//
you're reading...
edukasi, renungan

Travelling Ke Akherat – Alam Barzah Revisited Bag. 5

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Berbicara mengenai alam barzah, pagi ini saya menghadiri pemakaman paman dari istri saya yang dipanggil oleh-Nya karena mengalami gagal ginjal dan hanya masuk rumah sakit semalam, paginya menghadap kepada-Nya.  Tidak banyak terlihat kesedihan di dalam keluarga paman saya itu, sepertinya tidak ada anggota keluarga yang merasa kehilangan, tidak banyak teman-teman almarhum yang terlihat melayat, namun tentu saja hal itu tidak penting karena yang terpenting saya sudah mensholatkan dan mendoakannya. Saya paham benar paman saya bisa mendengar semua percakapan, doa, dan orang-orang yang mengantarkan ke peristirahan terakhir.  Mudah2an semua amalan almarhum yang baik diterima di sisi-Nya, dan mudah2an Allah Swt. mengampuni segala dosa2nya dan diberika kemudahan di alam kubur, amien

Seperti ingin mengambil inti sari yaitu setelah kita berbicarakan mengenai Alam Barzah, selalu  dimulai dari kehidupan di dunia, tanda-tanda kematian, sampai kepada kematian itu sendiri, dan kehidupan setalah mati.  Perjalanan begitu panjang namun bagi yang hidup sepertinya punya begitu banyak hal menjadi tugas kita sebagai seorang khalifah di muka bumi, karena dunia ini diwariskan kepada orang-orang yang bertaqwa dan menjadi kewajiban kita untuk membangun kebahagiaan hidup di dunia, sehingga semakin terasa ada korelasiantara akhirat dan dunia melalui amal-amal kita yang selama ini kita lakukan.  Tentunya hal ini tidak terlalu terlihat jelas hari ini karena kita masih hidup, tunggu sampai setelah nanti kita mengalami kehidupan di alam barzah.

Barangkali kesalahan mendasar yang seringkali terjadi adalah pendidikan agama Islam ditambah dengan budaya doktrin serta tidak adanya budaya Iqro’ sehingga seringkali kita lupa atau tidak meyakini bahkan tidak percaya dengan adanya hari akhir. Budaya Iqro’ memang harus dimulai sejak dini, sejak kanak-kanak, karena adalah menjadi tugas orang tua untuk mendidik anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah sehingga tidak saja anak-anak ini menjadi berguna bagi umat tapi sudah menjadi tanggung jawab kita (baca: amanah) untuk mendidik anak-anak kita berdasarkan Islam, dan mereka akan menjadi aset yaitu melalui doa anak yang sholeh yang akan memberikan cahaya ketika kita berada di alam barzah

Di bagian kedua kita banyak berbicara mengenai tanda-tanda kematian melalui banyak ayat Quran yang mengupas mengenai penciptaan Allah Swt yaitu pencipataan dunia dan penciptaan akherat, bahkan nanti kita lihat ada bumi dan langit baru yang akan diciptakan.  Bukti-bukti seperti bumi yang kering lalu tumbuhlah tanam-tanaman dan makhluk hidup lainnya.  Penciptaan manusia dari sel-sel yang bertumbuh dan berubah-ubah sesuai kehendak-Nya, memberikan pemandangan yang menakjubkan atas kebesaran-Nya.

Kehidupan juga menipu dan dapat melupakan kita pada kematian.Kita sering dibuat sedih dan bangga akan hal-hal yang bersifat duniawi. Kehidupan ini tidak sementara. Kata salah satu motivator kita, bahwa hidup fisik memang berakhir tetapi sebenarnya jiwa terus hidup dan berpindah kepada kehidupan selanjutnya.  Transisi dari kehidupan dunia kepada kehidupan alam barzah sangat dahsyat (baca: sakaratul maut) yaitu kepedihan saat nyawa dicabut, menatap malaikat pencabut nyawa dan yang lebih penting lagi menatap masa depan kita.  Kita tetap harus berprasangka baik kepada Allah Swt. selalu berdzikir dan selalu optimis karena Allah Swt. menjanjikan jannah (sorga) dan janji itu nyata.

Seperti cerita saya di atas, orang yang meninggal itu memiliki pendengaran yang lebih tajam jauh lebih tajam dari orang yang hidup, bahkan seperti media facebook & twitter di alam kubur, ruh-ruh tersebut mendapatkan status update mengenai anggota keluarganya, apabila anaknya melakukan perbuatan amalan baik, maka otomatis ruh menjadi bahagia, begitu sebaliknya ketika anak keturunannya berbuat zalim, tentunya rasa sedih yang dirasakan.  Doa anak-anak sholeh/sholihah akan menyelamatkannya dari siksa kubur dan memberikan cahaya di alam kubur.  Doa orang yang memasuki kubur juga di dengar.  ruh-ruh yang sholeh akan saling bersilaturahmi dan bahkan bisa saling menikah membangun keluarga, ada surga di dalam alam kubur. Orang-orang yang mati syahid ingin memberitahukan berita gembira kepada yang hidup bahkan mereka ingin hidup lagi untuk merasakan mati syahid lagi.

Sebentar lagi kita akan bercerita mengenai kehidupan di fase berikutnya yaitu fase kiamat dan sesudahnya.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.