Assalammu’alaikum wr. wb.
Hari ini Teknologi Informasi benar-benar telah menjadi tulang punggung bisnis dan bukan merupakan sesuatu yang nice to have (baca: life style) tetapi sudah menjadi business enabler (baca: memungkinkan sebuah bisnis bisa berjalan dan bertumbuh). Tanpa TI, bisnis tidak akan bisa berkembang, inovasi juga akan mandek, konsumen yang menginginkan perbaikan kualitas maupun terobosan menjadi kesal karena bisnis tidak memberikan solusi yang diinginkan, yaitu layanan inovatif, prima dan terjangkau serta kaya dengan fitur.
Para pengguna juga dapat mengakses sumber daya aplikasi tersebut di mana saja dia berada dan tidak perlu harus duduk dikantor asalkan dia memiliki web browser, yang terinstal misalnya di mobile phone . Contoh cloud computing dalam kehidupan kita sehari-hari seperti aplikasi social networking: facebook, aplikasi peer-to-peer: skype, bittorent, SaaS: Google apps.
Saya sempat berbicara dengan salah satu teman saya mengenai bisnisnya. Dia termasuk dalam kategori bisnis UMKM dan dia ingin sekali agar bisnisnya tersebut bisa maju. Namun karena masih belum memiliki solusi TI yang sesuai maka dari sisi operasional sehari-hari saja sudah kelabakan, bagaimana bisa memikirkan bisnisnya dapat berkembang?
Solusi Information Technology tidaklah harus mahal dan rumit, walaupun bisnis model saat ini adalah ketika kita berbicara mengenai salah satu solusi berbasiskan aplikasi, biasanya user terikat dengan berbagai kontrak semacam End User License Agreement, Software maintenance, ongoing operations, patches, dan lain sebagainya.
Bisnis menginginkan on-demand license yang fleksibel dan terjangkau, daripada TI menjadi fixed cost lebih baik menjadi variable cost (pay as you really grow) dan bisa diminimalisasi terhadap lisensi yang memang dibutuhkan, serta ketika bisnis berkembang dia bisa menambah license yang dibutuhkan atau bahkan ketika aplikasi tidak relevan maka bisa saja kontrak diterminasi sewaktu-waktu
Dari sisi provider (baca: applications service hosting/provider) mereka juga terbantu dari sisi kontrol, pemakaian atau utilisasi melalui multi tenancy, dan distribusi lisensi software, bahkan mereka dapat melakukan deployment software di banyak organisasi tanpa harus melakukan pre-install fisik di organisasi tersebut.
Model di atas sering disebut sebagai SaaS (Software as a Service) atau per-use service-based-model yang merupakan bagian dari Cloud Computing. Namun, solusi cloud computing tidak terbatas pada aplikasi tertentu, bisa saja untuk aplikasi umum seperti corporate email, dimana user tidak lagi harus melakukan investasi infrastruktur email corporate (server, hard disk) dan lisensi secara fisik.
Memang solusi untuk email corporate ini membutuhkan sistem keamanan yang terjamin, dan data confidential tidak bocor kepada pihak-pihak yang tidak memiliki hak. Namun solusi ini memiliki kekuatannya kekuatannya apalagi sekarang ini konsumer sudah memiliki device-device seperti telepon selular (iphone, android, windows mobile) yang mampu memfasilitasi teknologi ini.
Performa bisnis di dalam korporasi akan menjadi lebih baik dengan aplikasi yang berjalan di cloud, karena mereka tidak lagi memikirkan risiko-risiko seperti return on investment sehingga ROA (baca: return on asset) juga lebih baik, tidak perlu lagi investasi sumber daya manusia yang spesifik, dan dengan mudah membuat kontrak di atas kesepatan akan service level agreement, sehingga mendapatkan layanan ketersediaan dan kehandalan sistem yang terjamin, alhasil bisnis intinya bisa berjalan dengan lebih baik karena biaya TI bisa ditekan menjadi jauh lebih efisien.
Konsep Green Computing sudah menjadi bagian dari cloud computing karena sistem menjadi lebih efisien dan seperti yang sudah diketahui yaitu pemakaian komputer dan infrastruktur pendukungnya memakan sumber daya energi listrik yang sangat besar. Para pengguna juga dapat mengakses sumber daya aplikasi tersebut di mana saja dia berada dan tidak perlu harus duduk dikantor asalkan dia memiliki web browser, yang terinstal misalnya di mobile phone . Contoh cloud computing dalam kehidupan kita sehari-hari seperti aplikasi social networking: facebook, aplikasi peer-to-peer: skype, bittorent, SaaS: Google apps.
Wallahu ‘alam bi showab
ini ada satu referensi dari Gartner
http://thelotusposition.files.wordpress.com/2008/12/gartner-hype-cycle20081.jpg
Posted by jimmy | Maret 28, 2009, 7:03 pm