My Jihad My Way of Peace – Mengapa Kita Melakukan Apa Yang Kita Lakukan Bag. II

Assalammu’alaikum wr. wb.

Seringkali saya sendiri selalu merasa uh…oh… saya tidak punya ini, si fulan khan kaya raya, saya khan tidak cukup pandai, saya tidak cukup kompeten, saya cuma seorang rakyat biasa, tidak punya koneksi dan lain-lain.

Seperti berbagai macam kebutuhan yang mereka katakan mereka butuhkan. Menurut saya hal itu alami saja, saya tentunya berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak dan keluarga saya.  Anda berikan mereka misalnya tidak hanya komputer yang berharga Rp 1 juta, Anda berikan komputer terbaik.  Anda berikan mereka cinta, dan kebahagiaan.  Anda di sana untuk membuat batin mereka tenang. Sepertinya sebagian dari kita mendapatkannya namun tentunya sebagian lain tidak.  Dan orang-orang itu sering kali, beberapa dari mereka, Anda mengenalnya termasuk Saya.  Saya yakin akhir dari hidup mereka dengan semua cinta ini, pendidikan, uang dan latar belakang, mempergunakan kehidupan mereka yang berakhir dengan masuk dan keluar ruang rehabilitasi, sayangnya.

Di lain pihak, Anda menemui orang-orang yang melewati perjalan hidup yang dengan perjuangan yang sangat berat, secara psikis, harus mengalami perlakuan kekerasan baik seksual maupun emosional, tidak mendapatkan bekal pendidikan spiritual.  Walaupun tidak selalu  namun seringkali mereka-mereka inilah menjadi manusia yang berkontribusi terbanyak kepada masyarakat.

Jadi pertanyaannya yang harus Anda tanyakan pada diri Anda sendiri adalah, apakah itu ya? Apa yang membentuk diri kita? Dan kita hidup di dalam budaya terapi / penyembuhan.  Sebagian besar kita tidak melakukannya, namun budaya kita adalah budaya terapi / penyembuhan.  Dan yang Saya maksud budaya terapi adalah pola pikir bahwa kita adalah masa lalu.   Anda tidak akan berada di sini jika Anda mempercayai teori ini.

Tetapi sebagian besar dari masyarakat berfikir biography adalah takdir.  masa lalu sama degan masa depan.  Dan tentunya hal ini benar jika Anda hidup di sana.  Akan tetapi apa yang kita ketahui dan apa yang dapat mengingatkan kita karena Anda dapat mengetahui sesuatu secara cerdas, Anda dapat tahu apa yang dapat dilakukan dan kemudian tidak menggunakannya, tidak mengaplikasikannya.  Jadi sesungguhnya kita akan mengingatkan diri kita sendiri bahwa keputusan adalah kekuasaan yang sungguh kuat.  Itu bukanlah yang sebenarnya.  Sekarang ketika Anda bertanya kepada orang lain Anda tahu apakah Anda sudah gagal mencapai sesuatu? Berapa banyak yang telah gagal mencapai sesuatu yang sangat berarti di dalam hidup Anda? Katakanlah: Aye

Namun ketika Anda bertanya kepada orang lain mengapa Anda tidak dapat mencapai sesuatu? Seseorang yang bekerja untuk Anda, atau seorang partner, atau barangkali Anda sendiri.  Ketika Anda gagal mencapai cita-cita, apa alasan orang-orang mengapa mereka gagal? Apa yang mereka katakan kepada Anda?

Tidak punya, tidak cukup tahu, tidak punya ilmu. Tidak punya uang, tidak punya waktu, tidak punya teknologi, Anda tahu Saya tidak memiliki manager yang baik, tidak punya…

Dan…dan…apakah semua itu memiliki kesamaan? Mereka merupakan sebuah asumsi bahwa Anda tidak memiliki sumber daya yang Anda butuhkan, dan Anda bisa jadi akurat. Mungkin Anda tidak punya uang, tapi hal tersebut bukan faktor penentu.  Dan tolong koreksi Saya ketika Saya salah.  Faktor yang penentu bukanlah sumber daya, namun adalah kemampuan untuk menemukan cara menyelesaikan permasalahan dan yang Saya maksud lebih spesifik daripada hanya sebuah frase yaitu ketika Anda punya emosi, emosi manusia, sesuatu yang menurut pengalaman Saya dari Anda satu hari sebelumnya pada sebuah level yang hebat sesuai dengan pengalaman Saya, dan jika Anda mengkomunikasikan dengan emosi tersebut, Saya percaya bahwa Anda akan mengalahkannya dan menang.

Namun seberapa mudah bagi Saya memberitahu dirinya apa yang dia harus lakukan.  Namun Saya tahu ketika Saya menonton pertunjukan perdebatan (sebagai contoh), ada sebuah emosi yang melakukan blocking pada kemampuan orang untuk mendapatkan kemampuan intelek beserta kapasitasnya.  Dan caranya mempengaruhi beberapa orang pada hari itu karena Saya mengetahui orang yang menginginkan dukungan pada arah Anda tetapi tidak melakukannya, dan Saya sedih namun ada emosi di sana.  Berapa banyak dari Anda yang memahami perkataan Saya? Katakan: Aye

Jadi emosikah? Dan jika kita mendapatkan emosi yang tepat, kita dapat membuat diri kita untuk mencapai apa saja.  Kita dapat melakukannya. Dan jika Anda cukup kreatif, tahu cara bermain, cukup senang apakah Anda dapat melakukannya? Ya atau Tidak?

Jika Anda tidak punya uang, tapi Anda kreatif dan cukup percaya diri Anda akan menemukan jalannya.  Jadi, ini adalah sumber daya utama. Bisa jadi ini bukanlah cerita yang diceritakan oleh orang kebanyakan? Cerita yang diceritakan kepada kita adalah banyak cerita-cerita lain.  Mereka menceritakan bahwa kita tidak punya kemampuan (baca; sumber daya), tetapi apa yang menentukan kemampuan Anda? Kita bilang keputusan membentuk takdir. Dan ini menjadi fokus Saya hari ini.  Jika keputusan-keputusan menentukan takdir apa yang menentukan adalah 3(tiga) keputusan.  Apa yang akan Anda fokuskan? Sekarang Anda harus menentukan apa  yang Anda ingin fokuskan.  Sekarang secara sadar atau tidak sadar 1(satu) menit Anda menentukan fokus pada sesuatu Anda harus memberikan sebuah arti kepadanya dan apapun arti itu harus memberikan emosi. Apakah ini akhir atau hanya permulaan? Apakah Tuhan menghukum Saya atau memberikan berkah kepada Saya atau ini hanya permainan peruntungan? Emosi dapat membuat apa yang akan kita lakukan.

Jadi pikirkan kehidupan Anda. Keputusan-keputusan apa yang membangun takdir Anda dan hal ini terdengar berat, tapi pada 10 tahun terakhir, 15 tahun, bagaimana bagaimana keputusan-keputusan yang Anda buat yang jika Anda membuat keputusan lain, kehidupan Anda akan berubah total? Berapa orang yang berpikir tentangnya? Secara jujur apakah keputusan-kepututusan (yang ingin kita ulangi) dengan apapun konsekuensinya, untuk yang lebih baik atau lebih buruk? Katakan: ‘Aye’

Jadi pada akhirnya mungkin sesuatu keputusan kemana Anda pergi bekerja, menemukan cinta kehidupan Anda. Anda lihat mungkin itu adalah keputusan berkarir.  Saya tahu orang-orang hebat Google yang Saya lihat di sini, maksud Saya, Saya memahami bahwa keputusan mereka adalah menjual teknologi mereka pada awalnya.  Jika mereka membuat keputusan melawan membangun kebudayaan mereka sendiri? Bagaimana dunia akan berbeda? Bagaimana hidup mereka bisa berbeda? Pengaruh yang ditimbulkan oleh mereka? Sajarah dari dunia kita adalah keputusan-keputusan ini.

Yaitu ketika seorang wanita berdiri dan berkata” Saya tidak akan duduk di belakang tempat duduk di Bis” dia tidak hanya memberikan pengaruh dalam hidupnya.  Keputusan itu merubah budaya kita.  Atau seseorang berdiri di depan sebuah tank atau dalam posisi seperti Lance Amstrong dan seseorang berkata kepada Anda” Anda memiliki cancer testicular” ini sangat berat bagi laki-laki apalagi mengendarai sepeda.  Anda mendapatkannya di dalam pikiran Anda. Anda mendapatkan di dalam paru-paru Anda.  Namun apakah keputusannya terhadap yang dia fokuskan?  Berbeda dari kebanyakan orang lain apa artinya? Ini bukanlah akhir tapi ini adalah permulaan.

Apa yang akan Saya lakukan? Dia keluar dan memenangkan 7(tujuh) kejuaraan yang dia tidak pernah menang sebelum mendapatkan cancer karena dia memiliki kekuatan emosional, kekuatan psychology.  Itulah perbedaan pada manusia yang Saya lihat dari sebanyak 3(tiga) juta orang yang Saya saksikan.

Saya memiliki 3(tiga) juta orang dari 80 negara yang memiliki kesempatan untuk berinteraksi selama 29 tahun terakhir.  Dan setelah beberapa waktu sebuah model menjadi terlihat jelas.  Anda melihat Amerika Selatan dan Afrika yang terhubung dengan cara tertentu.  Apakah Anda setuju? Orang lain berkata,”Hal ini terdengar tidak masuk akal.” mungkin sederhana.  Jadi apa yang membentuk seorang Lance Amstrong? Apa yang membentuk Anda? 2 (Dua) kekuatan yang tidak terlihat. Yang pertama adalah kondisi (state) / keadaan yang kita miliki.  Jadi jika Anda memiliki waktu Anda lakukan sesuatu dan setelah Anda melakukannya Anda berpikir sendiri Saya tidak percaya Saya katakan itu, begitu bodoh Saya, siapa yang sudah pernah pada kondisi tersebut? Katakan “Aye”

Apakah Anda pernah lakukan sesuatu dan setelah Anda lakukannya Anda berkata itu Saya loh! Hebat khan? Itu bukan kemampuan Anda namun keadaan (state) Anda.  Model Anda terhadap dunialah yang membangun Anda dalam jangka panjang.  Model Andalah yang menjadi filter. Itu adalah yang membuat kita dan orang lain dalam mengambil keputusan.  Ketika kita ingin memberikan pengaruh terhadap seseorang kita harus tahu apa yang sudah mempengaruhi diri mereka.  Dan terdiri dari 3(tiga) hal bahwa Saya percaya pertama apa target Anda? Apa yang Anda kejar? Yang Saya percaya bukan keinginan Anda.  Anda dapat mengejar keinginan atau tujuan.  Berapa banyak yang sudah mendapatkan sebuah tujuan atau keinginan dan berpikir apakah hal ini semua adanya? Berapa banyak yang sudah berada disana ? Katakan: Aye

Insya Allah Bersambung…lagi

Wallahua’lam bishowaab

Disadur dari pidato Tony Robbins

Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan: Timbangan & Perhitungan Amal Manusia Bag. VIII

Assalammu’alaikum wr. wb.

