//
you're reading...
filosofi, life, personal diary, renungan

My Jihad My Way of Peace – Mengapa Kita Melakukan Apa Yang Kita Lakukan Bag. II

Assalammu’alaikum wr. wb.

Seringkali saya sendiri selalu merasa uh…oh… saya tidak punya ini, si fulan khan kaya raya, saya khan tidak cukup pandai, saya tidak cukup kompeten, saya cuma seorang rakyat biasa, tidak punya koneksi dan lain-lain.

Seperti berbagai macam kebutuhan yang mereka katakan mereka butuhkan. Menurut saya hal itu alami saja, saya tentunya berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak dan keluarga saya.  Anda berikan mereka misalnya tidak hanya komputer yang berharga Rp 1 juta, Anda berikan komputer terbaik.  Anda berikan mereka cinta, dan kebahagiaan.  Anda di sana untuk membuat batin mereka tenang. Sepertinya sebagian dari kita mendapatkannya namun tentunya sebagian lain tidak.  Dan orang-orang itu sering kali, beberapa dari mereka, Anda mengenalnya termasuk Saya.  Saya yakin akhir dari hidup mereka dengan semua cinta ini, pendidikan, uang dan latar belakang, mempergunakan kehidupan mereka yang berakhir dengan masuk dan keluar ruang rehabilitasi, sayangnya.

Di lain pihak, Anda menemui orang-orang yang melewati perjalan hidup yang dengan perjuangan yang sangat berat, secara psikis, harus mengalami perlakuan kekerasan baik seksual maupun emosional, tidak mendapatkan bekal pendidikan spiritual.  Walaupun tidak selalu  namun seringkali mereka-mereka inilah menjadi manusia yang berkontribusi terbanyak kepada masyarakat.

Jadi pertanyaannya yang harus Anda tanyakan pada diri Anda sendiri adalah, apakah itu ya? Apa yang membentuk diri kita? Dan kita hidup di dalam budaya terapi / penyembuhan.  Sebagian besar kita tidak melakukannya, namun budaya kita adalah budaya terapi / penyembuhan.  Dan yang Saya maksud budaya terapi adalah pola pikir bahwa kita adalah masa lalu.   Anda tidak akan berada di sini jika Anda mempercayai teori ini.

Tetapi sebagian besar dari masyarakat berfikir biography adalah takdir.  masa lalu sama degan masa depan.  Dan tentunya hal ini benar jika Anda hidup di sana.  Akan tetapi apa yang kita ketahui dan apa yang dapat mengingatkan kita karena Anda dapat mengetahui sesuatu secara cerdas, Anda dapat tahu apa yang dapat dilakukan dan kemudian tidak menggunakannya, tidak mengaplikasikannya.  Jadi sesungguhnya kita akan mengingatkan diri kita sendiri bahwa keputusan adalah kekuasaan yang sungguh kuat.  Itu bukanlah yang sebenarnya.  Sekarang ketika Anda bertanya kepada orang lain Anda tahu apakah Anda sudah gagal mencapai sesuatu? Berapa banyak yang telah gagal mencapai sesuatu yang sangat berarti di dalam hidup Anda? Katakanlah: Aye

Namun ketika Anda bertanya kepada orang lain mengapa Anda tidak dapat mencapai sesuatu? Seseorang yang bekerja untuk Anda, atau seorang partner, atau barangkali Anda sendiri.  Ketika Anda gagal mencapai cita-cita, apa alasan orang-orang mengapa mereka gagal? Apa yang mereka katakan kepada Anda?

Tidak punya, tidak cukup tahu, tidak punya ilmu. Tidak punya uang, tidak punya waktu, tidak punya teknologi, Anda tahu Saya tidak memiliki manager yang baik, tidak punya…

Dan…dan…apakah semua itu memiliki kesamaan? Mereka merupakan sebuah asumsi bahwa Anda tidak memiliki sumber daya yang Anda butuhkan, dan Anda bisa jadi akurat. Mungkin Anda tidak punya uang, tapi hal tersebut bukan faktor penentu.  Dan tolong koreksi Saya ketika Saya salah.  Faktor yang penentu bukanlah sumber daya, namun adalah kemampuan untuk menemukan cara menyelesaikan permasalahan dan yang Saya maksud lebih spesifik daripada hanya sebuah frase yaitu ketika Anda punya emosi, emosi manusia, sesuatu yang menurut pengalaman Saya dari Anda satu hari sebelumnya pada sebuah level yang hebat sesuai dengan pengalaman Saya, dan jika Anda mengkomunikasikan dengan emosi tersebut, Saya percaya bahwa Anda akan mengalahkannya dan menang.

