbuhan ekonomi (baca: GNP) yang tinggi, melainkan digantikan dengan investasi uang, tenaga, dan pikiran yang memprioritaskan dan mempromosikan kepemimpinan yang baik dan terbuka, kebebasan dalam berbangsa dan bernegara, demokrasi, serta menjamin keselamatan atau memberikan perlindungan kepada khalayak publik.
Namun jika suatu negara ingin membeli pertumbuhan, maka negara tersebut harus mulai melihat tingkah laku manusia. Kebanyakan tingkah laku ini adalah tidak waras misalnya ketika orang-orang bekerja lebih keras dan lebih lama dalam waktu bertahun-tahun hanya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan keuangan. Pertumbuhan ekonomi suatu negara akan meningkat ketika masyarakatnya terdilusi akan kepercayaan bahwa dengan mereka memiliki kekayaan lebih banyak akan membuat mereka lebih bahagia.
Ekonomi suatu negara akan bertumbuh ketika masyarakatnya berusaha keras untuk mencapai pertumbuhan, namun alasan utama orang-orang ini berusaha keras adalah karena untuk mencapai kebahagiaan diri mereka sendiri. Maka adalah penting bahwa diri mereka percaya dengan sebuah ide yang menjunjung tinggi dengan memproduksi dan mengkonsumsi lebih banyak akan membuat diri mereka lebih bahagia. Dengan kata lain jika kita ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi negara kita, maka lupakanlah ide bahwa uang tidak membeli kebahagiaan kita.
Wallahu’alam bi showab
Diskusi
Belum ada komentar.