Di bagian fase akhir ini kita akan melihat bagaimana umat Rasulullah Saw. dan orang-orang kafir menjalani perjalanan terakhir menuju keabadian.  Perjalanan yang panjang nan melelahkan. Hanya orang-orang yang sholeh saja yang aman dan mendapatkan kebahagiaan abadi.  Masa menunggu 50.000 tahun di padang mahsyar tidak hanya mengagetkan kita semua namun juga para sahabat juga tercengang, bagaimana tidak menunggu 50.000 tahun dalam keadaan berdiri tentu tidak terasa bagaimana melelahkannya. Namun Rasul salallahu alaihi wassalam menenangkan para sahabat, beliau bersabda orang-orang yang beriman merasakan masa menunggu itu hanya seperti melaksanakan rukun satu waktu shalat wajib yaitu berwudhu, menunggu shalat, hingga selesai shalat yang mungkin kira-kira hanya 20  s.d 30 menit maksimum.

Namun ketika kita menyaksikan apa yang disebut  hari akhir versi orang barat, Apocalypse misalnya kita mengikuti fenomena film 2012 yang mendefinisikan the end of the world adalah fase evolusi melalui fase multi catastrophes tetapi masih ada survivors. Dan lebih menggelitik lagi survivornya adalah orang-orang yang berduit.  Orang-orang barat tidak bisa menerima adanya kehadiran hari pembalasan. Menurut Firman Allah Azza Wa jalla di QS Azzumar:

ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

Sudah jelas bahwa yang dinamakan kiamat adalah kematian semua makhluk kecuali yang dikehendaki-Nya dalam hal ini malaikat pencabut nyawa dan malaikat peniup sangkakala.  Malaikat pencabut nyawa akan dicabut nyawanya oleh Allah Swt. dan malaikat peniup sangkakala akan tetap hidup karena harus meniupkan sangkakalanya untuk kedua kalinya memasuki hari kebangkitan.

Tanggal 21 Desember tahun 2012 yang diambil dari kalender suku Maya padahal menurut Islam kapan hari kiamat itu terjadi adalah rahasia Allahu ta’ala. Tidak ada satu pun yang tahu, kalaupun ada itu hanya tanda-tanda kiamat baik kecil maupun yang besar.  Kematian itu sendiri kiamat kecil, dan kita sudah cukup banyak bicara tanda-tanda kematian.

Sebagai insan yang beriman, kita tidak boleh menganggap enteng amalan-amalan baik di dunia ini,

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.

8. Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula.

Seperti bisnis, amalan sholeh adalah bisnis yang menguntungkan apalagi apabila amalan tersebut seperti bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kita, ketika kita dipanggil menghadap kehadapan-Nya, amalan sholeh terus beranak pinak tanpa kita harus bekerja.  Seringkali amalan ini disebut dengan amal jariyah.  Misalnya kita memiliki produk atau jasa terutama yang sifatnya sosial seperti tempat-tempat pendidikan, kesehatan, dan produk atau tekonologi tepat guna, serta piranti pendukung lainnya yang akan bermanfaat walaupun si empunya sudah meninggal dunia.  Ilmu yang bermanfaat, yang diamalkan tidak hanya berhenti menjadi teori, dan khalyak ramai mendapatkan menfaatnya pula.  Doa ana-anak yang sholeh dan sholihah yang selalu menjadi cahaya bagi orang tuanya di alam barzah.

Tiga hal dan banyak hal yang akan dipaparkan yang dapat menyelamatkan manusia nanti di hari pembalasan.  pada bagian lalu sudah banyak kita membahas keadaan kita di padang mahsyar.  Kondisi manusia yang teramat berat, kemudian datanglah saat pembagian kita perbuatan seperti yang kita simak pada QS Al Insyiqooq:

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ (٧)فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا (٨)وَيَنْقَلِبُ إِلَى أَهْلِهِ مَسْرُورًا (٩)وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ (١٠)فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا (١١)وَيَصْلَى سَعِيرًا (١٢)

ayat 7. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya,

ayat 8. Maka Dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah,

ayat 9. Dan Dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.

ayat 10. Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang,

ayat 11. Maka Dia akan berteriak: “Celakalah aku”.

ayat 12. Dan Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

Kemudian dalam surat Al Haqooh:

ayaat 19. Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya[1508] dari sebelah kanannya, Maka Dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”.

ayat 20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa Sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.

ayat 21. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,

ayat 22. Dalam syurga yang tinggi,

ayat 23. Buah-buahannya dekat,

ayat 24. (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu”.

ayat 25. Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, Maka Dia berkata: “Wahai Alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).

ayat 26. Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.

[1508] Maksudnya: catatan amalan perbuatannya.

Wallahua’lam bi shoowaab

Insya Allah bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan & Padang Mahsyar Bag. VII

Assalammu’alaikum wr. wb.

Menulis perjalanan jiwa saya jadi teringat penulisan novel harry potter yang juga berseri-seri hingga 7 seri bahkan filmnya bisa hingga 8 seri menurut sumber yang saya baca dari wikipedia.  Namun tentunya tulisan ini tidak bermaksud hanya bercerita saja namun juga sharing sedikit pengetahuan yang penulis dapat dari uztad-uztad yang concern dengan perjalanan hidup kita sehingga dalam kehidupan kita menjadi lebih baik.

Bisa jadi seorang manusia terkenal di lingkungan manusia karena kekayaan, jabatan, keturunan, namun di hadapan Allah Swt. dan para malaikatnya orang tersebut tidak sama sekali dikenal.  Justru akan banyak orang-orang yang sholeh yang tidak pernah terkenal di kalangan manusia tetapi sangat terkenal dan disanjung oleh para malaikat Allah Swt. seperti yang tertulis di Travelling Akhirat bag. IV yaitu ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat juga seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya tentang wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan,” sudah wafat !”. Beliau bersabda”apakah kalian menyakitiku ?” ( seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata,” tunjukkan kepadaku kuburannya !”. Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya ( sholat diatas kuburannya ), kemudian beliau bersabda,” kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan bagi orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya kepada kuburan kuburan ini bagi mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka”. HR Muslim

Kita sudah begitu banyak membahas mengenai Alam Barzah dan siksa kubur, barangkali bila dijabarkan dengan kata-kata membutuhkan 4 kali pertemuan atau lebih hanya untuk menjelaskan ayat demi ayat yang kita jumpai di dalam Al Quran dan hadits untuk dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di alam barzah.

Pada fase kebangkitan sebenarnya juga tidak kalah panjang pembahasannya, apabila dijelaskan dalam pertemuan pengajian bisa memakan waktu 2 bulan itu pun kalau audience tidak lupa dengan apa-apa yang sudah dijelaskan.

Mari kita simak kondisi manusia di padang mahsyar  QS Toha ayat 108 – 112:

ayat 108. pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru[944] dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang Maha pemurah, Maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

ayat 109. pada hari itu tidak berguna syafa’at[945], kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.

ayat 110. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

ayat 111. dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi Senantiasa mengurus (makhluk-Nya). dan Sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

ayat 112. dan Barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam Keadaan beriman, Maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

[944] Yang dimaksud dengan penyeru di sini ialah Malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah.

[945] Syafa’at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa’at bagi orang-orang kafir.

Dibangkitkan tanpa busana

Dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tak beralas kaki. nRasulullah bersabda,” sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang dan tidak di khitan.” ( HR Bukhori Muslim ) يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِي ١٠٤)

QS Al Ambiya ayat 104. (yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran – lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.

Kondisi Menegangkan dengan urusan masing masing.

Tidak saling memperhatikan, setiap insan sibuk dengan urusannya masing masing.  Nabi bersabda,”manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Aisyah bertanya,”Wahai Rasulullah, perempuan dan laki-laki bergabung ? Mereka bisa saling melihat antara mereka ?. Nabi berkata,” Wahai Aisyah, kondisi saat itu lebih berat dari pada melihat sesama mereka !” HR Muslim 7147 nلِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ (٣٧) QS Abasa ayat 37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Pemandangan Hari Mahsyar

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا (٩٧) QS Al Isra’  ayat 97. dan Barangsiapa yang ditunjuki Allah, Dialah yang mendapat petunjuk dan Barangsiapa yang Dia sesatkan Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam Keadaan buta, bisu dan pekak. tempat kediaman mereka adalah neraka Jahannam. tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.

Orang kafir berjalan dengan Muka

Seseorang bertanya kepada Rasulullah sallahu alaihi wasalam, “ Ya Rasulullah, bagaiman orang kafir dibangkitkan  untuk dikumpulkan di atas muka mereka pada hari kiamat ?  Rasulullah menjawab,” bukankah yang membuat dia jalan diatas kedua kaki  mereka di dunia Maha kuasa pula menjadikanya berjalan diatas muka mereka pada hari Kiamat ?”

Kita juga menyimak QS Maryam ayat 85:

ayat 85: (Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat,

ayat 86: dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam Keadaan dahaga.

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ (٨)فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (٩)عَلَى الْكَافِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ (١٠)

Kemudia kita simak QS Al Mudatsir

ayat 8. apabila ditiup sangkakala,

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naunganNya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya.

1.seorang imam yang adil.

2.seorang yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah azza wa jalla.

3.seorang yang hatinya terpaut dengan masjid.

4.dua orang yang saling mencintai  kerena Allah.

5.seorang laki laki yang diajak berbuat mesum oleh seroang wanita yang bermartabat lagi cantik lalu ia mengatakan,” Sesungguhnya aku takut karena Allah swt”.

6.seorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu ia menyembunyikannya sampai sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah disedekahkan oleh tangan kanannya.

