Travelling ke Akherat – Alam Barzah & Tanda-Tanda Kematian Bag. II

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Travelling biasanya membutuhkan perencanaan dan persiapan matang misalnya apakah diperlukan passport, visa terutama untuk perjalanan ke luar negeri,  berapa uang yang akan kita gunakan untuk kebutuhan selama travelling, berapa banyak bawaan yang diperlukan, di sana akan tinggal di mana, dan banyak lagi.  Walaupun begitu semakin dekat dengan hari H, semakin kita merasa tidak bisa menunggu (baca: excited).

Analogi di atas juga sama dengan travelling ke akherat, karena salah satu tanda travelling ke akherat yaitu ketika maut menjemput, yang menjadi pertanyaan sudah siapkah kita dengan perencanaan dan persiapan yang baik, sudah siapkah perbekalan yang akan kita perlukan pada saat travelling dengan one way trip benar-benar menjemput (baca: amal kebaikan), apakah kita tahu bakal tinggal di mana nanti? Apakah kita merasa takut, atau excited atau barangkali malah belum terpikir sama sekali ternyata kita sudah dekat dengan hari yang mau tak mau akan menjemput tersebut.

Mari kita lihat beberapa terminologi kematian di dalam Qur’an. Sering kita temui kata-kata wafat (يَتَوَفَّى ) yang didefinisikan sebagai kematian bisa kita temui di QS. Sajadah ayat 11, QS. Al An’am ayat 60, dan QS. Az-Zumar ayat 48. Kata wafat dipakai untuk tidur di dalam surat Al An’am, dan Az-Zumar, kata mati dalam doa mau tidur,  juga dipakai untuk tidur.

Maka kalau kita melihat orang tidur, sama dengan melihat orang mati bedanya ia masih bangun kembali.  Ketidakberdayaan manusia dalam tidurnya sama seperti ketidakberdayaan ketika Ia mati. Deep thinking inilah yang menjadikan tidur adalah peringatan kematian.


Qur’an Menjawab Secara Ilmiah

Mari kita simak QS. Huud ayat 7: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

Ayat di atas banyaknya manusia yang mempertanyakan adanya hari kebangkitan setelah kematian, seakan-akan ini hanyalah sihir !!

Namun pertanyaan mengenai keyakinan atau keimanan terhadap hari kebangkitan (hari akhirat) dapat dijawab dengan ilmiah, mari coba kita telaah beberapa surat di Al-Qur’an  yang memiliki tema Penciptaan yang II ( hari akhirat ) setelah penciptaan I ( dunia sekarang ini ). Salah satunya Surat Al-Waqi’ah

Bagaimana tidak yakin akan penciptaan II sementara Allah swt sudah membuktikan adanya penciptaan I ?.
Lihatlah asal usul manusia dari setetes air mani ! Ayat 57-58 !, bukankah itu terbukti kekuasaan Allah swt menciptakan manusia, pada penciptaan I ? SEHARUSNYA MENGAMBIL PELAJARAN DARI asal usul manusia (ayat 62).

Lihat tanaman tanaman yang manusia tanam (63,64,65). Bagaimana bisa mempertanyakan kekuasaan Allah tentang penciptaan II ?
Lihat air yang kita minum !. Air yang diturunkan dari langit. Adanya air tawar dan asin. Kekuasaan Allah Yang mencipta pada penciptaan I ini adalah bukti kemampuan Allah menghidupkan penciptaan II.
Api yang keluar dari tumbuh-tumbuhan, sementara tumbuh-tumbuhan adalah mengandung air, bagaimana mempertanyakan kekuasaan Allah sementara sudah terbukti api dapat keluar dari tumbuh-tumbuhan (ayat 71-72 )

Surat yang lain yang membahas hal yang sama dapat ditemui di ‘Surat Al Isra

“Lihatlah kekuasaan Allah dalam penciptaan I , lihat langit bagaimana dahsyatnya ! Lihat pula bumi yang terhampar dengan segala jenis ciptaan Allah !! Apakah kita masih juga mempertanyaan Kemampuan Allah menciptakan penciptaan II ? (ayat 99)”

Menyimak Surat lainnya di ‘Surat Yasiin

Lihatlah manusia diciptakan dari setetes air mani ! Lalu ia menjadi pembantah ! (ayat 77) Bagaimana manusia tidak melihat kehidupan alam semesta sekarang ini ( penciptaan pertama ) betapa Allah Maha Kuasa, mengapa manusia masih meragukan kekuasaan Allah untuk penciptaan II ? ( ayat 79 )
Menciptakan api dari kayu, padahal awalnya kayu itu hijau yang banyak mengandung air, kekuasaan Allah menjadikan api dari kayu, apakah manusia tidak melihat bagaimana kekuasaan Allah swt ?. Tiada yang mustahil bagi Allah ( ayat 80 )
Lihatlah ciptaan Allah swt di langit dan dibumi ? Masihkan manusia mengingkari kekuasaan Allah , Dialah Sang Maha Pencipta segala makhlukNya. (ayat 81 ).
Dari sini kita harus yakin, bila Allah berkehendak, pasti terjadi !.

