Berkah Kegagalan & Kekuatan Imaginasi Bagi Kehidupan

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

Tulisan ini juga dapat dibaca di blog saya

Ketika JK Rowling memberikan pidato kelulusan di Harvard University dia ingin menyampaikan rasa terima kasihnya karena kesempatan yang diberikan oleh universitas tersebut.

Ini juga menjadi pelajaran bagi saya dari seorang penulis besar yang sudah menuangkan karya-karyanya yang begitu indah seperti Harry Potter dan seri-serinya belum lagi yang sudah difilmkan.  Menjadi seorang JK Rowling adalah impian novelis di dunia ini.  Berikut ini adalah intisari pidato beliau:

JK Rowling menceritakan masa lalunya yaitu ketika dia miskin dia menyadari bahwa kemiskinan bukanlah pengalaman yang mulia.  Kemiskian adalah teman terdekat dari ketakutan, stress dan terkadang depresi, dan kemiskinan juga berarti ribuan rasa malu dan kesusahan hidup.  Ketika anda memanjat dinding kemiskinan yang terjal dan berhasil melaluinya, hal tersebut menjadi sesuatu yang anda bisa banggakan pada diri sendiri, namun begitu kemiskinan seringkali dianggap romantis oleh orang-orang yang tersesat dalam kehidupan.

JK berkata, “Apa yang saya takutkan pada diri saya ketika saya masih muda seperti kalian bukanlah kemiskinan akan tetapi kegagalan.”

Kegagalan sebenarnya berarti menggugurkan segala sesuatu yang tidak penting

Kemudian Dia melanjutkan, “Saya merasa bebas karena ketakutan terbesar saya telah saya lewati dan saya masih hidup dan saya masih punya putri yang begitu saya sanjung, saya punya mesin ketik tua dan ide cemerlang.” Sehingga pada kondisi terbawah menjadi sebuah fondasi yang solid yang Dia gunakan untuk membangun hidupnya.

Adalah tidak mungkin hidup tanpa mengalami kegagalan pada sesuatu, kecuali Anda hidup terlalu berhati-hati yang berarti Anda mungkin tidak hidup sama sekali, apapun itu Anda gagal secara alami.

“Kegagalan memberikan keamanan di dalam jiwa saya yang tidak akan saya dapatkan dengan lulus ujian kuliah.  Kegagalan mengajarkan saya banyak hal mengenai diri saya sendiri yang barangkali tidak akan dapat saya pelajari dengan cara lain.  Saya menemukan bahwa saya memiliki keinginan yang kuat, dan lebih disiplin dari yang saya kira, saya juga menemukan bahwa saya memiliki teman-teman yang memiliki nilai lebih dari harga perhiasan ruby yang banyak.”

Pengetahuan dimana Anda menjadi lebih bijaksana dan lebih kuat dari kegagalan berarti Anda sudah memiliki kemampuan untuk dapat bertahan hidup.  Anda tidak akan benar-benar mengetahui diri Anda sendiri, atau kekuatan dari hubungan Anda dengan pasangan Anda hingga Anda berdua benar-benar di tes melalui adversity (kesusahan atau ketidakenakan).  Pengetahuan yang demikian merupakan hadiah yang sebenarnya yang Anda menangkan dan bernilai lebih dari kualifikasi yang pernah Saya pernah dapatkan.

Melihat kebelakang, saya dapat katakan bahwa ketika saya berumur 21 tahun bahwa kebahagiaan pribadi terletak ketika mengetahui bahwa hidup tidak hanya sebuah daftar pencapaian atau prestasi.  Kualifikasi anda, CV Anda, bukanlah hidup Anda, walaupun demikian Anda akan menemui banyak orang seumuran saya atau lebih tua yang bingung dengan keduanya.  Hidup adalah sulit dan penuh komplikasi dan diluar kontrol manuasia, dan kerendahan hati untuk mengetahuinya memungkinkan anda untuk bertahan terhadap ketidakenakaan yang ditimbulkan.