7.seorang yang mengingat Allah seorang diri lalu kedua matanya bercucuran air mata.

HR Bukhari Muslim.

Bumi dan Langit baru di padang Mahsyar

Marik kita simak QS Ibrahim ayat 48: (yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” Manusia dikumpulkan di (mahsyar)  hari Kiamat, diatas  tanah yang putih datar seperti  roti yang murni tiada tanda tanda bagi siapapun” HR Muslim 7004

Perhitungan waktu di akhirat

QS Maarij

ayat 1. seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa,

ayat 2. orang-orang kafir, yang tidak seorangpun dapat menolaknya,

ayat 3. (yang datang) dari Allah, yang mempunyai tempat-tempat naik.

ayat 4. malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.[1510]

ayat 5. Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik.

ayat 6. Sesungguhnya mereka memandang siksaaan itu jauh (mustahil).

ayat 7. sedangkan Kami memandangnya dekat (mungkin terjadi).

[1510] Maksudnya: malaikat-malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu limapuluh ribu tahun.

Perbandingan dalam Hadist

Hadist Nabi sallahu alaihi wasalam : Barangsiapa yang memiliki tabungan ( harta yang berlimpah ) lalu tidak mengeluarkan kewajibanya maka Allah akan menjadikannya pada hari kiamat dibakar di neraka jahanam lalu disetrika punggungnya, pinggirnya, depannya sampai menghukum semua hamba-hambaNya yang bila dihitung satu harinya di akhirat sama dengan hitungan kalian di dunia 50.000 tahun…  (HR Abu Daud, Ahmad, AtTirmidzi, Annasai )

Mari kita simak QS Al Haj:

ayat 47. dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.

ayat 48. dan Berapalah banyaknya kota yang aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zalim, kemudian aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).

Tidak ada benturan pemahaman antara ayat ; 1 hari diakhirat = 1000 tahun di dunia dengan 50.000 tahun didunia, karena pemahamannya 1 hari di akhirat sama dengan ribuan tahun di dunia.

Berapa Lama Manusia Tinggal di Dunia

Menyimak QS Almukminuun:

ayat 107. Ya Tuhan Kami, keluarkanlah Kami daripadanya (dan kembalikanlah Kami ke dunia), Maka jika Kami kembali (juga kepada kekafiran), Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang zalim.”

ayat 108. Allah berfirman: “Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.

ayat 109. Sesungguhnya, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia): “Ya Tuhan Kami, Kami telah beriman, Maka ampunilah Kami dan berilah Kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.

ayat 110. lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu mentertawakan mereka,

ayat 111. Sesungguhnya aku memberi Balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka; Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang menang[1026].”

ayat 112. Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?”

ayat 113. mereka menjawab: Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, Maka Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

ayat 114. Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu Sesungguhnya mengetahui[1027]“

ayat 115. Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?

ayat 116. Maka Maha Tinggi Allah, raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.

ayat 117. dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.

ayat 118. dan Katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.”

[1026] Maksud ayat 108, 110 dan 111 ialah bahwa orang-orang kafir itu diperintahkan tinggal tetap di neraka dan tidak boleh berbicara dengan Allah, karena mereka selalu mengejek-ejek orang-orang yang beriman, berdoa kepada Allah supaya diberi ampun dan rahmat.

[1027] Maksudnya: mereka hendaknya harus mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanyalah sebentar saja, sebab itu mereka seharusnya janganlah hanya mencurahkan perhatian kepada urusan duniawi saja.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

 

Travelling Akhirat – Fase Kebangkitan Bag. VI

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sudah banyak kita membahas alam kubur yang merupakan fase penantian kiamat dan kebangkitan.  Orang sholeh akan mendapatkan nikmat kubur, arwah yang dimurkai Allah Swt. akan mendapatkan adzab kubur. Coba kita hitung-hitung lagi berapa banyak kita mendengarkan kata-kata dunia (tidak secara textual tentunya) bisa dalam bentuk uang, kekayaan, kejayaan, jabatan, wanita, dan anak-anak? Dan berapa banyak kita mendengar kata-kata akhirat katakanlah dalam 1 tahun saja, bisa jadi kata-kata akhirat kita dengar cuma ketika kita sedang dalam taklim atau pengajian atau ketika kita melayat keluarga atau teman-teman yang meninggal dunia, berapa kali kita serius soal akhirat dibandingkan soal dunia dalam hidup kita setiap tahun, setiap bulan, setiap minggu? Sepertinya tidak akan sebanyak  permasalahan dunia yang kita hadapi secara serius dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sudah barang tentu karena kita masih hidup di dunia semua yang terkait dengan kehidupan dunia menjadi perhatian kita, tidak ada yang salah dengan hal ini, namun akan jauh lebih bernilai apabila kita dapat melihat konektifitas antara kehidupan dan amalan di dunia dengan kehidupan setelah mati, dengan kata lain kehidupan ini seharusnya tidak melalaikan kehidupan kita setelah fase dunia.

Jangan lupa bahwa alam barzah hanyalah fase transisi antara kehidupan dunia dan sakaratul maut dengan fase kebangkitan.  Menggambarkan fase Kebangkitan kubur memang banyak melihat ayat-ayat-Nya di Al-Quran misalnya Surat AL HAAQOH:

ayat 13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]

ayat 14. Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

ayat 15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

ayat 16. Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

ayat 17. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.

ayat 18. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

[1507] Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

Kemudian kita simak QS Azzumar:

ayat 68. Dan ditiuplah sangkakala ( pertama), Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi (kedua) Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

ayat 69. Dan terang benderanglah bumi (padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah Para Nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Tiupan I : kematian semuanya yang dilangit dan bumi diikuti Tiupan II dimana manusia dibangkitkan di Mahsyar dan  pembagian buku catatan amalan -dan berkumpul dengan para Nabi

Kemudian kita simak QS Yasin:

ayat 49. Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja[1269] yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

ayat 50. Lalu mereka tidak Kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

ayat 51. Dan ditiuplah sangkalala[1270], Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka

[1269] Maksudnya: suara tiupan sangkalala yang pertama yang menghancurkan bumi ini.

[1270] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur.

Kemudian QS An Naml:

ayat 87. Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, Maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Juga banyak lagi seperti ayat-ayat pada surat yang lain seperti QS Al Zalzalah, QS Al Qoriah, QS Al Ghosyiyah

Bagaimana Dibangkitkan?

Mari kita simak QS Al Araf:

ayat 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran

Ayat yang begitu indah pada QS Fathir:

ayat 9. Dan Allah, Dialah yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, Maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

Kemudian kita simak QS Qoof:

ayat 41. dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.

ayat 42. (yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya Itulah hari ke luar (dari kubur).

ayat 43. Sesungguhnya Kami menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kami-lah tempat kembali (semua makhluk).

ayat 44. (yaitu) pada hari bumi terbelah-belah Menampakkan mereka (lalu mereka ke luar) dengan cepat. yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi kami.

Atau seperti pada QS Al Qomar dimana manusia diupamakan seperti belalang:

ayat 6. Maka berpalinglah kamu dari mereka. (ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

ayat 7. sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan

ayat 8. mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. orang-orang kafir berkata: “Ini adalah hari yang berat.”

Kalau kita simak QS Al Zalzalah yang berbicara mengenai kondisi manusia yang beraneka ragam:

ayat 6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya],3

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

Travelling Ke Akherat – Alam Barzah Revisited Bag. 5

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Berbicara mengenai alam barzah, pagi ini saya menghadiri pemakaman paman dari istri saya yang dipanggil oleh-Nya karena mengalami gagal ginjal dan hanya masuk rumah sakit semalam, paginya menghadap kepada-Nya.  Tidak banyak terlihat kesedihan di dalam keluarga paman saya itu, sepertinya tidak ada anggota keluarga yang merasa kehilangan, tidak banyak teman-teman almarhum yang terlihat melayat, namun tentu saja hal itu tidak penting karena yang terpenting saya sudah mensholatkan dan mendoakannya. Saya paham benar paman saya bisa mendengar semua percakapan, doa, dan orang-orang yang mengantarkan ke peristirahan terakhir.  Mudah2an semua amalan almarhum yang baik diterima di sisi-Nya, dan mudah2an Allah Swt. mengampuni segala dosa2nya dan diberika kemudahan di alam kubur, amien

Seperti ingin mengambil inti sari yaitu setelah kita berbicarakan mengenai Alam Barzah, selalu  dimulai dari kehidupan di dunia, tanda-tanda kematian, sampai kepada kematian itu sendiri, dan kehidupan setalah mati.  Perjalanan begitu panjang namun bagi yang hidup sepertinya punya begitu banyak hal menjadi tugas kita sebagai seorang khalifah di muka bumi, karena dunia ini diwariskan kepada orang-orang yang bertaqwa dan menjadi kewajiban kita untuk membangun kebahagiaan hidup di dunia, sehingga semakin terasa ada korelasiantara akhirat dan dunia melalui amal-amal kita yang selama ini kita lakukan.  Tentunya hal ini tidak terlalu terlihat jelas hari ini karena kita masih hidup, tunggu sampai setelah nanti kita mengalami kehidupan di alam barzah.

Barangkali kesalahan mendasar yang seringkali terjadi adalah pendidikan agama Islam ditambah dengan budaya doktrin serta tidak adanya budaya Iqro’ sehingga seringkali kita lupa atau tidak meyakini bahkan tidak percaya dengan adanya hari akhir. Budaya Iqro’ memang harus dimulai sejak dini, sejak kanak-kanak, karena adalah menjadi tugas orang tua untuk mendidik anaknya menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah sehingga tidak saja anak-anak ini menjadi berguna bagi umat tapi sudah menjadi tanggung jawab kita (baca: amanah) untuk mendidik anak-anak kita berdasarkan Islam, dan mereka akan menjadi aset yaitu melalui doa anak yang sholeh yang akan memberikan cahaya ketika kita berada di alam barzah

Di bagian kedua kita banyak berbicara mengenai tanda-tanda kematian melalui banyak ayat Quran yang mengupas mengenai penciptaan Allah Swt yaitu pencipataan dunia dan penciptaan akherat, bahkan nanti kita lihat ada bumi dan langit baru yang akan diciptakan.  Bukti-bukti seperti bumi yang kering lalu tumbuhlah tanam-tanaman dan makhluk hidup lainnya.  Penciptaan manusia dari sel-sel yang bertumbuh dan berubah-ubah sesuai kehendak-Nya, memberikan pemandangan yang menakjubkan atas kebesaran-Nya.