Namun seberapa mudah bagi Saya memberitahu dirinya apa yang dia harus lakukan.  Namun Saya tahu ketika Saya menonton pertunjukan perdebatan (sebagai contoh), ada sebuah emosi yang melakukan blocking pada kemampuan orang untuk mendapatkan kemampuan intelek beserta kapasitasnya.  Dan caranya mempengaruhi beberapa orang pada hari itu karena Saya mengetahui orang yang menginginkan dukungan pada arah Anda tetapi tidak melakukannya, dan Saya sedih namun ada emosi di sana.  Berapa banyak dari Anda yang memahami perkataan Saya? Katakan: Aye

Jadi emosikah? Dan jika kita mendapatkan emosi yang tepat, kita dapat membuat diri kita untuk mencapai apa saja.  Kita dapat melakukannya. Dan jika Anda cukup kreatif, tahu cara bermain, cukup senang apakah Anda dapat melakukannya? Ya atau Tidak?

Jika Anda tidak punya uang, tapi Anda kreatif dan cukup percaya diri Anda akan menemukan jalannya.  Jadi, ini adalah sumber daya utama. Bisa jadi ini bukanlah cerita yang diceritakan oleh orang kebanyakan? Cerita yang diceritakan kepada kita adalah banyak cerita-cerita lain.  Mereka menceritakan bahwa kita tidak punya kemampuan (baca; sumber daya), tetapi apa yang menentukan kemampuan Anda? Kita bilang keputusan membentuk takdir. Dan ini menjadi fokus Saya hari ini.  Jika keputusan-keputusan menentukan takdir apa yang menentukan adalah 3(tiga) keputusan.  Apa yang akan Anda fokuskan? Sekarang Anda harus menentukan apa  yang Anda ingin fokuskan.  Sekarang secara sadar atau tidak sadar 1(satu) menit Anda menentukan fokus pada sesuatu Anda harus memberikan sebuah arti kepadanya dan apapun arti itu harus memberikan emosi. Apakah ini akhir atau hanya permulaan? Apakah Tuhan menghukum Saya atau memberikan berkah kepada Saya atau ini hanya permainan peruntungan? Emosi dapat membuat apa yang akan kita lakukan.

Jadi pikirkan kehidupan Anda. Keputusan-keputusan apa yang membangun takdir Anda dan hal ini terdengar berat, tapi pada 10 tahun terakhir, 15 tahun, bagaimana bagaimana keputusan-keputusan yang Anda buat yang jika Anda membuat keputusan lain, kehidupan Anda akan berubah total? Berapa orang yang berpikir tentangnya? Secara jujur apakah keputusan-kepututusan (yang ingin kita ulangi) dengan apapun konsekuensinya, untuk yang lebih baik atau lebih buruk? Katakan: ‘Aye’

Jadi pada akhirnya mungkin sesuatu keputusan kemana Anda pergi bekerja, menemukan cinta kehidupan Anda. Anda lihat mungkin itu adalah keputusan berkarir.  Saya tahu orang-orang hebat Google yang Saya lihat di sini, maksud Saya, Saya memahami bahwa keputusan mereka adalah menjual teknologi mereka pada awalnya.  Jika mereka membuat keputusan melawan membangun kebudayaan mereka sendiri? Bagaimana dunia akan berbeda? Bagaimana hidup mereka bisa berbeda? Pengaruh yang ditimbulkan oleh mereka? Sajarah dari dunia kita adalah keputusan-keputusan ini.

