Assalammu’alaikum wr. wb.
Di bagian fase akhir ini kita akan melihat bagaimana umat Rasulullah Saw. dan orang-orang kafir menjalani perjalanan terakhir menuju keabadian. Perjalanan yang panjang nan melelahkan. Hanya orang-orang yang sholeh saja yang aman dan mendapatkan kebahagiaan abadi. Masa menunggu 50.000 tahun di padang mahsyar tidak hanya mengagetkan kita semua namun juga para sahabat juga tercengang, bagaimana tidak menunggu 50.000 tahun dalam keadaan berdiri tentu tidak terasa bagaimana melelahkannya. Namun Rasul salallahu alaihi wassalam menenangkan para sahabat, beliau bersabda orang-orang yang beriman merasakan masa menunggu itu hanya seperti melaksanakan rukun satu waktu shalat wajib yaitu berwudhu, menunggu shalat, hingga selesai shalat yang mungkin kira-kira hanya 20 s.d 30 menit maksimum.
Namun ketika kita menyaksikan apa yang disebut hari akhir versi orang barat, Apocalypse misalnya kita mengikuti fenomena film 2012 yang mendefinisikan the end of the world adalah fase evolusi melalui fase multi catastrophes tetapi masih ada survivors. Dan lebih menggelitik lagi survivornya adalah orang-orang yang berduit. Orang-orang barat tidak bisa menerima adanya kehadiran hari pembalasan. Menurut Firman Allah Azza Wa jalla di QS Azzumar:
ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).
Sudah jelas bahwa yang dinamakan kiamat adalah kematian semua makhluk kecuali yang dikehendaki-Nya dalam hal ini malaikat pencabut nyawa dan malaikat peniup sangkakala. Malaikat pencabut nyawa akan dicabut nyawanya oleh Allah Swt. dan malaikat peniup sangkakala akan tetap hidup karena harus meniupkan sangkakalanya untuk kedua kalinya memasuki hari kebangkitan.
Tanggal 21 Desember tahun 2012 yang diambil dari kalender suku Maya padahal menurut Islam kapan hari kiamat itu terjadi adalah rahasia Allahu ta’ala. Tidak ada satu pun yang tahu, kalaupun ada itu hanya tanda-tanda kiamat baik kecil maupun yang besar. Kematian itu sendiri kiamat kecil, dan kita sudah cukup banyak bicara tanda-tanda kematian.
Sebagai insan yang beriman, kita tidak boleh menganggap enteng amalan-amalan baik di dunia ini,
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.
8. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.
Seperti bisnis, amalan sholeh adalah bisnis yang menguntungkan apalagi apabila amalan tersebut seperti bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kita, ketika kita dipanggil menghadap kehadapan-Nya, amalan sholeh terus beranak pinak tanpa kita harus bekerja. Seringkali amalan ini disebut dengan amal jariyah. Misalnya kita memiliki produk atau jasa terutama yang sifatnya sosial seperti tempat-tempat pendidikan, kesehatan, dan produk atau tekonologi tepat guna, serta piranti pendukung lainnya yang akan bermanfaat walaupun si empunya sudah meninggal dunia. Ilmu yang bermanfaat, yang diamalkan tidak hanya berhenti menjadi teori, dan khalyak ramai mendapatkan menfaatnya pula. Doa ana-anak yang sholeh dan sholihah yang selalu menjadi cahaya bagi orang tuanya di alam barzah.
Tiga hal dan banyak hal yang akan dipaparkan yang dapat menyelamatkan manusia nanti di hari pembalasan. pada bagian lalu sudah banyak kita membahas keadaan kita di padang mahsyar. Kondisi manusia yang teramat berat, kemudian datanglah saat pembagian kita perbuatan seperti yang kita simak pada QS Al Insyiqooq:
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (٧)فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (٨)وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (٩)وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (١٠)فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (١١)وَيَصْلَى سَعِيرًا (١٢)
ayat 7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,
ayat 8. Maka Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,
ayat 9. Dan Dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
ayat 10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,
ayat 11. Maka Dia akan berteriak: “Celakalah aku”.
ayat 12. Dan Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
Kemudian dalam surat Al Haqooh:
ayaat 19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, Maka Dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.
ayat 20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
ayat 21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,
ayat 22. Dalam syurga yang tinggi,
ayat 23. Buah-buahannya dekat,
ayat 24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.
ayat 25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka Dia berkata: “Wahai Alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).
ayat 26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
[1508] Maksudnya: catatan amalan perbuatannya.
Wallahua’lam bi shoowaab
Insya Allah bersambung…
Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat
Diskusi
Belum ada komentar.