Tema kedua saya adalah pentingnya berimaginasi karena saya sudah mempelajari untuk menghargai imaginasi dalam lingkup yang lebih luas.  Imaginasi tidak hanya unik sebagai kapasitas seorang manusia yang memberikan visi dan awal dari semua penemuan dan inovasi. Imaginasi dianggap hal yang paling transformative dan membuka kapasitas seorang manusia. Berimaginasi adalah kekuatan yang memungkinkan kita untuk berempati dengan manusia yang memiliki pengalaman kita belum pernah bagikan.

Tidak seperti ciptaan lain di planet ini manusia dapat belajar dan memahami tanpa harus memiliki pengalaman.  Mereka dapat berpikir seolah-olah mereka memakai sepatu orang lain (berada di tempat-tempat orang lain).  Tentu saja ini adalah sebuah anugerah kekuatan yang dianggap netral secara alami.  Seperti sebuah tongkat sihir seseorang bisa menggunakan kemampuan tersebut untuk memanipulasi, melakukan kontrol atau untuk memahami dan bersimpati.

Banyak orang yang lebih menyukai untuk tidak melatih berimaginasi sama sekali.  Mereka memilih untuk pada posisi nyaman dalam batasan pengalaman mereka sendiri, tidak capek-capek  berimaginasi bagaimana seandainya mereka dilahirkan tidak seperti mereka sekarang. Mereka bisa menolak untuk mendengarkan jeritan orang-orang yang terjerat,  mereka menutup pikiran dan hati mereka terhadap penderitaan orang lain yang secara personal tidak pernah mengetuk hari mereka, dan mereka bisa menolak untuk mengetahui.

Saya berpikir bahwa orag-orang ini sebenarnya memiliki mimpi buruk yang tidak sedikit dibandingkan dengan saya.  Memilih untuk hidup di lingkungan yang sempit menyebabkan pembentukan sebuah mental yang disebut dengan agoraphobia (mental ketakutan yang tidak beralasan ketika berada bersama khalayak ramai), dan hal ini tentunya menyebabkan teror tersendiri.  Saya percaya bahwa orang-orang yang tidak berimaginasi akan melihat monster yang lebih banyak dan bisa jadi mereka akan menjadi lebih ketakutan.

Apalagi bagi orang-orang yang memilih untuk tidak berempati malah bisa menciptakan moster yang sesungguhnya yang disebabkan oleh mental yang tidak berkomitmen untuk melawan iblis pada diri kita berarti kita berkolusi dengan mereka melalui ketidakpedulian kita.  Menurut penulis Yunani Plutarch:

“ Apa yang kita capai di dalam diri kita akan mengubah kenyataan di luar”

Ini merupakan pernyataan yang luar biasa dan terjadi ribuan kali setiap hari di dalam kehidupan kami.  Ini mengekspresikan bahwa koneksi yang tak terhindarkan antara kita dengan dunia luar, kenyataan bahwa kita akan berinteraksi dengan kehidupan orang lain adalah sudah pasti.

Bagaimana dengan Anda? Kemungkinan untuk beriteraksi dengan kehidupan orang lain? Kecerdasan anda, kapasitas anda untuk bekerja keras, pendidikah yang anda dapatkan dan terima, memberikan anda status yang unik dan tanggung jawab yang unik pula.  Sebagai kalangan menengah anda menjadi bagian dari Negara besar.  Bagaimana anda melakukan voting dalam pemilu, cara anda hidup, cara anda memprotes keadaan, tekanan yang anda berikan kepada pemerintah anda, memiliki imbas diluar batas-batas anda.  Hal ini adalah keutamaan anda dan juga beban anda.

