Twitter vs. Facebook, Kecepatan melawan Keakraban? Generasi Muda melawan Gererasi Tua?

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sudah sangat terlihat (terutama bagi user seperti saya) twitter sangat superior dalam hal status update/live coverage/micro blogging atau kata kuncinya berinteraksi di dalam jaringan dibandingkan dengan facebook. Namun sepertinya facebook masih sangat populer di antara masyarakat di republik ini mungkin karena masyarakat kita lebih ingin ketemu dengan teman-teman lama atau keluarga, lalu berbagi melalui update, image, video, catatan dan lain-lain serta tidak membutuhkan kecepatan online yang segera dalam merespon jaringannya.

Kelebihan ini yang tidak banyak dimiliki twitter, bahkan FB sudah mulai menggantikan instant messaging dan email seperti yahoo mesengger, AIM, youtube, gmail, flickr dan menjadi alternatif one stop aplikasi. Di lain pihak keuntungan twitter belum terlihat jelas pada awalnya, yaitu updates dengan 140 karakter atau kurang, dan memang bukan media untuk menaruh foto atau upload foto, atau catatan, dan video serta disimpan dalam waktu lebih lama.

Twitter merupakan aplikasi (platform terbuka) yang berperan seolah-olah kombinasi antara instant messaging, email, dan blogging, dan sangat cocok bagi pengguna yang lebih teknikal seperti blogger, online marketing, evangelist, atau terutama bagi orang-orang yang ingin mempromosikan sesuatu atau bertanya tentang sesuatu, media ini menjadi lebih bernilai.

Sebagai contoh apabila kita menghadiri pesta pernikahan seperti yang terjadi pada saya hari ini, ketika pada pesta tersebut kita banyak mengenal teman dan keluarga yang hadir, kita merasa sangat nyaman berbicara dengan teman lama atau keluarga yang jarang ketemu, mengambil gambar atau video bersama teman-teman atau keluarga.  Suasana yang rileks, pusat perhatian tertuju pada kita dan teman-teman atau keluarga yang ada di ruangan serta hubungan akrab menjadi ciri-ciri Facebook!

Namun ketika kita menghadiri sebuah pesta perkawinan dimana kita tidak banyak mengenal orang-orang yang hadir, kita akan menggunakan media komunikasi yang jauh berbeda dan ketika kita ingin mengenal orang-orang di sekitar dan stand out of the crowd, membuat diri kita dikenal, twitter dapat menjadi media semacam podium bagi orang-orang yang ingin dikenal, menjadi spotlight, tentunya tidak semua orang merasa nyaman dengan kondisi seperti itu.

Namun kedua-duanya adalah media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, apakah mereka akan bersaing dan salah satu akan menjadi seperti google di masa depan? Apakah media untuk bersosialisasi seperti ini akan tetap bertahan di masa depan?

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Please visit twitter.com and follow @ghifi

wallahua’lam bi showaab

Apa Itu Twitter? Flutter? Twitter atau Flutter?:)

twitter2Assalammu’alaikum wr wb

Media Social Networking sudah menjadi santapan sehari-hari, semua orang Indonesia yang online sudah sangat kenal dengan Facebook, dan salah satu aktivitas paling populer di facebook adalah update status.  Sepertinya kegiatan seperti di FB sudah digantikan oleh social networking yang lain, twitter.  Ide twitter adalah datang dari micro blogging, dimana tweeps (baca: update) bisa menuliskan update maksimum 140 karakter mirip seperti SMS. Tujuannya hampir sama seperti update status, ada juga info penting, info live, website lainnya seperti lagu, buku, stock market, blog, bahkan di sini kita bisa sebagai followers (baca: following) idola bintang kita seperti Barack Obama, Oprah, Ashton Kutcher, dan bintang-bintang lainnya.

Yang menarik adalah keberadaan bintang-bintang ini seperti Oprah @oprah yang baru saja memulai twitter, dia bisa secara personal mengupdate aktivitasnya dan seolah-olah ada di dekat kita karena kita bisa saling tweeps (update), tentu saja kalo kita undang dia ke pesta perkawinan keluarga kita, barangkali kemungkinan Oprah mau hadir cuma 0,0001%:-).