Yaitu ketika seorang wanita berdiri dan berkata” Saya tidak akan duduk di belakang tempat duduk di Bis” dia tidak hanya memberikan pengaruh dalam hidupnya.  Keputusan itu merubah budaya kita.  Atau seseorang berdiri di depan sebuah tank atau dalam posisi seperti Lance Amstrong dan seseorang berkata kepada Anda” Anda memiliki cancer testicular” ini sangat berat bagi laki-laki apalagi mengendarai sepeda.  Anda mendapatkannya di dalam pikiran Anda. Anda mendapatkan di dalam paru-paru Anda.  Namun apakah keputusannya terhadap yang dia fokuskan?  Berbeda dari kebanyakan orang lain apa artinya? Ini bukanlah akhir tapi ini adalah permulaan.

Apa yang akan Saya lakukan? Dia keluar dan memenangkan 7(tujuh) kejuaraan yang dia tidak pernah menang sebelum mendapatkan cancer karena dia memiliki kekuatan emosional, kekuatan psychology.  Itulah perbedaan pada manusia yang Saya lihat dari sebanyak 3(tiga) juta orang yang Saya saksikan.

Saya memiliki 3(tiga) juta orang dari 80 negara yang memiliki kesempatan untuk berinteraksi selama 29 tahun terakhir.  Dan setelah beberapa waktu sebuah model menjadi terlihat jelas.  Anda melihat Amerika Selatan dan Afrika yang terhubung dengan cara tertentu.  Apakah Anda setuju? Orang lain berkata,”Hal ini terdengar tidak masuk akal.” mungkin sederhana.  Jadi apa yang membentuk seorang Lance Amstrong? Apa yang membentuk Anda? 2 (Dua) kekuatan yang tidak terlihat. Yang pertama adalah kondisi (state) / keadaan yang kita miliki.  Jadi jika Anda memiliki waktu Anda lakukan sesuatu dan setelah Anda melakukannya Anda berpikir sendiri Saya tidak percaya Saya katakan itu, begitu bodoh Saya, siapa yang sudah pernah pada kondisi tersebut? Katakan “Aye”

Apakah Anda pernah lakukan sesuatu dan setelah Anda lakukannya Anda berkata itu Saya loh! Hebat khan? Itu bukan kemampuan Anda namun keadaan (state) Anda.  Model Anda terhadap dunialah yang membangun Anda dalam jangka panjang.  Model Andalah yang menjadi filter. Itu adalah yang membuat kita dan orang lain dalam mengambil keputusan.  Ketika kita ingin memberikan pengaruh terhadap seseorang kita harus tahu apa yang sudah mempengaruhi diri mereka.  Dan terdiri dari 3(tiga) hal bahwa Saya percaya pertama apa target Anda? Apa yang Anda kejar? Yang Saya percaya bukan keinginan Anda.  Anda dapat mengejar keinginan atau tujuan.  Berapa banyak yang sudah mendapatkan sebuah tujuan atau keinginan dan berpikir apakah hal ini semua adanya? Berapa banyak yang sudah berada disana ? Katakan: Aye

Insya Allah Bersambung…lagi

Wallahua’lam bishowaab

Disadur dari pidato Tony Robbins

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

4 Tanggapan to “My Jihad My Way of Peace – Mengapa Kita Melakukan Apa Yang Kita Lakukan Bag. II”

  1. Wow,kayanya bentar lagi ada yg beralih profesi jd motivator neh :) tx Ghif,or sharing…

    Posted by Dian Milani Hakim | Februari 1, 2010, 7:58 am
  2. Alhamdulillah. Menurut saya sudah lumayan. Terus berlatih pren. Insya Allah, bisa. Aamiin. Matur nuwun nggih. Sharing ilmunya.

    Posted by Hidayat Rudyanto | Februari 1, 2010, 1:12 pm
    • maksudnya sy masih dalam tahap belajar?:) ok terima kasih atas masukannya tapi tujuannya bukan belajar menulis sih, tapi yang penting tulisannya bermanfaat dan mudah dicerna…

      Posted by ghifi | Februari 1, 2010, 5:49 pm
  3. Ghifi makasih sharingnya ya. terus terang aku ini orang yg malas baca artikel yg panjang lebar….- tapi krn kamu udah share ke aku, mau gak mau aku baca…cukup menarik u/ dibaca Ghif…

    Posted by lucia meitantri wahyuni | Februari 2, 2010, 5:14 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.