Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan Bag. VI

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sudah banyak kita membahas alam kubur yang merupakan fase penantian kiamat dan kebangkitan.  Orang sholeh akan mendapatkan nikmat kubur, arwah yang dimurkai Allah Swt. akan mendapatkan adzab kubur. Coba kita hitung-hitung lagi berapa banyak kita mendengarkan kata-kata dunia (tidak secara textual tentunya) bisa dalam bentuk uang, kekayaan, kejayaan, jabatan, wanita, dan anak-anak? Dan berapa banyak kita mendengar kata-kata akhirat katakanlah dalam 1 tahun saja, bisa jadi kata-kata akhirat kita dengar cuma ketika kita sedang dalam taklim atau pengajian atau ketika kita melayat keluarga atau teman-teman yang meninggal dunia, berapa kali kita serius soal akhirat dibandingkan soal dunia dalam hidup kita setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu? Sepertinya tidak akan sebanyak  permasalahan dunia yang kita hadapi secara serius dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sudah barang tentu karena kita masih hidup di dunia semua yang terkait dengan kehidupan dunia menjadi perhatian kita, tidak ada yang salah dengan hal ini, namun akan jauh lebih bernilai apabila kita dapat melihat konektifitas antara kehidupan dan amalan di dunia dengan kehidupan setelah mati, dengan kata lain kehidupan ini seharusnya tidak melalaikan kehidupan kita setelah fase dunia.

Jangan lupa bahwa alam barzah hanyalah fase transisi antara kehidupan dunia dan sakaratul maut dengan fase kebangkitan.  Menggambarkan fase Kebangkitan kubur memang banyak melihat ayat-ayat-Nya di Al-Quran misalnya Surat AL HAAQOH:

ayat 13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]

ayat 14. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

ayat 15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

ayat 16. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

ayat 17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

ayat 18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

[1507] Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

Kemudian kita simak QS Azzumar:

ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

ayat 69. Dan terang benderanglah bumi (padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah Para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Tiupan I : kematian semuanya yang dilangit dan bumi diikuti Tiupan II dimana manusia dibangkitkan di Mahsyar dan  pembagian buku catatan amalan -dan berkumpul dengan para Nabi

Kemudian kita simak QS Yasin:

ayat 49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja[1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

ayat 50. Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

ayat 51. Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka

[1269] Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini.

[1270] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.

Kemudian QS An Naml:

ayat 87. Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Juga banyak lagi seperti ayat-ayat pada surat yang lain seperti QS Al Zalzalah, QS Al Qoriah, QS Al Ghosyiyah

Bagaimana Dibangkitkan?

Mari kita simak QS Al Araf:

ayat 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran

Ayat yang begitu indah pada QS Fathir:

ayat 9. Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

Kemudian kita simak QS Qoof:

ayat 41. dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

ayat 42. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).

ayat 43. Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

ayat 44. (yaitu) pada hari bumi terbelah-belah Menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami.

Atau seperti pada QS Al Qomar dimana manusia diupamakan seperti belalang:

ayat 6. Maka berpalinglah kamu dari mereka. (ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

ayat 7. sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

ayat 8. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat.”

Kalau kita simak QS Al Zalzalah yang berbicara mengenai kondisi manusia yang beraneka ragam:

ayat 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya],3

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

1 Komentar

  1. November 10, 2009 pada 2:49 am

    [...] This post was mentioned on Twitter by ghifi, Rita T.Ghifiardi. Rita T.Ghifiardi said: Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan Bag. VI http://bit.ly/3vq0Kq #islam [...]


Tulis sebuah Komentar