Jika anda gunakan status anda untuk memberikan kontribusi dengan berbicara mewakili mereka yang tidak bisa berbicara, jika anda memilih untuk mengidentifikasi diri anda tidak hanya kepada yang memiliki kekuatan tetapi juga dengan kepada yang tidak memiliki kekuatan, jika anda memiliki kemampuan untuk mengimaginasikan diri anda ke dalam kehidupan mereka yang tidak seberuntung anda, maka mereka yang lemah tidak hanya bangga menganggap anda menjadi keluarga yang merayakan keberadaan anda namun juga ribuan dan jutaan orang yang memiliki kenyataan yang anda Bantu untuk merubahnya.

Wallahua’lam bishshowaab

Semoga Bermanfaat

sumber : JK Rowling Harvard  University Commencement Speech

My Jihad My Way of Peace – Mengapa Kita Melakukan Apa Yang Kita Lakukan

Sebenarnya original tulisan ini diberi judul “Mengapa Kita Melakukan Apa yang Kita Lakukan” tetapi sepertinya Tony Robbins dalam pidatonya sempat menyinggung cerita dari audiencenya yang menulis buku berjudul,”My Jihad, My Way of Peace” sepertinya judul ini lebih menarik perhatian pembaca tulisan saya dibandingkan judul yang sebenarnya walaupun inti tulisan adalah sesuai dengan judul yang pertama My Jihad My Way of Peace – Mengapa Kita Melakukan Apa Yang Kita Lakukan.

Saya selalu merenung sebenarnya apa yang memotivasi kita melakukan sebuah perbuatan atau tindakan? Apa yang mendorong kita di dalam hidup kita  hari ini? Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan klise tentang kehidupan kita pada 10 (sepuluh) tahun yang lalu atau barangkali sebenarnya kita menjalani kebiasaan dan kehidupan yang sama? Karena Saya percaya ada sesuatu mungkin dalam bentuk sebuah kekuatan tak terlihat yang aktif dan mendorong apa yang terpenting dalam hidup ini.  Saya di sini karena Saya percaya bahwa emosi (kata hati) adalah kekuatan dalam kehidupan yang paling penting di dalam dunia ini.

Apakah Anda tahu bahwa sebagian besar dari kita memiliki pemikiran yang hebat ? Koreksi apabila Saya salah karena Saya tidak mengetahui kategori lain, kita dapat membuatnya menjadi nyata, Saya setuju tentang apa yang digambarkan beberapa saat yang lalu mengenai ide bahwa orang bekerja sesuai dengan keinginannya. Tapi kita tahu bahwa semua itu tidak benar, Anda tidak bekerja sesuai dengan keingingan setiap saat, karena ada emosi (baca: perasaan / hati) Anda di dalamnya, yang fungsinya berubah dari waktu ke waktu.  Sehingga adalah sangat indah bagi kita untuk berpikir secara cerdas mengenai bagaimana hidup di dunia ini dan bagi kita yang sangat cerdas kita senang sekali bermain dengan pikiran kita.  Namun yang Saya ingin tahu adalah apakah yang mendorong Anda.

Dan apa yang Saya inginkan adalah mungkin mengundang Anda untuk melakukan sesuatu diakhir cerita Saya, untuk mengeksplorasi dimana Anda hari ini karena dua alasan:

Pertama, karena Anda dapat memberikan kontribusi lebih.  Dan kedua: sehingga dengan harapan kita tidak hanya memahami orang lain lebih baik, akan tetapi barangkali akan lebih menghargai mereka, dan membangun hubungan yang dapat menghentikan beberapa tantangan yang kita hadapi di masyarakat hari ini.  Mereka hanya akan diperkuat oleh teknologi yang menghubungkan kita karena membuat kita saling beririsan.  Irisan ini tidak hanya membangun wawasan setiap orang memahami antar sesama dan setiap orang menghargai sesama.