Kehidupan juga menipu dan dapat melupakan kita pada kematian.Kita sering dibuat sedih dan bangga akan hal-hal yang bersifat duniawi. Kehidupan ini tidak sementara. Kata salah satu motivator kita, bahwa hidup fisik memang berakhir tetapi sebenarnya jiwa terus hidup dan berpindah kepada kehidupan selanjutnya.  Transisi dari kehidupan dunia kepada kehidupan alam barzah sangat dahsyat (baca: sakaratul maut) yaitu kepedihan saat nyawa dicabut, menatap malaikat pencabut nyawa dan yang lebih penting lagi menatap masa depan kita.  Kita tetap harus berprasangka baik kepada Allah Swt. selalu berdzikir dan selalu optimis karena Allah Swt. menjanjikan jannah (sorga) dan janji itu nyata.

Seperti cerita saya di atas, orang yang meninggal itu memiliki pendengaran yang lebih tajam jauh lebih tajam dari orang yang hidup, bahkan seperti media facebook & twitter di alam kubur, ruh-ruh tersebut mendapatkan status update mengenai anggota keluarganya, apabila anaknya melakukan perbuatan amalan baik, maka otomatis ruh menjadi bahagia, begitu sebaliknya ketika anak keturunannya berbuat zalim, tentunya rasa sedih yang dirasakan.  Doa anak-anak sholeh/sholihah akan menyelamatkannya dari siksa kubur dan memberikan cahaya di alam kubur.  Doa orang yang memasuki kubur juga di dengar.  ruh-ruh yang sholeh akan saling bersilaturahmi dan bahkan bisa saling menikah membangun keluarga, ada surga di dalam alam kubur. Orang-orang yang mati syahid ingin memberitahukan berita gembira kepada yang hidup bahkan mereka ingin hidup lagi untuk merasakan mati syahid lagi.

Sebentar lagi kita akan bercerita mengenai kehidupan di fase berikutnya yaitu fase kiamat dan sesudahnya.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Travelling Akherat – Alam Barzah & Kemana Kita Setelah Mati? Bag. IV

Assalammu’alaikum wr. wb.

Setelah manusia memasuki fase alam barzah yang menjadi pertanyaan apa yang terjadi dan kemana perjalanan kita setelah meninggalkan dunia yang fana ini?

Barzakh  برْزَخٌ

Dapat berarti dinding pemisah / antara kedua tempat برْزَخٌ : حاجبٌ

Yaitu pemisah antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Mari kita simak QS Ar-Rahman ayat 19-21:
ayat 19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
ayat 20. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
ayat 21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kemudian kita juga simak QS Al Mukminun ayat 99-100

ayat 99. (Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)[1021],
ayat 100. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan[1022].

[1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.
[1022] Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, Yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

Hadist Rasulullah , Dari al Bara’ bin azib  :

Kami keluar bersama Nabi sallahu alaihi wasalam, menggiring jenazah seorang laki laki dari golongan Anshar, sehingga kami sampai pekuburan. Ketika sedang di kubur, Rasulullah sallahu alahi wasalam, duduk menghadap ke Kiblat, dan kamipun duduk disekelilingnya, seakan akan diatas kami ada burung.

Sementara di tangan beliau ada dahan yang dicocokkan ke tanah (menampakkan wajah berpikir mendalam), lalu beliau memandang ke langit, dan memandang ke bumi. Lalu beliau bersabda,” mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur” sampai dua tiga kali. Lalu beliau menerangkan,”….

Sesungguhnya seorang hamba Mukmin, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah yang cerah laksana matahari, dengan mereka kain kafan , diambil dari kain kafan surga, wangi wangian dari surga, mereka duduk sejauh mata memandang. Kemudian malaikat maut berkata,”kesejahteraan / kedamaian bagimu”sampai malaikat duduk di atas kepalanya.

Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju maghfiroh (ampunan) dari Allah dan keridhoaanNya (cintaNya).

Nabi berkata Saw.,”maka keluarlah jiwa itu (ruh itu), seperti mengalirnya air dalam siqo (tempat air),lalu malaikat mengambilnya. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam kafan serta ramuan wewangian. Yang mana keluar darinya bau yang sangat harum sekali seperti Misk (kasturi) yang terdapat dibelahan bumi.

Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang baik (sangat harum) ini ?”.

Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang paling indah, yang mana memiliki nama lebih baik nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka terbukalah pintu langit untuk mereka.

Selanjutnya mereka mengiring lagi disetiap lapisan langit sampai langit berikutnya diiringi para malaikat. Pada akhirnya sampailah ke langit tujuh.

Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam illiyyin. Lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhnya Aku menciptkannya (manusia)  dari (bumi /tanah) dalam  dikembalikan ke dalamnya (kubur) dan Aku mengeluarkannya (membangkitkan kembali) lagi  darinya”.

Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,”Allah Tuhanku”.

Lihat QS Ibrahim ayat 27 . Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat

Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” agamaku Islam”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,”Rasulullah”. Ditanya lagi,”apakah ilmumu?”. Ia menjawab,”Ku baca Alquran  lalu, kuyakini dan kubenarkan (amalkan). Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; benar yang diucapkan hambaKu, maka berikanlah kepadanya kenikmatan pelaminan dari surga, dan berilah pakaian dari surga, bukalah baginya pintu menuju surga.

Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan kesenangan dan kenikmatan lalu melapangkan kuburnya sepanjang mata memandang”.

Nabi bersabda,” datang kepadanya seseorang yang sangat menawan wajahnya, pakaian yang sangat indah, serta bau yang sangat harum dan berkatalah kepadany,” berbahagialah kamu, dengan segala kenikmatan untukmu. Inilah hari yang telah dijanjikan untukmu.

Iapun bertanya ,” siapakah sesungguhnya kamu ? wajahmu yang membawa wajah segala kebaikan?”. ia menjawab,”aku adalah amal sholehmu”. Lalu ia berkata,”Ya Tuhanku, percepatlah kiamat, sehingga aku kembali kepada keluargaku dan hartaku”.

Kitab Illiyin

QS  Al Muthoffifiin 83
ayat 18. Sekali-kali tidak, Sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti itu (tersimpan) dalam ‘Illiyyin. [1564]
ayat 19. Tahukah kamu Apakah ‘Illiyyin itu?
ayat 20. (yaitu) kitab yang bertulis,
ayat 21. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).
ayat 22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga),

[1564] ‘Illiyyin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang berbakti.

Yang Dimurkai Allah SWT.

Sesungguhnya seorang hamba Kafir, bila meninggalkan dunia (akan wafat) dan menghadapi akhirat. Turunlah kepadanya Malaikat dari langit. Dengan wajah mengerikan yang hitam kelam  dengan mereka alat pintalan kasar dari neraka , mereka duduk di atas kepalanya sejauh mata memandang  .

Lalu malaikat berkata,” wahai jiwa yang kotor, keluarlah kamu menuju kemurkaan dan kemarahan Allah.

Nabi berkata,”maka diceraiberaikanlah jiwanya dalam tubuhnya  dan mencabutnya seperti mencabut seperti mencabut rembesan air yang banyak dari buluh domba yang  basah, lalu ditariknyalah   lalu malaikat mengambilnya dengan keras sampai terputuslah  urat urat dan syarafnya.. Dan tidak ada sekejap matapun di tangan malaikat itu kecuali meletakkannya dalam pintalan kasar Yang mana keluar darinya bau yang sangat busuk sekali dari bangkai yang paling busuk dibelahan bumi.

Lalu Nabi bersabda,” malaikat malaikat itu naik ke atas bersamanya (membawanya). Setiap kali melintas kelompok malaikat, pasti mereka bertanya,” apakah gerangan Jiwa yang kotor ini ?”.
Mereka menjawab,”fulan bin fulan (identitas mayit) dengan nama yang sangat jelek, yang mana memiliki nama lebih jelek nama-namanya yang ia dinamainya selama di dunia.

Sehingga pada akhirnya  mereka sampai langit dunia, meminta untuk dibukakan pintu untuk nya ( mayit ), maka tidak terbuka pintu langit untuk nya.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam  membacakan,” (surat al araf 40) sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Maka Allah azza wajalla berfirman,” tulislah kitab hambaKu ini dalam sijjin di kerak bumi yang terbawah, lemparlah sekeras kerasnya.

Kemudian Nabi membacakan ” (surat al haj 31) Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
Kemudian Nabi berkata,” maka dikembalikanlah ruhnya kedalam jasadnya, lalu didatangilah oleh dua malaikat, kemudian di duduki (dibangunkan untuk duduk). Kedua malaikat itu berkata,”siapakah Tuhanmu ?. ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.

Keduanya bertanya lagi,”apakah agamamu?”, ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”. Mereka bertanya,”siapakah laki-laki yang diutus kepadamu?”. Ia menjawab,” ha? , ha? aku tidak tahu”.
Maka terpanggilah panggilan dari langit ( Allah ) ; ia telah mendustakan (kebenaran), maka berikanlah kepadanya siksaan pelaminan dari neraka,  bukalah baginya pintu menuju neraka.
Nabi bersabda ,”maka datanglah kepadanya malaikat dengan siksaan panas,dan racun racun neraka ”.
Kuburnya disempitkan sehingga tulang tulang rusuknya bercampur baur”.

Datanglah kepadanya orang yang sangat jelek wajahnya, pakaian yang sangat jelek, bau yang sangat busuk. Lalu orang ituberkata ,kuberitahukan kepadamu” bagimu dengan azab yang engkau akan raskan. Inilah hari yang engkau sudah dijanjikan. Lalu ia bertanya,”siapakah engkau ini?yang berwajah jelek dan membawa kesengsaraan”. Ia menjawab ,”aku adalah amalan kamu yang jelek. Ia berkata,” ya Tuhanku janganlah datang hari Kiamat.
Dalam riwayat lain ;
Dalam kubur ; dikirimlah  seorang yang buta, tuli dan bisa yang ditangannya pemukul yang sangat keras dari besi jikala dipukulkan ke gunung maka akan hancur menjadi debu. Lalu dipukulkanlah kepadanya sampai terdengar antara Timur dan Barat kecuali dua ( jin dan manusia) sampai menjadi tanah, lalu dikembalikan (dihidupkan lagi ) ruhnya

Kitab Sijjin

QS  Al Muthoffifiin 83

ayat 7. Sekali-kali jangan curang, karena Sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin[1562].
ayat 8. Tahukah kamu Apakah sijjin itu?
ayat 9. (ialah) kitab yang bertulis.
ayat 10. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
ayat 11. (yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan.
ayat 12. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan Setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa,

Tentang Ruh Mayit

Nabi sallahu alaihi wasalam : “sesungguhnya mayit itu mengetahui siapa yang membawanya, dan siapa yang memandikannya dan siapa yang mendatanginya di kuburannya.”.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam,” apabila jenazah diletakkan diatas pundak digotong orang-orang, apabila ruh mayat yang sholeh, ia berkata,”ayo lekaslah secepatnya bawa diriku”. Tapi bila tidak sholeh ia berkata,” celakah aku, akan kemana mereka ini membawa ku ?” suaranya terdengar semuanya kecuali manusia, apabila manusia dapat mendengarnya niscaya akan pingsan.