Anda penggemar Barack Obama, pasti bisa mengikuti update mengenai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Obama dan pertanyaan-pertanyaan mengenai kebijakannya juga bisa diikuti melalui twitter @obama

Berbeda dengan Twitter, Flutter dikenal sebagai nano blogging. flutter Maksimum karakter adalah hanya 26 karakter.  Mungkin bedanya dalam menuliskan flaps (baca: update) tidak menggunakan huruf vokal (walaupun sebenarnya bisa) karena akan banyaknya singkatan dan hashtag.

Selain dari karakter tweeps atau flaps bisa menuliskan tag menggunakan format #tag (baca: hashtag) untuk memudahkan update, seperti sebuah bahasa #tag juga memiliki definisi yang bisa di cek di kamus #tag

Tapi pada intinya micro blogging atau nano blogging adalah cara baru bagi orang untuk berkomunikasi melalui media seperti mobile phone, notebook, atau apapun dimana kita bisa online, barangkali nanti kacamata pun bisa melihat update yang dilakukan teman-teman kita di flutter/twitter.

Pada intinya media ini membawa jarak menjadi sangat dekat, sisi positifnya silaturahmi bisa terjalin lebih akrab melalui media virtual, tapi sisi buruknya para pemakainya bisa ketagihan, apalagi koneksi broadband internet sudah mulai sangat murah.  Mari kita lihat apakah Twitter atau Flutter ini bisa diterima di hati orang Indonesia, saya sendiri sudah, bagaimana dengan Anda?

wallahhu’alam bi showab

Alih Daya Bisnis? Sebuah Solusi Bagi Optimalisasi Layanan Bisnis

outsourcing_solutionAssalammu’alaikum wr. wb.

Ketika seorang entrepreneur memulai sebuah bisnis, pasti dia akan memulainya dengan perasaan penuh excitement, apalagi ketika bisnisnya berhasil membuahkan hasil.  Namun, seorang entreprenur seringkali terperangkap dalam kondisi sehari-hari harus memikirkan kegiatan operasional sehari-hari, dan pada saat tertentu dia merasa bahwa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaannya semakin membengkak serta merasa ragu-ragu untuk melakukan investasi tambahan dalam rangka pengembangan bisnis.  Seringkali systemnya sendiri mengalami permasalahan, administrasi mejadi mimpi buruk para entrepreneur.

Business outsourcing sendiri merupakan istilah yang sering digunakan yang sebenarnya adalah untuk mendelegasikan sebagian atau semua komponen dari sebuah bisnis sehingga business owner dapat lebih berkonsentrasi untuk pengembangan bisnisnya dan tidak terbebani dengan rutinitas sehari-hari.

Alih daya (baca: outsourcing) pada sebuah bisnis dapat dimulai dari yang kecil yang secara bisnis tidak memiliki nilai tambah (cost center) sampai dengan komponen bisnis yang memiliki nilai tambah namun karena pemilik bisnis ingin mendapatkan fleksibilitas dan efisiensi dari bisnis itu sendiri sehingga dia merasa perlu untuk mendelegasikan kepada para professional baik dari dalam perusahaan maupun luar perusahaan.

Ada keuntungan dan kerugian dari dua konsep di atas. Salah satu keuntungan merekrut profesional menjadi bagian dari internal perusahaan tentunya dari sisi biaya lebih murah dan risiko kerahasiaan perusahaan juga bisa lebih terjaga, namun dibandingkan dengan dari professional eksternal, kehilangan penerapan best practice yang biasa diterapkan di industri karena kasus-kasus yang dihadapi lebih terbatas.

Sedangkan merekrut konsultan eksternal dari luar memiliki keuntungan bahwa konsultan tersebut dapat menerapkan best practice dan advice terbaik yang ada di industri namun memiliki kelemahan seperti chemistry/budaya internal perusahaan yang terkadang tidak dipahami oleh para konsultan tersebut.

