<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Sebuah Konsekuensi Sosial Pertumbuhan Ekonomi (Bagian II)</title>
	<atom:link href="http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/</link>
	<description>Hanya Kata-Kata Mutiara yang Dapat Saya Sumbangkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Dec 2011 16:37:26 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Ariful Amar</title>
		<link>http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/#comment-79</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ariful Amar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 14:51:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ghifi.wordpress.com/?p=696#comment-79</guid>
		<description><![CDATA[saya sepakat, bahwa kebijakan ekonomi indonesia dewasa ini memang sudah by desain yang bertujuan untuk menyenangkan para pemilik modal. Apalagi, negara secara bertahap semakin berkurang keterlibatannya dalam perekonomian makro. Sejak era G30S/PKI, bangsa indonesia seolah-olah dibutakan oleh skenario sejarah bahwa sistem ekonomi yang paling baik untuk memajukan bangsa adalah Neoliberalisme. Sejak zaman Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati bahkan SBYpun tidak bisa lepas dari pola kebijakan yang tidak pro-rakyat. Ironisnya, sekali kebijakan pro-rakyat yang diterapkan, justru menjadi komoditas politik yang sangat empuk dan layak jual. Kemajuan bangsa ke depan, tidak ditentukan oleh siapa presidennya, tetapi siapa menteri keuangan, perdagangan, dan Gubernur BI. Sekali lagi, di luar sana ada kekuatan yang lebih besar yang mempengaruhi kebijakan dalam negeri.nuwun]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sepakat, bahwa kebijakan ekonomi indonesia dewasa ini memang sudah by desain yang bertujuan untuk menyenangkan para pemilik modal. Apalagi, negara secara bertahap semakin berkurang keterlibatannya dalam perekonomian makro. Sejak era G30S/PKI, bangsa indonesia seolah-olah dibutakan oleh skenario sejarah bahwa sistem ekonomi yang paling baik untuk memajukan bangsa adalah Neoliberalisme. Sejak zaman Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati bahkan SBYpun tidak bisa lepas dari pola kebijakan yang tidak pro-rakyat. Ironisnya, sekali kebijakan pro-rakyat yang diterapkan, justru menjadi komoditas politik yang sangat empuk dan layak jual. Kemajuan bangsa ke depan, tidak ditentukan oleh siapa presidennya, tetapi siapa menteri keuangan, perdagangan, dan Gubernur BI. Sekali lagi, di luar sana ada kekuatan yang lebih besar yang mempengaruhi kebijakan dalam negeri.nuwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ivenxadytia</title>
		<link>http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/#comment-46</link>
		<dc:creator><![CDATA[ivenxadytia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 11:18:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ghifi.wordpress.com/?p=696#comment-46</guid>
		<description><![CDATA[wah… serujuga baca blog nya…
success yah….]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah… serujuga baca blog nya…<br />
success yah….</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ghifi</title>
		<link>http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/#comment-27</link>
		<dc:creator><![CDATA[ghifi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 06:32:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ghifi.wordpress.com/?p=696#comment-27</guid>
		<description><![CDATA[Dear Dian, saya di sini sebenarnya pengen melihat pendapat dari rekan-rekan yang mengenai pertumbuhan ekonomi (btw: 3 capres/cawapres kita khan mengusung isu ini), bisa saja konsep dari kapitalisme, social market, islam dan lain-lain, namun demikian harus melihat inti masalah secara jeli.  Sehingga perubahan yang diharapkan juga pada akhirnya dapat tergapai.

Demikian dari saya
cheers,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Dian, saya di sini sebenarnya pengen melihat pendapat dari rekan-rekan yang mengenai pertumbuhan ekonomi (btw: 3 capres/cawapres kita khan mengusung isu ini), bisa saja konsep dari kapitalisme, social market, islam dan lain-lain, namun demikian harus melihat inti masalah secara jeli.  Sehingga perubahan yang diharapkan juga pada akhirnya dapat tergapai.</p>
<p>Demikian dari saya<br />
cheers,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dian Milani Hakim</title>
		<link>http://ghifiardi.com/2009/06/16/sebuah-konsekuensi-sosial-pertumbuhan-ekonomi-bagian-ii/#comment-26</link>
		<dc:creator><![CDATA[Dian Milani Hakim]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2009 01:45:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ghifi.wordpress.com/?p=696#comment-26</guid>
		<description><![CDATA[Hai Ghifi, thanks to share the notes. Tapi rasanya sistem Amerika itu ga cocok diterapkan di Indonesia. Simply, apakah 5 tahun sekarang lebih baik dr 5 th sblmnya?? Apakah hidup makin enak, lebih mudah menyekolahkan anak, dpt kerja lebih gampang, kesejahteraan meningkat? Mudah2an siapapun pemimpin nasional kita benar2 mampu menyelesaikan pmasalahan bangsa n dibukakan mata dan hati untuk mencintai negara kita tercinta ini.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Ghifi, thanks to share the notes. Tapi rasanya sistem Amerika itu ga cocok diterapkan di Indonesia. Simply, apakah 5 tahun sekarang lebih baik dr 5 th sblmnya?? Apakah hidup makin enak, lebih mudah menyekolahkan anak, dpt kerja lebih gampang, kesejahteraan meningkat? Mudah2an siapapun pemimpin nasional kita benar2 mampu menyelesaikan pmasalahan bangsa n dibukakan mata dan hati untuk mencintai negara kita tercinta ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