Dialog Nabi Dengan Mayat

Rasulullah sallahu alaihi wasalam sedang melihat lihat warga (kuburan) AlQolaibi, lalu beliau berkata,”apakah kalian mendapatkan yang dijanjikan Tuhan kalian dengan benar ?”. Lalu beliau ditanya,”apakah engkau mengajak berbicara dengan orang orang yang telah mati (apakah mereka mendengar ?”. Rasulullah menjawab,” kalian semua tidak lah mampu mendengar  lebih dari pada mereka ( maksudnya mayat lebih memiliki pendengaran yang hebat dibanding manusia hidup ), akan tetapi mereka tidak mampu menjawab.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” sesungguhnya kuburan adalah persinggahan pertama dari persinggahan persinggahan akhirat. Barangsiapa yang selamat darinya maka selanjutnya lebih mudah baginya dan barangsiapa yang tidak selamat di dalamnya , maka selanjutnya jauh lebih berat siksaannya.
Rasulullah sallahu alaihi wasalam menambahkan,.” dan tidaklah kumelilhat pemandangan yang sangat mengerikan kecuali pemandangan kuburan”

Perkataan Kubur Kepada Mayat

Suatu hari Rasulullah masuk dalam daerah perkuburannya lalu melihat perkumpulan orang orang yang sedang tertawa-tawa. Lalu beliau bersabda,” bila kalian semua mengingat kepada yang menghacurkan dengan cepat semua kenikmatan (duniawi), maka kalian akan disibukkan dengan itu daripada apa yang aku lihat. Sesungguhnya seseorang bila memasuki kuburnya , kuburan itu akan berkata kepadanya “aku adalah rumah keterasingan, aku rumah kesendirian, aku rumah tanah, aku rumah cacing. Dan bila hamba yang beriman sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,”selamat datang dan engkau termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku mencintaimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menjadi luas sepanjang matanya memandang, dan terbuka pintu ke sorga.

Dan bila hamba yang bermaksiat atau kafir sudah memasuki kubur maka  ia akan mengatakan,” aku tidak menyambut kamu, dan engkau tidak termasuk keluarga kami, dulu engkau sungguh aku membencimu telah berjalan diatas pundakku, karena apa yang telah engkau perbuat. Sekarang giliranku menghadapimu, engkau saat ini dihadapanku, maka akan engkau lihat apa yang aku perbuat kepadamu. Lalu Nabi menjelaskkan,”maka kuburan itu menghempitnya sampai tulang rusuknya saling bertemu dan saling beradu. Nabi menjelaskannya sambil mencengkramkan tangan memasukkan jari jemarinya satu sama lainnya. Lalu Allah memberikan kepadanya 70 ular yang sangat besar, apabila salah satu diantara nya menyemburkan hembusan di tanah, maka akan terbakar tidak akan dapat tumbuh lagi tanaman apapun diatasnya selama lamanya. Maka ia dilahap dengan gigitan ular itu dan dikoyak koyaknya kondisi ini terus sampai hari perhitungan.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam “kuburan bisa menjadi taman salah satu taman sorga, bisa juga menjadi lubang neraka”.

Jabir bin Abdullah Al Anshori berkata,” kami sedang keluar berjalan bersama Rasulullah sallahu alaihi wasalam suatu hari ke Saad Bin Muadz ketika wafat. Ketika Rasulullah sallahu alaihi wasalam menyolatkannya dan meletakkan di dalam kuburanya lalu menguburnya, beliau bertasbih, kamipun ikut bertasbih dalam jangka yang lama. Lalu Nabi bertakbir, kamipun ikut bertakbir. Lalu beliau ditanya,” Ya Rasulullah kenapa Engkau bertasbih dan bertakbir ? “sesungguhnya kuburan ini menyempitkan hamba Allah yang sholeh ini, lalu Allah melapangkannya baginya”.

Jadi Nabi dapat mengetahui bahwa : kuburan menyempit walau bagi orang sholeh, tetapi  tidak menyiksa, lain halnya orang kafir penyempitan sebagai siksaan, karena setelah itu kuburan orang sholeh dilapangkan Allah swt.

Masuklah Rasullah sallahu alaihi wasalam kepada Abi Salamah yang terbelalk matanya, beliau bersabda,”sesungguhnya roh itu bila ditarik (ajal) diikuti oleh mata”. Dan setelah itu orang-orang berteriakan terkejut. Lalu Nabi mengatakan, “janganlah kalian mengatakan terhadap diri kalilan kecuali dengan perkataan yang baik !”. Sesungguhnya para malaikat meng-amin kan apa yang kalian katakan !”. Lalu Nabi berdoa untuk Abi Salamah,” Ya Allah ampunilah Abi Salamah, angkatlah derajatnya sampai Mahdiyiin (derajat orang yang dipancarkan cahaya karena mengikuti petunjukNya ) dan berilah kepadanya kesudahan dalam golongan yang ghobirin (golongan umat Nabi Muhammad yang terangkat derajatnya) dan ampuni pula kami dan dirinya wahai pengatur alam semesta, lalu lapangkanlah baginya dalam kuburnya kemudian pancarkanlah cahaya baginya di dalam kuburnya. HR Muslim

Cahaya Dalam Kubur

Ada seorang wanita berkulit hitam, selalu membersihkan (menyapu) masjid (dalam riwayat juga seorang pemuda). Lalu Nabi merasa kehilangan (tidak melihat lagi). Kemudian beliau bertanya tentang wanita tadi. Kemudian para sahabat mengatakan,” sudah wafat !”. Beliau bersabda”apakah kalian menyakitku ?” ( seolah-olah orang orang meremehkan wanita itu). Lalu Nabi berkata,” tunjukkan kepadaku kuburannya !”. Lalu mereka menunjukkan kepada Nabi. Kemudian Nabi menyolatkannya ( sholat diatas kuburannya ), kemudian beliau bersabda,” kuburan kuburan disini penuh dengan kegelapan bagi orang orang yang di dalamnya, sesungguhnya Allah azza wa jalla memancarkan cahaya kepada kuburan kuburan ini bagi mereka yang ada di dalamnya karena sholatku kepada mereka”. HR Muslim

Adzab Kubur dalam Quran

Marilah kita simak QS At Taubah
ayat 101. Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.
[657] Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah

Siksaan : siksaan pertama di dunia lalu yang kedua siksaan disini adalah adzab kubur di alam barzakh. Lalu baru kepada azab yang lebih besar lagi diakhirat.

Kemudian diikuti QS Al Mukmin / Al Ghofir

ayat 45. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang Amat buruk.
ayat 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang[1324], dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”.
[1324] Maksudnya: dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.

Fir’aun dengan pengikutnya selalu dikepung adzab kubur dan tersiksa lagi dengan ditampakkan kepada mereka “masa depan di neraka” pagi dan sore sampai kiamat disinilah disamping siksaan fisik dalam kubur juga siksaan mental yang dahsyat !!.

Orang-Orang yang Mati Syahid

Mari kita simak QS Al Imran
ayat 169. Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.
[248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

Ruh Dapat mengetahui kondisi orang yang masih hidup:

  • Doa memasuki perkuburan.
  • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
  • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
  • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
  • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

Mendengar dari Kubur

Dalam hadist Riwayat Bukhori ; bahwa Nabi menjelaskan orang yang kafir atau munafik akan disiksa dalam kubur dengan martil besi  yang dipukulkan diatas kepalanya antara kedua telinganya hingga berteriak sekeras-kerasnya yang dapat didengar oleh yang disekitarnya kecuali manusia dan jin.

Dimanakah Keberadaan Ruh si Mayit

  • Para Nabi dan Rasul dalam Hadist shohih Bukhori Muslim: Derajat yang sangat tinggi di sebut dengan istilah  rofiiq  A’ laa yaitu derajat tertinggi di sisi Allah swt seperti yang diterangkan Rasulullah  “allahumma rofiiq A’laa”. Seperti halnya dalam perjalanan Nabi ke sidratul muntaha sewaktu Mi’raj bahwa penempatan manusia bertingkat tingkat.
  • QS Al-Imran 169: Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.  [248] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.

Orang orang yang mati syahid dalam kenikmatan yang berlimpah dari Allah swt. Dalam riwayat yang sangat banyak menunjukkan :

Arwah mereka dalam rongga burung  yang kehidjau hijauan keluar masuk  sorrga menuju sungai sungai sorga, memakan buah buahnya. Lalu pergi kembali lagi ke periuk periuk yang terbuat dari emas. Mereka bergelantungan di alam arsy . Apabila mereka merasakan nikmatnya aroma makanan dan minuman, mereka mengatakan : sampaikanlah  tentang keadaan ini semua kepada suadara saudara kami, sungguh kami hidup dalam sorga yang penuh rezki. Ini agar mereka (orang yang masih hidup di dunia) tidak lari berpaling dari jihad perang. Kemudian Allah swt berfirman,”Aku akan beritahukan kepada mereka !” Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Al Imran 169.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” tidak ada satupun masuk sorga lalu menginginkan untuk kembali ke dunia, dan tidak akan memiliki apapun di dunia kecuali hanya ingin mati syahid lagi, keinginannya kembali ke dunia hanyalah berperang walaupun sepuluh kali. Hal ini karena mereka mendapatkan kemuliaan dan karunia ( buah dari syahid ).