Namun kembali lagi kepada business owner apakah sebagai pemilik, bersedia memberikan dukungan penuh kepada pola alih daya seperti ini.  Tanpa peran stake holder (baca: pemegang saham) baik dari top management maupun dari staf, proses alih daya akan menjadi tidak berjalan.  Dukungan ini tidak hanya bersifat moral namun juga finansial yang memastikan bahwa perusahaan melakukan investasi yang efektif dan efisien serta memberikan return on investment (ROI) yang optimal.

Al-Ghazali

Assalammu’alaikum wr. wb.

gz-movieBarangkali Al-Ghazali (Algazel in English) merupakan salah satu idola saya saat ini.  Beliau adalah seorang filosof di abad kesebelas dilahirkan pada tahun 1058 dan meninggal di tahun 1111 Masehi.

Dalam umur yang relatif muda (53 tahun) beliau sudah meninggal tetapi telah meninggalkan begitu banyak karya yang bermanfaat sepanjang masa.  Beliau telah menulis karya hingga 72 karya, belum lagi karya-karya termasuk tentang beliau yang tidak dalam buku namun tersebar bisa mencapai 457 karya.  Barangkali kalau saya menulis karya walaupun harus mencurahkan segala tenaga dengan ribuan referensi, 10 karya pun saya belum tentu bisa mencapainya, dan karya yang orisinal serta memiliki pengaruh sepanjang masa barangkali 1 karya pun belum tentu.

Beberapa julukan yang diberikan kepadanya seperti Hujattul Islam (Proof of Islam) dan  Zainuddin.

Saya begitu terkesima dengan karya-karya beliau adalah salah satu karya yang ditulisnya “The Revival of Religious Sciences” (Ihya’ul Ulumuddin) dan jika semua ilmu Islam hilang maka, Islam dapat diambil kembali dari ihya’ul Ulumuddin.  Dalam buku ini beliau menuliskan bahwa ilmu pengobatan / kedokteran dan Matematika merupakan fard khifayah atau menjadi kewajiban komunitas. (Pemikiran Sosio Ekonomi Al-Ghazali)

Pemikiran akan skepticism ” My mind can only go so far the rest is my emotions” sepertinya quote ini begitu menjelaskan akan keterbatasan kita di dalam memahami semua ada yang ada di dunia. Skepticism merupakan salah satu filosofi dalam melihat dunia, dia mengajari kita untuk tidak terlalu bergantung kepada logika, mengajari kita untuk lebih open mind, dan tidak taqlid (mengikuti kepercayaan / pendapat / keyakinan secara brutal.:) ).  Filosofi skepticism di jaman andalusia juga pernah terjadi.  Pada saat itu terjadi perdebatan antara school of avicennian (Ibn Rushd) dengan Ash’ari (Al-Ghazali), dimana Al-Ghazali menulis buku Tahafut al Falasifa (Incoherence of Philosphoper). Avicennian yang mehubungkan antara filosofi aristotle dengan ajaran religi melalui logika yang ditentang dalam buku Tahaful al Falasifa.

Namun intinya adalah bahwa pemahaman kita hanya terbatas, seperti filosofi dari Plato yang cenderung untuk salah narasi atau membaca peta sehingga telalu fokus pada bentuk-bentuk yang murni dan terdefinisi dengan baik misalnya seperti bentuk segitiga, pandangan-pandangan sosial, seperti utopia, bahkan nasionalitas.  Konstruksi-konstruksi serba nyata ini memenuhi pikiran kita sehinggak kita memberikan perhatian yang lebih besar kepada hal-hal itu dibandingkan kepada hal-hal lainnya yang tidak terdefinisi dengan baik.

Model-model ini mirip dengan obat penyakit yang memiliki potensi untuk manjur, meskipun jarang, namun dapat menghadirkan efek-efek samping yang sangat berbahaya, akan tetapi  sulitnya adalah 1) kita tidak mengetahui sebelumnya (baru setelah kejadian) di mana peta akan keliru, 2) kesalahan tersebut dapat mengantar ke akibat-akibat yang buruk. (baca: Black Swan).

