//
you're reading...
filosofi, food for tought, Tadabbur

Bagaimana Raksasa Dunia Jatuh, dan Bagaimana Dia Menolak untuk Menyerah!

Assalammu’alaikum wr. wb.

Melihat, mendengar dan membaca review buku ‘How the Mighty Fall‘ yang ditulis oleh Jim Collins, yang bercerita mengenai perusahaan-perusahaan besar jatuh, mengingatkan penulis bahwa dalam waktu dekat akan ada suksesi kepemimpinan di republik ini, baik pemimpin baru maupun pemimpin lama yang mungkin terpilih dan diangkat kembali. Penulis tidak akan berdebat siapa pemimpin yang akan terpilih, karena hal itu tidak penting, yang lebih penting adalah  bagaimana raksasa tersebut, bisa dalam bentuk perusahaan, industri, masyarakat, institusi, bahkan negara tidak terperosok kedalam siklus kehidupan.

Paling mudah adalah belajar dari sejarah kehidupan, kejayaan perusahaan dan negara-negara di masa lalu, kenapa mereka bisa besar lalu jatuh dan hilang ditelan waktu! Pelajaran yang sangat berharga karena proses tersebut tidak berlangsung dalam waktu semalam, namun melalui fase-fase, terutama kaitannya dalam hal ini adalah fase-fase kejatuhan.

Mungkin Allah Swt. memiliki cara-Nya sendiri dalam berkomunikasi melalui ayat-ayat-Nya, dan penulis menemukannya dalam ayat-ayat-Nyagreatness by jim collins yang begitu mulia.  Penulis sendiri kebetulan sedang membaca Al-Qur’an dan kebetulan berada di ayat-ayat pertengahan di Surat Al-Anfal (Surat ke-8) di sana penulis melihat pada ayat-ayat 47-54, seperti merefleksikan keadaan sebuah masyarakat besar yang angkuh seperti jaman Pharaoh (Mesir kuno) salah satunya dimana di dalam review buku tersebut disebut sebagai “Hubris born of Success” yang berarti adalah kesombongan karena kesuksesan dan menurut Al-Quran ini adalah hasil bisikan setan yang membuat organisasi atau masyarakat tersebut berpendapat,:”Tidak ada yang dapat mengalahkan Kami pada hari ini”

Menurut buku tersebut ini merupakan fase/stage I (pertama) dari sebuah kejatuhan. Namun dalam hal ini bukanlah jawaban yang sebenarnya kita cari, melainkan pertanyaan yang sangat mendasar, yaitu,”Apakah kita termasuk dalam fase tersebut?Atau” Ah tidak…, kita adalah orang-orang yang sedang mengejar kebesaran menjadi besar dan terhormat.”  Tentunya akan mudah membedakan sebuah institusi atau masyarakat yang mengejar kebesaran dibandingkan dengan institusi atau masyarakat yang dalam sedang fase kejatuhan.  Insitusi atau organisasi, bahkan negara yang memiliki orang-orang yang tepat, mendiskusikan berbagai masalah dan fakta-fakta yang ada yang kemudian bertindak serius untuk mencari dan memberikan solusi, dan dari waktu ke waktu mengambil keputusan yang serius.  Semua ini  adalah tanda-tanda institusi atau organisasi tersebut sedang menuju kebesaran (greatness).  Berbeda dengan sebuah institusi, organisasi, dan negara atau generasi yang sedang dalam fase kejatuhan, yaitu ketika memasuki fase berikutnya dikenal dengan “Ketidakdisiplinan untuk Mendapatkan Lebih” atau lebih mudah diartikan sebagai ‘greed‘ atau ketamakan yang merupakan saudara dekat kesombongan.  Kita bisa melihat kejatuhan industri-industri besar seperti Citigroup, Bank of America, AIG, GM, Chrysler, New York Times, atau bahkan negara seperti Dinasti Chou, Athena, Romawi, bahkan kerajaan Inggris Raya dimana 100 tahun lalu menjadi super power , mereka merasa besar dan ingin bertumbuh cepat sehingga mengambil keputusan-keputusan berdasarkan ‘greed‘ (bisikan setan) yang menyebabkan mereka memasuki fase berikutnya yaitu fase yang disebut dengan “pengingkaran akan risiko dan bahaya kegagalan”.

