Assalammu’alaikum wr. wb.
Tidak terasa hari ini adalah tahun baru Hijriyah 1431 H dan sebentar lagi kita memasuki tahun baru Masehi 2010 juga akan menghampiri kita. Penulis melihat beberapa tulisan dari orang-orang besar
Salah satu tema tahun 2010 adalah Connected diambil dari tulisan Jacqueline Novogratz:
Harga diri (Dignity) atau juga sering disebut dengan kesetaraan lebih berharga daripada kekayaan. Akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membuat warga di dunia ini menjadi warga yang kaya raya, akan tetapi kita bisa membantu mereka mendapatkan harga diri (jika kita memilih melakukan hal tersebut di tahun 2010). Harga diri datang dari niat kita dalam mencapai cita-cita serta mendapatkan penghargaan dari keluarga, teman-teman kita, dan masyarakat di sekitar kita.
Seorang petani yang dapat memberi makan keluarganya dan mempunyai cukup uang untuk mengirim anaknya ke sekolah akan mendapatkan penghargaan dari masyarakat di desanya, namun yang lebih penting adalah hal ini ternyata membuat suatu keterkaitan (connection) dengan diri kita.
Seringkali kita melihat, mendengar melalui berbagai media, ternyata jauh lebih mudah mengambil harga diri seseorang dibandingkan dengan memberikannya kepada mereka. Di tulisan saya sebelumnya mengajari kita bagaimana seluruh dunia ini terkait yaitu seorang PSK di daerah kumuh di Nairobi Kenya merupakan figur yang penting di dalam hidup kita seperti juga seorang kurir pos di kota kita. Dan di dunia dimana saling terkait, sesuatu hal yang dapat kita lakukan terhadap orang lain adalah memperlakukan rekan-rekan kita setara.
Memberi makan kepada orang miskin barangkali akan membantu mereka hidup satu hari lebih lama namun hal tersebut tidak memberikan kesetaraan atau harga diri, dan ada jalan lain yang lebih baik yaitu memberikan jalan kepada orang lain untuk menyelesaikan permasalahan mereka, tidak hanya hal ini menjadi sebuah resolusi di tahun 2010 namun sejatinya sudah menjadi kewajiban bagi kita. (Jacqueline Novogratz atau penggagas Acumen Fund dan penulis The Blue Sweater).
Tulisan lainnya dengan tema gelombang (Ripple) dari John Wood:
Pendidikan memiliki efek domino (ripple). Sedikit saja dapat memberikan gelombang kesempatan yang memungkinkan hal-hal mulia dan menimbulkan hal-hal baru. Jika kita memiliki sistem pendidikan yang benar, kita akan mendapatkan banyak hal juga benar, misalnya pendidikan dapat mengeradikasi kemiskinan, memberikan program kesehatan keluarga yang lebih baik, dan memungkinkan meningkatnya status wanita. Mengedukasi wanita, maka dia akan memberikan edukasi kepada anaknya dan keturunan-keturunan berikutnya.
Namun melihat jutaan anak-anak di negara berkembang hari ini, gelombang ini serpertinya tidak pernah dimulai. Malahan masyarakat negara berkembang terjebak ke dalam kemiskinan. Menurut kata-kata seorang kepala sekolah yang saya temui di Nepal: “Kami terlalu miskin untuk mendapatkan pendidikan, namun sampai kami mendapatkan pendidikan, kami akan selalu miskin.” Itulah makanya 300 juta anak-anak di negara berkembang setiap hari bangun pagi dan tidak pergi ke sekolah, dan ada sekitar 750 juta orang di negara berkembang yang tidak bisa membaca dan menulis, yang lebih menyentuh hati adalah 2/3 dari jumlah tersebut adalah anak perempuan.
Saya memimpikan sebuah dunia dimana kita dapat merubahnya, sebuah dunia dengan seribu sekolah baru dan puluhan ribu perpustakaan dimana setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama. Waktu terbaik untuk menanam pohon itu adalah 20 tahun lalu, dan waktu kedua terbaik adalah hari ini. (John Wood adalah penggagas ide Room to Read yang telah membangun 850 unit sekolah dan membuka 7500 perpustakaan kepada 3 juta anak. Dia adalah penulis “Leaving Microsoft to Change the World”)
Mungkin ide-ide besar resolusi di atas sebenarnya ada yang mudah dan ada yang bagi sebagian kita sulit untuk dicapai (karena tidak ada yang semudah membalikkan tangan), saya sudah terlalu sering melihat anak manusia yang menyia-nyiakan waktunya untuk berselisih masalah-masalah yang tidak perlu diselisihkan atau seorang anak manusia yang harus mati muda (doa saya: mudah-mudahan hidupnya telah memberikan perubahan positif).
Akan tetapi yang terpenting adalah spirit bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita sebagai anak manusia meyakini bahwa kita diciptakan untuk menjadi rahmatan lil alamin (rahmat bagi seluruh alam) dan sekecil apapun kontribusi kita namun apabila itu mulia maka hidup kita sudah bermanfaat menyumbangkan kontribusi tersendiri bagi kehidupan.
Pertanyaanya: Apakah Resolusi Baru Kita di Tahun 2010?
Wallahua’lam bishowaab.
Diskusi
Trackbacks/Pingbacks
Ping-balik: Tweets that mention Apa yang Terpenting Sekarang – Resolusi Baru Tahun 2010 « iGhifi Blog -- Topsy.com - Desember 19, 2009