Insya Allah Bersambung

Wallahu’alam bi showab

Private Cloud Computing Adalah Masa Depan IT Bagi Korporasi

Assalammu’alaikum wr. wb.

saas12Seorang eksekutif IT sebuah perbankan memiliki mimpi bahwa layanan e-channel di banknya bisa memiliki kapasitas dan response time seperti perusahaan-perusahaan seperti Google, Facebook, dan Yahoo dimana seluruh pengguna di seluruh dunia dapat mengakses situs-situs tersebut secara lokal dalam bahasa setempat dilengkapi oleh layanan yang prima.

Namun mimpi itu barangkali tidak akan menjadi kenyataan dalam waktu dekat dikarenakan perbedaan visi antara industri keuangan yang menganggap bahwa IT merupakan cost center, sedangkan perusahaan IT menganggap investasi di IT merupakan asset yang dapat memberikan bisnis.  Dunia keuangan mengitung sekecil mungkin uang sen yang mereka keluarkan untuk investasi bahkan mereka menerapkan efisiensi dalam segala hal, sedangkan perusahaan IT menerapkan efisiensi dalam bentuk produk dan revenue yang dihasilkan.

Investasi   IT di Indonesia masih dianaktirikan, mungkin karena disamping mahal, Indonesia masih hanya berperan sebagai konsumen bukan inovator, sehingga produk-produk IT masih sebagian besar harus diimpor, walaupun kondisi sekarang sudah jauh lebih baik ketika PC/notebook sudah bisa diproduksi sendiri oleh negara republik ini.

Kembali ke topik, ketika Anda memiliki 5 bisnis unit dan 100 aplikasi (baca: produk), beberapa menginginkan layanan sangat cepat, yang lainnya tidak, maka tim yang tergabung dalam service governance group akan menentukan aplikasi apa mendapatkan sumber daya apa.

Teknologi mengalami evolusi menurut peneliti dari Gartner, Bittman, dan teknologi ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diimplementasikan

Private cloud akan mengambil alih dalam beberapa tahun ke depan, namun kemungkinan hal ini terjadi hanya pada perusahaan IT besar.  Bagi perusahaan IT kecil barangkali belum tentu memiliki economies of scale dan belum tentu menguntungkan.  Dalam 5 tahun ke depan prosentasi bisnis kecil yang mendapatkan sumber daya komputernya dari provider cloud eksternal cukup besar, menurutnya.

Nantinya setiap perusahaan akan memiliki kapasitas yang sifatnya fix in-house dan memiliki akses ke kapasitas eksternal dari provider ketika mereka membutuhkannya.  Seperti overdraft protection di sebuah akun nasabah sebuah bank.

Jika korporasi mengalami permintaan yang mendadak, maka meta operating system dan service governor akan mengatur ekstra kapasitas untuk dialokasikan dari sumber luar. Pemakai tidak akan dapat membedakan layanan mana yang berasal dari dalam dan mana yang dari luar perusahaan.  Data center akan membedakan layer layanan yang diberikan sedangkan pengguna hanya melihat interface service based.

Ketika terjadi evolusi pada public cloud, perusahaan akan memiliki banyak pilihan.  Hari ini layanan cloud computing memberikan elastisitas yaitu kemampuan untuk menambah sumber daya dan mengurangi sesuai kebutuhan kapanpun..  Sebagai contoh Amazon cloud computing service disebut denagn Elastic Compute Cloud (EC2)

Tetapi elastisitas itu sendiri masih menjadi pertanyaan, karena ketika para pengguna misalnya ingin menambah sedikit kapasitas melalui EC2 maka Amazon akan memberikan charge tambahan untuk masing-masing virtual server, sehingga konsumen harus membeli kapasitas yang besar di depan.

Menurut Bittman vendor cloud harus memberikan layanan kapasitas ketika ada kebutuhan konsumen.  Namun demikian hal ini hanya salah satu dari banyak isu yang harus diselesaikan dalam rangka pembangunan private dan public cloud.

Membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk cloud mencapai maturitynya di segala area dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Apakah Anda setuju dengan pendapat tersebut?