Surat Al Hajj berbicara mengenai proses penciptaan :

  1. Lihatlah (ayat 5) proses kejadian manusia , dari mana diciptakan, proses dalam rahim sampai menjadi bayi hingga dewasa. Lihatlah tubuh kita sekarang ini, yang telah mengalami proses panjang.  Tubuh yang berubah rubah dan itu semua tanda Kekuasaan Allah swt
  2. Ada yang masih hidup sehingga masa tua, ada yang meninggal dunia dan lain lain, inipun tanda kekuasaan Allah swt. (ayat 5)
  3. Lihatlah bumi yang kering, lalu Allah menurunkan air hujan, menumbuhkan berbagai macam makhluk hidup !! Diantaranya tumbuh-tumbuhan. Bukankah ini bukti tanda kekuasaan Allah swt. Bagaimana kita mempertanyakan kekuasaanNya dalam menghidupkan dari yang mati !!. ( ayat 5 )
  4. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah Yang Menghidupkan semua dari yang mati. ( ayat 6 )

‘Surat Qoof ‘menandaskan lebih jauh:

  • Lihatlah langit yang ditinggikan Allah sangat luas dan sangat indah. Allah Yang Menciptakan dan Menghiasinya. Tiada setitikpun keretakan. (ayat 6 ).
  • Lihatlah semua yang ada diatas hamparan bumi. Lihatlah gunung gunung yang mengokohkan bumi sebagai pemancang, lalu lihat tumbuh-tumbuhan yang sangat menarik ! Sangat indah dipandang mata. (ayat 7 ) . Bahkan dalam ayat 8 kita harus menjadikan PELAJARAN dan PERINGATAN bagi kita semua !! Bahwa Allah Maha Kuasa.
  • Ayat 9-10 menjelaskan bahwa Allah Kuasa menghidupkan yang telah mati, lihatlah air hujan yang diturunkan lalu menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Buah buahan yang sangat banyak !. Lalu ditutup dengan ayat 11, DEMIKIANLAH Allah kuasa untuk Membangkitkan manusia yang telah mati !!. Seperti tanah yang kering mati bisa hidup dengan air. !

Dilanjutkan oleh Surat Al-’Araaf:

  1. Lihatlah angin yang digerakkan Allah, membawa awan mendung dihalau ke daerah tandus lalu dihidupkan dengan air hujan, tumbuh-tumbuhan !! Yang mengeluarkan berbagai macam buah buahan !…( ayat 57 ).. Ujung ayat ini menekankan : AGAR MENGAMBIL PELAJARAN dari ini semua BUKTI ADANYA HARI KEBANGKITAN !!.
  2. Pada ayat 58 ; menunjukkan macam macam yang tumbuh. Ada yang tumbuh baik, dari tanah yang subur, ada yang tumbuh tidak baik. Ini semua hanya tanda kebesaran Allah swt.

(Sayangnya ayat ini (baca: ayat 57) tidak dijadikan pelajaran bahkan sampai disekolah-sekolahpun tidak ada !)

Surat Nuh:

  1. Lihatlah proses manusia dari setetes air .. Proses dalam rahim.. Dan seterusnya.. Ini adalah bukti Kekuasaan Allah swt. (ayat 14)
  2. Lihat langit yang tinggi dan bertingkat-tingkat. ( Ayat 15 )
  3. Lihat bulan dan matahari , cahaya yang terpancar dari keduanya, inilah kekuasaan Allah swt ( ayat 16 )
  4. Pada ayat 18, dijelaskan sangat mudah bagi Allah membangkitkan manusia setelah kematiannya, mengeluarkan manusia dari tanah.

Peringatan Kematian Setiap Saat

Mari kita simak QS Al Hadid ayat 20:

QS AL-HADID
‘ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.’

  • Peringatan bahwa kita akan mengalami kematian.
  • Lihatlah dengan deep thinking, seluruh kehidupan manusia penuh dengan permainan, perhiasan, saling bangga, saling memamerkan. Itu semua hanyalah laksana tumbuh tumbuhan ;
  • Yaitu : awalnya proses tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan buah/bunga dan lain lain, sangat memukau. Tapi lihat proses selanjutnya dengan DEEP THINKING… akan layu dan hancur… itulah kita.
  • Setiap saat kita melihat tumbuh-tumbuhan, yang subur, yang indah dipandang termasuk buah buahan dan lain sebagainya. Ada juga yang layu, kering dan mati. Ini semua PERINGATAN KEMATIAN.
  • MANUSIA sering LUPA, karena sudah diingatkan bahwa KEHIDUPAN DUNIA MENIPU DAN MELALAIKAN sehingga lupa kematian.

Keyakinan yang Tidak Berubah

  • Semua yakin, pasti ada kematian. Tapi kita tidak  melihat kebanyakan orang untuk mempersiapkannya !.
  • Semua kita yakin, adanya sorga. Tapi kita tidak melihat kebanyakan kita untuk berlomba melakukan sesuatu untuk menggapainya.
  • Semua kita yakin adanya neraka. Tapi kita tidak ada rasa takut dan tidak peduli akan dikuasai nafsunya.
  • Tapi kita sering bersedih karena hal duniawi dan bangga akan hal duniawi.

Dalam QS Al Munafiqun ayat 10-11:

  • ayat 10: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”
  • ayat 11:  Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Intisari Kajian

  • Kematian yang sudah pasti, selalu dilupakan hanya karena kita tidak mengikuti petunjuk Al-Quran, bahwa apa yang kita lihat disekitar kita, adalah tanda kematian dari Allah. Deep thinking terhadap tumbuh-tumbuhan,buah-buahan yang segar, laksana kita akan dibangkitkan pada hari kiamat. Deep thinking terhadap yang layu dan membusuk, itu adalah kita yang akan mengalami kematian. Ini pelajaran yang harus diambil seperti pesan Al-Quran. Termasuk tidur kita adalah tanda kematian yang kita lupakan !!
  • Kematian yang dilupakan, juga karena kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Diingatkan oleh alquran bahwa dunia akan menipu dan memperdayakan kita. Justru kita melupakan peringatakan dari Allah swt.

Wallahu a’lam bishowaab

Insya Allah bersambung…

Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

Tulis sebuah Komentar