Orang orang yang sholeh juga dalam kenikmatan yang diberikan Allah swt dalam hadist RAsulullah bersabda, : sesungguhnya arwah orang beriman dalam bentuk burung  yang bergelantung di pepohonan sorga dan akan dikembalikan ke jasadnya hari kebangkitan nanti. HR Ahmad.
Jadi dijelaskan kenikmatan dalam sorga barzakh sampai hari kebangkitan. Barulah memasuki fase selanjutnya.

Ruh yang Dimurkai

Seperti yang diterangkan sebelumnya bahwa arwah manusia yang dibenci Allah dalam siksaan kubur . Dalam beberapa riwayat hadist siksaan kubur sangat berbeda beda itu semua tergantung pada perbuatan dosa dosanya :

  • Adzab tempaan besi panas.
  • Adzab batu besar.
  • Adzab cerobong panas.

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” jiwa orang beriman itu tergantung karena hutangnya sampai dilunasi”. HR Tirmidzi

Rasulullah berdoa untuk mayit “ Ya Allah ampunilah dirinya dan limpahkanlah rahmat serta berilah afiah (keselamatan) dan maafkanlah (atas kesalahanya), karuniakanlah kepadanya kemuliaan saat dimasukan dalam kubur, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dengan air, es dan embun. Bersihkanlah dari segala kesalahan kesalahan seperti bersihkan pakaian yang putih dari noda. Lalu berikanlah kepadanya pengganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (didunia). Keluarga yang lebih baik dari keluarganya. Pasangan (suami/isteri) yang lebih baik dari pasangannya ( didunia ). Kemudian masukkanlah dalam sorga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab api neraka. HR Muslim

Ruh Mengetahui Kondisi Orang Hidup

  • Doa memasuki perkuburan.
  • Berita gembira dari kesholehan anaknya.
  • Amalan yang masih hidup diperlihatkan kepada orang yang telah wafat.
  • Silaturahmi antara ruh yang telah wafat bahkan saling menikah.
  • Mendapatkan kebahagiaan dengan amalan yang masih hidup.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi oleh Uztad Arifin Jayadiningrat

Travelling ke Akherat -Alam Barzah & Kematian Bag. III

Assalammu’alaikum wr. wb.

Menceritakan travelling ke akherat memang panjang, karena memang travelling yang akan ditempuh juga tidaklah pendek, malah bisa dibilang membutuhkan waktu tak terhingga karena seperti sudah sering kita dengar bahwa 1 hari di akherat adalah setara dengan 1000 tahun di dunia, kalau rata-rata usia manusia Indonesia adalah 70 tahun maka kita hanya hidup 1,7 jam akherat kalau asumsi 1 hari akherat setara dengan 24 jam (baca: di dunia), rasanya seperti sedang beristirahat makan siang & tidur siang sebelum melanjutkan  sebuah perjalanan panjang nan melelahkan.

Kematian

الأمل = Angan-angan adalah merupakan  keinginan duniawi yang tidak pernah terputus-putus jauh kedepan. Manusia sering fokus pada keinginan ini.  tiba-tiba datanglah AJAL yang pasti memotong semua keinginan duniawi. Manusia melupakan kepastian datangnya ajal.  ajal bisa dalam jumlah banyak maksudnya peringatan situasi kondisi manusia yang HAMPIR mati (musibah), lalu datanglah ajal terakhir yaitu  kematian.

Apakah Sakarat Itu?

السَّكْرَةُ = الشدة =

kepedihan , kedahsyatan, kesengsaraan yang luar biasa.

السَّكَرات  =

kepedihan-kepedihan, kedahsyatan-kedahsyatan dalam merasakan kesakitan yang luar biasa.

Mari kita simak pada Surat Qoof: ayat 17-19:

ayat 17. (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

ayat 18. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.

ayat 19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

Kemudian kita simak juga Surat Al-Hajj:

ayat 1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

ayat 2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.

Kata-kata SUKAAROO adalah sama dengan mabuk karena kesengsaraan yang luar biasa , menjadikan seperti orang mabuk, bukan karena mabuk, tetapi merasakan kerasnya , dahsyatnya siksaan.

Sampai-sampai Rasulullah Sallahu alaihi wasalam banyak berdoa:

  • “Ya Allah mudahkanlah sakratul maut bagi Muhammad”
  • “Ya Allah ringankanlah sakratul maut bagiku”
  • “Ya Allah sesungguhnya Engkau mencabut nyawa dari urat-urat , tulang hidung dan ujung ujung jari. Ya Allah tolonglah aku dalam kematian dan ringankalah untukku”.
  • Kisah yang diceritakan Nabi tentang kaum bani Israil pernyataan orang yang telah wafat.

Riwayat-riwayat Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam yang menunjukkan doa mengharapkan KEMUDAHAAN dan KERINGANAN dalam mengalami sakaratul maut, menunjukkan kedahsyatannya.

Gambaran Sakaratul Maut

“Sesungguhnya kematian, lebih menyakitkan daripada dipenggal dengan pedang-pedang dan dipotong dengan gergaji-gergaji dan dijepit dengan penjepit-penjepit”

Hamba (Allah) yang sholeh, merasakan kematian dan sakaratnya dan sesungguhnya sendi sendinya akan mengucapkan  selamat tinggal satu sama lain, seraya berkata, “sejahteralah atasmu (salam) sekarang saling berpisah hingga datang hari kiamat”.

Tiga Hal Yang Luar Biasa:

  • Dahsyatnya kepedihan pencabutan nyawa.
  • Menatap wajah malaikat pencabut nyawa. Menatap malaikat pencatat amal.
  • Menatap masa depan ( surga/ neraka).

Rasulullah sallahu alaihi wasalam ,“tidak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan kepadanya tempat di surga atau di neraka” ( Muslim ).

BERITA GEMBIRA BAGI ORANG BERIMAN, DIPERLIHATKAN SORGA DAN BERITA MENYEDIHKAN DAN MENEGANGKAN BAGI MEREKA YANG DIKEKALKAN DALAM API NERAKA

Masuk Surga dengan Akhir Katanya: “La Ilaha Illa Allah”

Dalam riwayat bahwa Aisyah mengatakan,”bahwa Nabi Muhammad sallahu alahi wasalam, ditangan beliau saw, ciduk kecil yang ada airnya lalu memasukkan tangan beliau ke dalam air itu, maka membasuhkan wajahnya seraya berkata’LA ILAHA ILLA ALLAH bahwa kematian memiliki sakaraat (kepedihan), lalu tangan beliau mengangkat tangannya ke atas dengan berkata “rofiiq ‘alaa” (tempat disisi Allah yang tinggi) sampai ajal tiba dan tangannyapun terjatuh. (HR BUKHORI)

Namun tobat akan tertolak saat sakaratul maut sesuai dengan yang termaktub di dalam QS An-Nisa ayat 18:

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”

Taubat sebelum sakaratul maut:

Rasulullah bersabda,” sesunggunya Allah ta’ala menerima taubat seorang hamba selamanya belum ajal sampai tenggorokan”. ( at-tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah)

Apabila kita menyimak beberapa ayat Al-Quran yaitu QS Ghofir atau Al-Mukmin ayat 84-85 dan Yunus ayat 90:

Tertutuplah ampunan dan maghfiroh dari Allah setelah diperlihatkan adzab Allah.

Proses Kematian

Mari kita simak QS AL-Waqiah ayat 83 – 96:

ayat 83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

ayat 84. Padahal kamu ketika itu melihat,

ayat 85. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,

ayat 86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

ayat 87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

ayat 88. Adapun jika dia (orang yang mati) Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

ayat 89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan.

ayat 90. Dan Adapun jika dia Termasuk golongan kanan,

ayat 91. Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

ayat 92. Dan Adapun jika Dia Termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

ayat 93. Maka Dia mendapat hidangan air yang mendidih,

ayat 94. Dan dibakar di dalam Jahannam.

ayat 95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

ayat 96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.

Dari ayat-ayat di atas :

Melihat pertama (84) melihat kematian. Melihat ( ayat 85 ) yg kedua ; kita menyaksikan orang mau mati, tapi kita tidak melihat malaikat-malaikat pencabut nyawa.

Sakaratul Maut Bagi Orang Yang Dzolim, mari kita lihat QS AL-An’am ayat 93:

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, Padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

Dari ayat di atas Sakaraatul Maut bagi orang dzolim : siksaan langsung dengan pukulan  / cambukan ditambah lagi berita masa depan yang akan di masukkan ke neraka (dihinakan).

Perang Abadi Iblis Vs. Manusia

Menyimak QS Al-Aroof ayat 16 – 17:

ayat 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

ayat 17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Kemudian QS Al-Hijr ayat 39-40:

ayat 39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

ayat 40. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

Kemudian Surat Ibrahim ayat 22:

22. Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Kemudian dilanjutkan di QS Al-Hasyr atay 16-17:

ayat 16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu“, Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”.

ayat 17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang zalim.

Serangan syetan dari segala penjuru  SELAMA hidup kita ; apalagi saat detik detik penentuan yaitu SAKAARTUL MAUT

Menggambarkan SEINDAH-INDAHnya bagi perbuatan yang tidak baik, dan memandang YANG JELEK bagi perbuatan yang baik. Apalagi saat sakaraatul maut ; sulit mengucapkan dzikir.

syetan HANYA membujuk & mengajak

lalu manusia mengikuti

Rasulullah sallahu alaihi wasalam mengajarkan Doa untuk memberikan proteksi dari serangan syetan saat datang kematian:

” Ya Allah aku mohon kepadaMu perlindungan dari kematian akibat terjatuh dari ketinggian, dan kematian karena sangat ketuaan, akibat tenggelam dan terbakar. Lindungilah diriku dari penguasaan syetan terhadap diriku (serangan) saat kematian (sakaaatul maut). Aku berlindung denganMu dari kematian akibat lari dari perang di jalanMu. Dan aku berlindung denganMu dari kematian akibat teracuni dengan sengatan binatang beracun.”

Prasangka Baik Kepada Allah Swt adalah Modal Utama Husnul Khotimah

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, Allah swt berfirman “Aku tergantung prasangka hambaKu, Aku selalu bersamanya bila ia mengingat Aku. Bila ia ingatKu dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diriKu.

Husnul khotimah : penutupan yang baik , saat ajal datang kepada kita, dengan prasangka yang baik kepada Allah swt. Tidak boleh menggerutui keputusan Allah swt, apalagi saat sakit. Karena bila kita prasangka baik kepada Allah, tentu Allah akan baik kepada kita.

