//
you're reading...
economcis, Filosofi Ekonomi, kebijakan sosial, kemasyarakatan, Leadership dan Management, life, Religious perspective, Tadabbur

Makna Kemerdekaan

Assalammu’alaikum wr. wb.

Ketika sholat jum’at penulis mendengarkan khatib yang kebetulan pada waktu itu adalah Uztad Ahmad Satori Ismail, walaupun ceramah cukup singkat namun maknanya sangat dalam dan membekas di dalam diri penulis.  Barangkali ceramah seperti ini seharusnya sangat menginspirasi pemimpin dan rakyat negara tercinta ini untuk keluar dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang besar dan terhormat.

benderaBeliau memaparkan sejarah (sirah)  kerasulan Muhammad Saw. dan mengatakan bahwa kemerdakaan adalah seharusnya dalam segala aspek, termasuk aspek politik dan ekonomi.  Bahkan ketika itu Rasulullah Saw. melihat masyarakat muslim pergi ke pasar yang ketika itu dikuasai oleh kaum Yahudi, kemudian Beliau memerintahkan untuk membangun pasarnya sendiri.

Pada suatu waktu ketika musim kemarau datang, air biasanya sulit untuk didapat dan ketika itu ada satu sumur di kota Madinah yang kebetulan juga milik kaum yahudi yang tidak pernah kering, sehingga masyarakat harus rela mengantre seperti mengantre BLT setiap hari dan harus membayar sejumlah uang kepada si pemilik.  Melihat kondisi seperti ini Rasulullah saw., prihatin dan beliau bersabda,”Wahai Saudara-Saudaraku barangsiapa yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu dan disumbangkan kepada umat maka akan mendapatkan surganya Allah Swt!”

Ketika para sahabat mendengar sabda itu yang pertama kali terhentak untuk bisa merebut sumur tersebut adalah sahabat Utsman bin Affan r.a. yang memang beliau adalah saudagar yang kaya dan cerdik.  Beliau langsung mendatangi orang yahudi tersebut dan karena yang ada dalam pikiran Utsman r.a. bahwa yang didapat adalah Surga maka beliau berniat membayar berapapun yang diminta oleh si pemilik dan akan memberikan kepada umat secara ‘gratis‘ karena seyogyanya air  memang gratis.

Singkat cerita, sang pemilik tidak mau menyerahkan propertinya karena sumur air tersebut merupakan sumber pendapatan hariannya.  Bahkan ketika Utsman r.a. menawar harga hingga 3(tiga) kali dari harga pasar, sama sekali hal tersebut tidak digubris oleh sang pemilik.  Terpaksalah pada hari itu sahabat Utsman r.a. pulang dengan tangan hampa.  Tetapi Sahabat yang cerdik ini hari berikutnya kembali lagi tentunya membawa proposal lainnya. Beliau berkata kepada sang pemilik “Bagaimana kalau Saya membeli separo sumur Anda? Dengan begitu Engkau masih memiliki sumber pendapatan dan mendapatkan uang yang banyak!” Sang pemilik berkata, “Bagaimana caranya membagi menjadi separo?”  Sahabat mengatakan,”Yang saya maksud dengan saparo adalah hari ini sumur ini milik Saya besok sumur ini milik Anda dan begitu seterusnya!” Sang pemilik berpikir sebentar dan akhirnya setuju atas proposal Utsman r.a.

Begitu sudah sepakat dan kontrak pembelian ditandatangani segera saja sahabat Utsman r.a. mengumumkan kepada umat muslim bahwa Beliau sudah membeli separo dari sumur, dan masyarakat bisa mengambil air gratis tetapi karena baru separo, sahabat Utsman r.a. mengatakan bahwa kalau bisa pada saat sumur tersebut menjadi menjadi miliknya sebisa mungkin mengambil air untuk persediaan dua hari sehingga masyarakat tidak perlu membayar untuk hari berikutnya.  Sehingga begitulah akhirnya, masyarakat mengambil air untuk persediaan dua hari.  Dan ketika giliran pemilik yang separo lagi, orang yahudi tersebut langsung bingung mengapa orang Muslim yang biasanya mengantre, hari tersebut tidak terlihat ada yang mengambil air, dan setelah berlangsung selama sebulan maka kembali datanglah Ustman bin Affan r.a. untuk menawarkan pembelian separuh properti orang Yahudi tersebut dari pada dia tidak mendapatkan uang sama sekali.  Dan akhir cerita sahabat Ustman berhasil membebaskan ketergantungan umat dari air.

Sejarah tersebut seharusnya juga menginspirasi kita untuk mendapatkan kebebasan umat secara ekonomi, politik dan sosial.  Negara ini masih sangat tergantung dari pihak-pihak luar padahal sumber daya begitu kaya dan jumlah penduduk begitu potensial.  Tentunya hal ini tidak bisa disalahkan pada pemimpin di masa lalu saja, bisa jadi pemimpin kita juga memiliki keterbatasan, namun di luar itu semua dari kita harus berpikiran bahwa keuntungan jangka panjang dapat diraih bersama ketika “keuntungan” ini adalah kemasalahatan jangka panjang, dan bukan keuntungan jangka pendek (baca: bottom line).

Bangsa ini memerankan peranan yang luar biasa penting, beberapa kali Presiden Barack Obama menyatakan ingin berkunjung ke Indonesia di bulan November 2009 ini karena Beliau membaca bahwa Indonesia yang memiliki jumlah populasi muslim terbesar di dunia dan terkenal dengan Muslim yang moderat serta dapat menghargai serta sangat toleran dengan agama lain, bisa menjadi contoh bagi dunia terutama karena dunia ini sedang dilanda oleh konflik civilization yang besar khususnya dunia Muslim dan barat, terutama di bidang sosial, politik dan ekonomi.  Presiden Barack Obama melihat bahwa kekayaan seni budaya baik yang tradisional maupun kontemporer bisa membawa kedekatan antara dua budaya yang sedang berkonflik (sumber: project syndicate)

Mudah-mudahan kemerdekaan bangsa ini mendapatkan keberkahan dari Allah Swt. dan rakyatnya terbuka matanya untuk memahami makna hakiki dari kemerdekaan yaitu kemerdakaan dalam segala hal, dan pada akhirnya diri Kita sendirilah yang menentukan arah kemana bangsa ini akan pergi dan posisi bangsa ini ketika berdiri dan bersanding sejajar serta mendapatkan kehormatan dari bangsa-bangsa lain karena budaya toleran dan saling menghargai yang merupakan  fondasi utama karakter bangsa ini, dan bisa jadi salah satu modal kekuatan untuk mandiri dan memberikan kontribusinya kepada dunia.

Merdeka!!!

Wallahua’lam bishowaab

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.