Jadi Saya memiliki obsesi selama 30 tahun ini dan obsesi tersebut adalah apa yang membuat perbedaan pada kualitas hidup manusia? Apa yang membuat berbeda perbedaan dalam performa mereka? Karena hal tersebut yang membuat Saya mendapatkan pekerjaan.  Saya berpikir bahwa Saya harus memberikan hasil yang memuaskan sekarang.  Itu yang sudah Saya lakukan selama 30 tahun.  Saya mendapatkan telepon yaitu ketika seorang atlit gagal di siaran TV, dan mereka sebenarnya sudah unggul 5 pukulan dan mereka tidak bisa menyelesaikannya.  Dan Saya harus melakukan sesuatu sekarang untuk mendapatkan sebuah hasil atau tidak sama sekali.

Saya mendapatkan telepon ketika seorang anak mencoba bunuh diri dan Saya harus melakukan sesuatu sekarang.  Dan dalam 29 tahun Saya sangat bersyukur bahwa Saya tidak pernah gagal.  Ini tidak berarti Saya tidak akan gagal nantinya, akan tetapi Saya belum gagal, dan alasannya adalah pemahaman pada kebutuhan manusia yang Saya ingin bicarakan kepada Anda.

Jadi ketika Saya mendapatkan telepon mengenai performa atau hasil, hanya ini.  Bagaimana Anda dapat melakukan perubahan? Tetapi Saya juga melihat kira-kira apa yang membuat orang ini dapat memberikan kontribusinya, melakukan sesuatu di luar kemampuan diri mereka.  Jadi bisa jadi pertanyaan sesungguhnya sesuai yang Anda ketahui, Saya melihat pada sebuah kehidupan dan berkata ada dua hal utama yang menjadi pelajaran. Pertama adalah ada sebuah ilmu pengetahuan mengenai pencapaian yang apabila dilaksanakan dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa hingga mencapai puncaknya.  Itu bagaimana Anda mengambil sesuatu yang tidak terlihat menjadi terlihat, apakah Anda sepakat dengan Saya?  Bagaimana Anda bermimpi dan membuatnya menjadi kenyataan? Apakah itu bisnis Anda, kontribusi kepada masyarakat luas, uang, atau apapun itu adalah milik Anda,  tubuh Anda, keluarga Anda.

Namun pelajaran lain dari kehidupan yang jarang dikuasai adalah seni dalam memenuhi kebahagiaan atau kepuasan batin.  Karena ilmu pengetahuan adalah mudah (bagi sebagian orang),  Saya harap Anda sepakat dengan Saya? Kita tahu aturannya.  Anda tulis kodenya (baca: Standard Operating Procedure), Anda ikuti dan Anda mendapatkah hasilnya.  Ketika Anda tahu bagaimana cara bermain Anda hanya butuh meningkatkan peruntungan, bukan?

Namun ketika kita bicara mengenai kepuasan batin, ini adalah seni dan alasannya karena kepuasan adalah berkaitan dengan penghargaan dan kontribusi. Anda hanya dapat merasakan begitu banyak. Saya sudah punya sebuah laboratorium untuk mencoba menjawab pertanyaan 2 (dua) yang nyata yaitu

Apa yang berbeda pada diri seseorang jika Anda melihat mereka dimana semua yang mereka butuhkan Anda akan berikan semuanya?

Insya Allah Bersambung…

Keynote Speaker By Tony Robbins

Travelling ke Akherat -Alam Barzah & Kematian Bag. III

Assalammu’alaikum wr. wb.

Menceritakan travelling ke akherat memang panjang, karena memang travelling yang akan ditempuh juga tidaklah pendek, malah bisa dibilang membutuhkan waktu tak terhingga karena seperti sudah sering kita dengar bahwa 1 hari di akherat adalah setara dengan 1000 tahun di dunia, kalau rata-rata usia manusia Indonesia adalah 70 tahun maka kita hanya hidup 1,7 jam akherat kalau asumsi 1 hari akherat setara dengan 24 jam (baca: di dunia), rasanya seperti sedang beristirahat makan siang & tidur siang sebelum melanjutkan  sebuah perjalanan panjang nan melelahkan.

