//
you're reading...
edukasi, food for tought, life, Social Networking, teknologi informasi

E-Reader apakah akan mengubah Kebiasaan membaca kita?


Assalammu’alaikum wr. wb.

Ngobrol santai bersama teman saya yang ngerti banget soal marketing research terutama terkait dengan profil book reader di Indonesia untuk mengetahui trend bisnis e-reader di Indonesia.

E-reader adalah sebuah ide bisnis buku/majalah online termasuk di dalamnya publishing yang berkembang karena adanya perangkat baru seperti Apple Ipad, Amazon kindle, dll. yang dalam waktu dekat akan membanjiri pasar terutama pasar-pasar di negara maju dan sebagian negara berkembang via yang dikenal dengan “black market”. Dalam kalau dilihat dari review, nobody can’t resist this new gadget cause it has a beautiful display especially for reading pleasure, game, dan HD video player.

Satu-satunya obstacle adalah harga yang cukup mahal buat consumer terutama di negara berkembang. Dengan berjalannya waktu tentunya harga perangkat akan turun terus apalagi begitu banyak vendor yang akan berkompetisi di luar produk Apple dan Amazon, sebentar lagi ada HP, Dell, Microsoft, Google, Asus, Blackberry, dll.

Bisnis e-reading / e-reader adalah bukanlah bisnis yang baru, namun demkian penerimaannya di level konsumen kurang begitu menggembirakan. Tetapi lebih jauh lagi adalah sebenarnya bagaimana melihat profil book reader di tanah air untuk mengetahui sebenarnya appetite orang Indonesia terutama kawula muda kita sampai sejauh mana.

Penelitian ini* dilakukan cukup singkat tetapi cukup menarik spesifik segmen konsumen generasi muda karena memang generasi ini lah yang akan menggunakan perangkat seperti Apple Ipad atau Amazon Kindle. Penelitian ini menggunakan metodologi buying process Business to Consumers (B2C) yaitu sebagai berikut:

1. Adanya kebutuhan (needs): yang fungsinya menemukan dan mengikuti trend yang terbaik

2. Mencari Informasi (Information searching): best place to hang out and to surf

3. Mengevaluasi Informasi (Information Evaluation): Referensi dari Social networking dan media informal lainnya

4. Keputusan Membeli (Buying Decision): Melakukan keputusan pembelian

5. Aktivitas setelah pembelian (Post Buying): Word of Mouth efektif melalui endorsement yang tepat via media online

Pembagian demografinya adalah sebagai berikut (mostly kids / young people)

Usia:

1. 50% antara 4 tahun s.d. 15 tahun

2. 20% antara 17 tahun s.d. 23 tahun

3. 30% Lebih dari 23 tahun

Jenis Kelamin:

1. 60% Wanita

2. 40% Pria

Domisili:

1. 70% kota besar

2. 30% tersebar di kota-kota kecil

Jenis Buku:

1. 70% pencinta buku fiksi

2. 30% pencinta buku non-fiksi

Yang menarik adalah pertimbangan anak-anak muda tersebut dalam membeli buku, mungkin ini juga menjadi refleksi bagi orang tua yang katanya sudah mendidik anak2nya wholeheartedly

1. Karena tertarik kepada nama penulis bukunya

2. Tertarik pada judul buku

3. Setelah mengetahui gambaran isi buku setelah mempertimbangkan harga

4. Karena percaya dengan nama penerbit

5. Karena tertarik pada penampilan buku: desain, sampul, kertas

6. Resensi

7. Terutama untuk buku-buku non-fiksi, karena rekomendasi entah dari guru, pimpinan, resensi, dan lain-lain.

Berdasarkan tingkat pendapatan:

1. 60% dari keluarga yang berpendapatan di atas Rp. 2.000.000, sebulan

2. 40% dari keluarga yang berpendapatan di bawah Rp. 2.000.000, sebulan

Perilaku membeli buku anak-anak muda ini, adalah sebagai berikut:

1. Mengunjungi toko buku 1 bulan sekali

2. Mengamati judul buku dari web site

3. Menyimak hasil referensi orang lain

Fact Finding Profile Book Reader Indonesia

1. Tema Fiksi menjadi acuan

2. Resensi baik formal maupun informal menjadi acuan terpenting

3. Reader tidak mencari topik tertentu tetapi mencari yang lagi ngetren “what in” dan yang tersedia di toko-toko buku/pameran

Hasil riset di atas sedikit banyak merefleksikan kebiasaan saya sendiri dengan anak saya yang memang ke toko buku paling satu kali dalam 3 (tiga) minggu / 4 (empat) minggu, itu pun saya liat anak saya kalau di Gramedia malah main game di komputer yang disediakan, kalo ke Kinokuniya /aksara baru dia tenang baca2 buku di bagian anak-anak.

Anak saya baca buku kebanyakan ketika dia sendiri (ketika temen-tamannya tidak ada) dan ketika membacakan bed time story sebelum tidur, saya sih berharap ketika dia besar Dia bisa tau judul-judul buku yang dia inginkan kelak, paling tidak dengan mengajarkan kebiasaan baca buku secara rutin walaupun tidak sering.

Kemudian saya berpikir bahwa metodologi sederhana di atas bisa dipakai juga untuk produk lain, misalnya pembelian tas-tas mahal ibu-ibu…:)

Wallahua’lam bishowaab

*Disiapkan oleh Osca

Tentang ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile and accept me with warm heart. But my family is the reason that I am here, My wife and my daughter are the most important people in my life. I hope that friends will make me rich in life and they are always there for me when I need them.

Diskusi

Satu Tanggapan to “E-Reader apakah akan mengubah Kebiasaan membaca kita?”

  1. Saya rasa e-reader akan semakin berkembang di masa yang akan datang

    Posted by Cara Membuat Facebook | September 6, 2010, 8:53 am

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 293 pengikut lainnya.