Rasulullah bersabda“bacakanlah kepada orang orangmu yang sedang sekarat “La ilaha illa Allah”….”sebab kata kata itu penghapus dosa” ( anNasai ) Saat sakaratul maut ; berjuang untuk mengatakan kalimat tauhid tidak mudah oleh karenanya kita mentalkin dengan Lailahaillaallah.. Agar mempermudah untuk diucapkan bagi yang menjelang kematian.  Kata kata yang menyembah Allah swt…yang dapat menghapuskan dosa… QS Al-Fajr ayat 27-30:

ayat 27. Hai jiwa yang tenang. ayat

28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. ayat

29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ayat

30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

Saat sakaratul Maut ; sudah diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan, karena sudah diperlihatkan sorga. Dan Jiwa yang tenang maksudnya buah dari mengingat ALLAH, seperti surat ARA’D ayat 28. maka biasakanlah dzikir setiap saat agar mendapatkan ketenangan jiwa…. Ini modal utama husnul khotimah, dzikir selalu mengagungkan Allah selalu berprasangka baik…

  • Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda “ barangsiapa yang mengatakan “tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar” maka Allah menjawab “benar apa yang dikatakan hambaKu lalu berkata memang tiada tuhan yang patut disembah selain Aku dan Aku Maha Besar”.
  • Apabila dzikir “tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya”. Allah berkata,” memang tiada tuhan selainKu dan Aku Esa, tiada sekutu bagiKu.
  • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  milikiNya kerajaan dan segala pujian” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan Aku memiliki segala kerajaan dan segala pujian.
  • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariNya” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariKu. Barangsiapa yang mengatakan (berdzikir) ini pada saat sakitnya lalu tiba ajalnya tidak akan temakan neraka.
  • Doa istighfar tertinggi : Allaahumma anta  Robbii  laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa ana ’abduka wa ana ’alaa  ’ahdika wa wa’dika mas ta tho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu   abu u laka bini’matika  ’alayya, abuu  -u bidzambii  faghfirlii innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta Ya Allah Engkaulah Tuhanku tiada tuhan yang ku sembah selainMu yang telah menciptakan diriku. Diriku ini hambaMu, aku sudah mengikatkan diri dalam perjanjian Mu untuk taat semampu diriku. Aku berlindung denganMu dari keburukan yang telah kuperbuat kuakui limpahan nikmatMu terhadap diriku yang tak pernah terhenti, dan aku akui dosa-dosaku maka ampunilah diriku, tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosaku selain Engkau

Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam “Barangsiapa yang membaca “sayid istighfar” pagi hari penuh dengan keyakinan, lalu wafat, maka ia termasuk penghuni sorga. Barangsiapa yang membacanya sore hari penuh dengan keyakinan lalu wafat maka ia termasuk penghuni sorga.” HR Ahmad, Attirmidzi, Abu Daud, Annasai

Menyimak QS Fushilat ayat 30 -33:

  • ayat 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
  • ayat 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
  • ayat 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • ayat 33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Intisari Kajian

  1. Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.  Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam surga-Ku.
  2. “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa bersedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
  3. Selalu berdzikir
  4. Berpikiran positif
  5. Wafat saat beramal sholeh seperti sabda Rasulullah Saw. di bawah ini:

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda ” barangsiapa yang mengatakan tiada tuhan yang disembah selain Allah, mencari keridhoaan Allah dan tiba ajalnya, maka ia masuk sorga. Barangsiapa yang puasa satu hari dengan mengharap ridho Allah lalu ia wafat, maka masuk sorga. Barangsiapa yang bersedekah dengan satu sedekah mencari ridho Allah lalu wafat maka ia masuk sorga”.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi uztad Arifin Jayadiningrat

Travelling ke Akherat – Alam Barzah & Tanda-Tanda Kematian Bag. II

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Travelling biasanya membutuhkan perencanaan dan persiapan matang misalnya apakah diperlukan passport, visa terutama untuk perjalanan ke luar negeri,  berapa uang yang akan kita gunakan untuk kebutuhan selama travelling, berapa banyak bawaan yang diperlukan, di sana akan tinggal di mana, dan banyak lagi.  Walaupun begitu semakin dekat dengan hari H, semakin kita merasa tidak bisa menunggu (baca: excited).

Analogi di atas juga sama dengan travelling ke akherat, karena salah satu tanda travelling ke akherat yaitu ketika maut menjemput, yang menjadi pertanyaan sudah siapkah kita dengan perencanaan dan persiapan yang baik, sudah siapkah perbekalan yang akan kita perlukan pada saat travelling dengan one way trip benar-benar menjemput (baca: amal kebaikan), apakah kita tahu bakal tinggal di mana nanti? Apakah kita merasa takut, atau excited atau barangkali malah belum terpikir sama sekali ternyata kita sudah dekat dengan hari yang mau tak mau akan menjemput tersebut.

Mari kita lihat beberapa terminologi kematian di dalam Qur’an. Sering kita temui kata-kata wafat (يَتَوَفَّى ) yang didefinisikan sebagai kematian bisa kita temui di QS. Sajadah ayat 11, QS. Al An’am ayat 60, dan QS. Az-Zumar ayat 48. Kata wafat dipakai untuk tidur di dalam surat Al An’am, dan Az-Zumar, kata mati dalam doa mau tidur,  juga dipakai untuk tidur.

Maka kalau kita melihat orang tidur, sama dengan melihat orang mati bedanya ia masih bangun kembali.  Ketidakberdayaan manusia dalam tidurnya sama seperti ketidakberdayaan ketika Ia mati. Deep thinking inilah yang menjadikan tidur adalah peringatan kematian.


Qur’an Menjawab Secara Ilmiah

Mari kita simak QS. Huud ayat 7: “Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

Ayat di atas banyaknya manusia yang mempertanyakan adanya hari kebangkitan setelah kematian, seakan-akan ini hanyalah sihir !!

Namun pertanyaan mengenai keyakinan atau keimanan terhadap hari kebangkitan (hari akhirat) dapat dijawab dengan ilmiah, mari coba kita telaah beberapa surat di Al-Qur’an  yang memiliki tema Penciptaan yang II ( hari akhirat ) setelah penciptaan I ( dunia sekarang ini ). Salah satunya Surat Al-Waqi’ah

Bagaimana tidak yakin akan penciptaan II sementara Allah swt sudah membuktikan adanya penciptaan I ?.
Lihatlah asal usul manusia dari setetes air mani ! Ayat 57-58 !, bukankah itu terbukti kekuasaan Allah swt menciptakan manusia, pada penciptaan I ? SEHARUSNYA MENGAMBIL PELAJARAN DARI asal usul manusia (ayat 62).

Lihat tanaman tanaman yang manusia tanam (63,64,65). Bagaimana bisa mempertanyakan kekuasaan Allah tentang penciptaan II ?
Lihat air yang kita minum !. Air yang diturunkan dari langit. Adanya air tawar dan asin. Kekuasaan Allah Yang mencipta pada penciptaan I ini adalah bukti kemampuan Allah menghidupkan penciptaan II.
Api yang keluar dari tumbuh-tumbuhan, sementara tumbuh-tumbuhan adalah mengandung air, bagaimana mempertanyakan kekuasaan Allah sementara sudah terbukti api dapat keluar dari tumbuh-tumbuhan (ayat 71-72 )

Surat yang lain yang membahas hal yang sama dapat ditemui di ‘Surat Al Isra

“Lihatlah kekuasaan Allah dalam penciptaan I , lihat langit bagaimana dahsyatnya ! Lihat pula bumi yang terhampar dengan segala jenis ciptaan Allah !! Apakah kita masih juga mempertanyaan Kemampuan Allah menciptakan penciptaan II ? (ayat 99)”

Menyimak Surat lainnya di ‘Surat Yasiin

Lihatlah manusia diciptakan dari setetes air mani ! Lalu ia menjadi pembantah ! (ayat 77) Bagaimana manusia tidak melihat kehidupan alam semesta sekarang ini ( penciptaan pertama ) betapa Allah Maha Kuasa, mengapa manusia masih meragukan kekuasaan Allah untuk penciptaan II ? ( ayat 79 )
Menciptakan api dari kayu, padahal awalnya kayu itu hijau yang banyak mengandung air, kekuasaan Allah menjadikan api dari kayu, apakah manusia tidak melihat bagaimana kekuasaan Allah swt ?. Tiada yang mustahil bagi Allah ( ayat 80 )
Lihatlah ciptaan Allah swt di langit dan dibumi ? Masihkan manusia mengingkari kekuasaan Allah , Dialah Sang Maha Pencipta segala makhlukNya. (ayat 81 ).
Dari sini kita harus yakin, bila Allah berkehendak, pasti terjadi !.

Surat Al Hajj berbicara mengenai proses penciptaan :

  1. Lihatlah (ayat 5) proses kejadian manusia , dari mana diciptakan, proses dalam rahim sampai menjadi bayi hingga dewasa. Lihatlah tubuh kita sekarang ini, yang telah mengalami proses panjang.  Tubuh yang berubah rubah dan itu semua tanda Kekuasaan Allah swt
  2. Ada yang masih hidup sehingga masa tua, ada yang meninggal dunia dan lain lain, inipun tanda kekuasaan Allah swt. (ayat 5)
  3. Lihatlah bumi yang kering, lalu Allah menurunkan air hujan, menumbuhkan berbagai macam makhluk hidup !! Diantaranya tumbuh-tumbuhan. Bukankah ini bukti tanda kekuasaan Allah swt. Bagaimana kita mempertanyakan kekuasaanNya dalam menghidupkan dari yang mati !!. ( ayat 5 )
  4. Tidak ada yang mustahil bagi Allah, karena Dialah Yang Menghidupkan semua dari yang mati. ( ayat 6 )

‘Surat Qoof ‘menandaskan lebih jauh:

  • Lihatlah langit yang ditinggikan Allah sangat luas dan sangat indah. Allah Yang Menciptakan dan Menghiasinya. Tiada setitikpun keretakan. (ayat 6 ).
  • Lihatlah semua yang ada diatas hamparan bumi. Lihatlah gunung gunung yang mengokohkan bumi sebagai pemancang, lalu lihat tumbuh-tumbuhan yang sangat menarik ! Sangat indah dipandang mata. (ayat 7 ) . Bahkan dalam ayat 8 kita harus menjadikan PELAJARAN dan PERINGATAN bagi kita semua !! Bahwa Allah Maha Kuasa.
  • Ayat 9-10 menjelaskan bahwa Allah Kuasa menghidupkan yang telah mati, lihatlah air hujan yang diturunkan lalu menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Buah buahan yang sangat banyak !. Lalu ditutup dengan ayat 11, DEMIKIANLAH Allah kuasa untuk Membangkitkan manusia yang telah mati !!. Seperti tanah yang kering mati bisa hidup dengan air. !