Ketika perusahaan besar melakukan aktivitas M&A (merger & akuisisi) secara membabi buta hanya untuk mengejar kebesaran yang sifatnya tidak ‘sustainable (bertahan lama)‘, atau memilih seorang pemimpin karismatik sebagai juru selamat dan menganggap pemimpin tersebut dapat menyelesaikan segalanya padahal sebenarnya organisasi atau institusi tersebut sudah memasuki fase kejatuhan atau kemunduran. Hingga mereka memasuki fase keempat yaitu “grasping for salvation” yang memiliki arti “ketidaksabaran akan langkah penyelamatan”

Dan pada fase ini, institusi, dan organisasi, atau negara bisa diartikan dalam keadaan krisis apabila tidak melakukan langkah-langkah dengan benar maka dia akan terperosok pada fase terakhir yaitu fase penyerahan diri terhadap kematian atau ketidakrelevanan dengan jaman seperti yang terjadi dengan kerajaan Mesir kuno, atau Romawi, atau bahkan kerajaan Inggris Raya.

Menurut Anda apakah negara republik ini tercinta atau organisasi kita pada scope yang lebih kecil termasuk di dalam satu dari fase di atas? Hmmm… sepertinya jawabannya tidak semudah yang dibayangkan atau barangkali  lebih mudah bagaimana kita memberikan pertanyaan yang bagus seperti “Apakah negara atau organisasi kita ini sedang menuju ke sebuah kebesaran (greatness) atau tanpa kita sadari sedang memasuki sebuah fase kehidupan seperti fase hubris born of success (kesombongan) atau undiciplined pursuit of more (ketamakan)?”

Wallahua’lam bi showaab

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

5 Tanggapan to “Bagaimana Raksasa Dunia Jatuh, dan Bagaimana Dia Menolak untuk Menyerah!”

  1. Gifi ybh.,
    Thx a lot atas pencerahannya. Yah kehancuran suatu regime memang sesuai sunatullah bahwasanya kejayaan bangsa2 akan selalu dipergilirkan oleh YMK.Bisa jadi suatu saat giliran bangsa kita. It’s a nice article to read, thx yah.Gitu Gif.
    MESir

    Posted by Oq Siregar | Juli 5, 2009, 10:18 am
    • Dear Bang Mulya,
      Mudah2an demikian suatu saat bangsa ini bisa mencapai kebesarannya dengan segala kebersahajaannya dan keberkahannya, tapi mungkin karena saya lemah sejauh memandang bangsa ini masih harus melalui babak-babak pendahuluan sebelum sampai pada fase yang diidamkan, terima kasih
      ghifi

      Posted by ghifi | Juli 5, 2009, 11:18 am
  2. Assalamu’alaikum..

    selama masih ada yang berjuang di jalan-Nya seperti yang saat ini sedang dan akan terus dilakukan oleh saudara2 kita di Tanah air. insya Allah.. saya optimis bangsa ini bisa meraih kejayaan yang hakiki.

    nice artikel,

    salam ukhuwah

    Posted by isyaratpena | Juli 5, 2009, 11:26 am
  3. Assalamu alaikum,

    terima kasih atas info yg bermanfaat di blog ini. mohon izinnya untuk bisa mengutip, share dg ttp mencantumkan asal tulisan utk pribadi atopun untuk umum. sangat bagus untuk perenungan.

    Assalamu alaikum,

    santi

    Posted by santi | September 26, 2010, 9:42 pm
    • Alaikumussalam wr. wb.

      Dear Ibu Santi,

      Silakan saja Ibu, hal tersebut menjadi kehormatan bagi Saya karena semakin banyak teman2 yang membaca semakin bermanfaat tulisan tersebut.

      Salam,
      Ghifi

      Posted by ghifi | September 27, 2010, 7:54 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.