Dilanjutkan oleh Surat Al-’Araaf:

  1. Lihatlah angin yang digerakkan Allah, membawa awan mendung dihalau ke daerah tandus lalu dihidupkan dengan air hujan, tumbuh-tumbuhan !! Yang mengeluarkan berbagai macam buah buahan !…( ayat 57 ).. Ujung ayat ini menekankan : AGAR MENGAMBIL PELAJARAN dari ini semua BUKTI ADANYA HARI KEBANGKITAN !!.
  2. Pada ayat 58 ; menunjukkan macam macam yang tumbuh. Ada yang tumbuh baik, dari tanah yang subur, ada yang tumbuh tidak baik. Ini semua hanya tanda kebesaran Allah swt.

(Sayangnya ayat ini (baca: ayat 57) tidak dijadikan pelajaran bahkan sampai disekolah-sekolahpun tidak ada !)

Surat Nuh:

  1. Lihatlah proses manusia dari setetes air .. Proses dalam rahim.. Dan seterusnya.. Ini adalah bukti Kekuasaan Allah swt. (ayat 14)
  2. Lihat langit yang tinggi dan bertingkat-tingkat. ( Ayat 15 )
  3. Lihat bulan dan matahari , cahaya yang terpancar dari keduanya, inilah kekuasaan Allah swt ( ayat 16 )
  4. Pada ayat 18, dijelaskan sangat mudah bagi Allah membangkitkan manusia setelah kematiannya, mengeluarkan manusia dari tanah.

Peringatan Kematian Setiap Saat

Mari kita simak QS Al Hadid ayat 20:

QS AL-HADID
‘ Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.’

  • Peringatan bahwa kita akan mengalami kematian.
  • Lihatlah dengan deep thinking, seluruh kehidupan manusia penuh dengan permainan, perhiasan, saling bangga, saling memamerkan. Itu semua hanyalah laksana tumbuh tumbuhan ;
  • Yaitu : awalnya proses tumbuh-tumbuhan yang mengeluarkan buah/bunga dan lain lain, sangat memukau. Tapi lihat proses selanjutnya dengan DEEP THINKING… akan layu dan hancur… itulah kita.
  • Setiap saat kita melihat tumbuh-tumbuhan, yang subur, yang indah dipandang termasuk buah buahan dan lain sebagainya. Ada juga yang layu, kering dan mati. Ini semua PERINGATAN KEMATIAN.
  • MANUSIA sering LUPA, karena sudah diingatkan bahwa KEHIDUPAN DUNIA MENIPU DAN MELALAIKAN sehingga lupa kematian.

Keyakinan yang Tidak Berubah

  • Semua yakin, pasti ada kematian. Tapi kita tidak  melihat kebanyakan orang untuk mempersiapkannya !.
  • Semua kita yakin, adanya sorga. Tapi kita tidak melihat kebanyakan kita untuk berlomba melakukan sesuatu untuk menggapainya.
  • Semua kita yakin adanya neraka. Tapi kita tidak ada rasa takut dan tidak peduli akan dikuasai nafsunya.
  • Tapi kita sering bersedih karena hal duniawi dan bangga akan hal duniawi.

Dalam QS Al Munafiqun ayat 10-11:

  • ayat 10: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku Termasuk orang-orang yang saleh?”
  • ayat 11:  Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

Intisari Kajian

  • Kematian yang sudah pasti, selalu dilupakan hanya karena kita tidak mengikuti petunjuk Al-Quran, bahwa apa yang kita lihat disekitar kita, adalah tanda kematian dari Allah. Deep thinking terhadap tumbuh-tumbuhan,buah-buahan yang segar, laksana kita akan dibangkitkan pada hari kiamat. Deep thinking terhadap yang layu dan membusuk, itu adalah kita yang akan mengalami kematian. Ini pelajaran yang harus diambil seperti pesan Al-Quran. Termasuk tidur kita adalah tanda kematian yang kita lupakan !!
  • Kematian yang dilupakan, juga karena kenikmatan dunia yang fana dan sementara. Diingatkan oleh alquran bahwa dunia akan menipu dan memperdayakan kita. Justru kita melupakan peringatakan dari Allah swt.

Wallahu a’lam bishowaab

Insya Allah bersambung…

Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat

Travelling ke Akhirat – Alam Barzah Bag. I

Assalammu’alaikum wr. wb.

Travelling terdengar menyenangkan di telinga kita, karena kata-kata tersebut sering berarti relaksasi dari rutinitas dan pekerjaan sehari-hari. Travelling memberikan waktu bagi kita untuk menikmati keindahan alam dan ganti suasana, mendapatkan teman2 baru yang barangkali sebelumnya tidak pernah bertemu dan bercakap-cakap mengenai pengalaman hidup sebelum pertemuan.

Biasanya ketika kita akan melakukan travelling, tentunya punya perencanaan dan akan menggunakan travelling agency, minimum sudah mengetahui kemana dan berapa lama kira-kira kita akan melakukan perjalanan.

Berbeda dengan travelling di hari libur, travelling ke akherat hanya one way trip tidak ada batasan waktu karena hanya Allah Swt. yang tau soal itu.Yang menjadi permasalahan adalah seringkali kita tidak pernah atau lupa mempersiapkan travelling yang mau tidak mau akan kita lalui.  Seringkali informasi mengenai Alam Barzah tidak pernah terlintas di benak kita, karena bisa jadi karena kekurangan ilmu mengenai hal ini, kita disibukkan oleh kegiatan dunia dan rutinitas sehingga ketika maut menjemput, kita tidak tahu musti bagaimana.

Mari kita simak surat Al-Imron (3) ayat  185:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (melupakan).”

Peringatan Allah Swt. di atas sering sekali kita lupakan

Fondasi dalam mengingat kematian (perjalanan ke akhirat) adalah bahwa dalam hidup kita memiliki orientasi atau skala prioritas dalam berbuat.  Yaitu menjauhi perbuatan dosa, selalu meminta ampunan-Nya (baca: istighfar), sehingga jiwa kita menjadi tenang dan kuat.

Kesalahan Pemahaman Dalam Mengingat Kematian

  1. Banyak sekali aliran-aliran yang berzuhud dari kehidupan dunia dengan meninggalkan urusan dunia.
  2. Melupakan tugas khilafah fil ardh.
  3. Melupakan bahwa dunia yang diciptakan Allah Swt. untuk diwariskan kepada orang yang bertaqwa.
  4. Melalaikan kewajiban Membangun kebahagiaan dunia untuk menggapai kebahagian akhirat.

Mari kita simak surat Al-Anfal (8) ayat  60:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Dalam ayat ini menunjukkan kita Tidak Boleh Meninggalkan dunia, justru pengabdian kepada Allah adalah menggarap dunia untuk menggapai ridho-Nya Swt., mendapatkan kebahagiaan akhirat.

Kemudian kita simak surat Al-Qoshosh () ayat  77:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ayat ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh meninggalkan dunia, kita harus berbuat baik seperti Allah Swt berbuat baik kepada kita, artinya: harus menguasai dunia agar produktif kepada manusia menuju bekal akhirat.

Bahkan menurut hadits riwayat Ahmad: “Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda,” walaupun telah tiba kiamat terhadap salah satu diantara kalian dan ditangannya masih ada satu benih biji, maka tanamlah !”

Hadits ini menunjukkan bahwa kita wajib menjadi orang yang produktif membangun dunia, walaupun telah datang kiamat, bila masih mampu berbuat baik untuk bumi dan manusia, kita berbuat!

Kita hampir selalu setiap hari berdoa:

رَبَّنَآ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

artinya: Ya Allah berilah kepada kami kehidupan dunia yang baik dan kehidupan akhirat yang baik jauhkanlah kami dari api neraka.

Bumi diciptakan oleh Allah Swt., ajaran Islam dari Allah Swt., maka bumi dibangun untuk kita dalam mengabdikan diri kepada Allah Swt. Tidak boleh meninggalkan dunia!

Keseimbangan antara dunia dan akhirat harus terbangun karena sukses di dunia / menguasai dunia untuk menuju kehidupan akhirat yang abadi.

Surat An-Nisa (4) ayat 78:

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh.”

Ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa manusia cenderung takut mati, maka mereka lari darinya, yang seharusnya tidak perlu lari, namun mempersiapkan diri untuk perbekalan kematian!

Kesalahan selama ini dalam pendidikan agama Islam menyebabkan melupakan kematian dan hari akhirat, Padahal itu adalah Rukun Iman.

Banyak sekali ayat yang berbicara mengenai hal ini:

Surat Az-Zumar  ayat 9: “Katakan wahai Muhammad, “apakah sama orang yang mengetahui ( berilmu ) dengan orang yang tidak mengetahui ?”

Surat Al-An’am ayat 50: “Katakan wahai Muhammad, apakah sama orang yang buta dan orang yang melihat, apakah kalian tidak berfikir ?”

Agama Islam mengajarkan agar kita “Iqro’” yaitu membaca, analisa, kemudian berpikir, meneliti, menyaksikan, dan melihat.  Ajaran agama lain biasanya tidak ada Iqro’ hanya doktrin tidak ada proses berpikir sehingga berbenturan dengan hukum alam. Dan seringkali ini yang terjadi

Setelah melalui proses pembelajaran di atas maka kita diharapkan untuk yakin/percaya/iman

Kemudian di dalam Islam diajarkan menyerahkan diri, kepasrahan, tunduk patuh kepada keputusan Allah Swt.

Ajaran Islam = hukum alam, karena satu sumber yaitu dari Allah Swt., namun bisa jadi umat Muslim menggunakan metode agama lain untuk memahami Islam.

Hal ini juga bisa berakibat dalam kehidupan sehari-hari manusia Lupa adanya kepastian kematian!

Metode Iqro adalah menggunakan deep thinking dalam membaca alam di sekitar kita, sehingga membuat kita beriman kepada hari akhirat -> tidak lupa akan kematian walau sehari pun!

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali  dari presentasi Uztad Arifin Jayadiningrat