Kematian

الأمل = Angan-angan adalah merupakan  keinginan duniawi yang tidak pernah terputus-putus jauh kedepan. Manusia sering fokus pada keinginan ini.  tiba-tiba datanglah AJAL yang pasti memotong semua keinginan duniawi. Manusia melupakan kepastian datangnya ajal.  ajal bisa dalam jumlah banyak maksudnya peringatan situasi kondisi manusia yang HAMPIR mati (musibah), lalu datanglah ajal terakhir yaitu  kematian.

Apakah Sakarat Itu?

السَّكْرَةُ = الشدة =

kepedihan , kedahsyatan, kesengsaraan yang luar biasa.

السَّكَرات  =

kepedihan-kepedihan, kedahsyatan-kedahsyatan dalam merasakan kesakitan yang luar biasa.

Mari kita simak pada Surat Qoof: ayat 17-19:

ayat 17. (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

ayat 18. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.

ayat 19. Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.

Kemudian kita simak juga Surat Al-Hajj:

ayat 1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; Sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).

ayat 2. (ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu Lihat manusia dalam Keadaan mabuk, Padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.

Kata-kata SUKAAROO adalah sama dengan mabuk karena kesengsaraan yang luar biasa , menjadikan seperti orang mabuk, bukan karena mabuk, tetapi merasakan kerasnya , dahsyatnya siksaan.

Sampai-sampai Rasulullah Sallahu alaihi wasalam banyak berdoa:

  • “Ya Allah mudahkanlah sakratul maut bagi Muhammad”
  • “Ya Allah ringankanlah sakratul maut bagiku”
  • “Ya Allah sesungguhnya Engkau mencabut nyawa dari urat-urat , tulang hidung dan ujung ujung jari. Ya Allah tolonglah aku dalam kematian dan ringankalah untukku”.
  • Kisah yang diceritakan Nabi tentang kaum bani Israil pernyataan orang yang telah wafat.

Riwayat-riwayat Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam yang menunjukkan doa mengharapkan KEMUDAHAAN dan KERINGANAN dalam mengalami sakaratul maut, menunjukkan kedahsyatannya.

Gambaran Sakaratul Maut

“Sesungguhnya kematian, lebih menyakitkan daripada dipenggal dengan pedang-pedang dan dipotong dengan gergaji-gergaji dan dijepit dengan penjepit-penjepit”

Hamba (Allah) yang sholeh, merasakan kematian dan sakaratnya dan sesungguhnya sendi sendinya akan mengucapkan  selamat tinggal satu sama lain, seraya berkata, “sejahteralah atasmu (salam) sekarang saling berpisah hingga datang hari kiamat”.

Tiga Hal Yang Luar Biasa:

  • Dahsyatnya kepedihan pencabutan nyawa.
  • Menatap wajah malaikat pencabut nyawa. Menatap malaikat pencatat amal.
  • Menatap masa depan ( surga/ neraka).

Rasulullah sallahu alaihi wasalam ,“tidak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan kepadanya tempat di surga atau di neraka” ( Muslim ).

BERITA GEMBIRA BAGI ORANG BERIMAN, DIPERLIHATKAN SORGA DAN BERITA MENYEDIHKAN DAN MENEGANGKAN BAGI MEREKA YANG DIKEKALKAN DALAM API NERAKA

Masuk Surga dengan Akhir Katanya: “La Ilaha Illa Allah”

Dalam riwayat bahwa Aisyah mengatakan,”bahwa Nabi Muhammad sallahu alahi wasalam, ditangan beliau saw, ciduk kecil yang ada airnya lalu memasukkan tangan beliau ke dalam air itu, maka membasuhkan wajahnya seraya berkata’LA ILAHA ILLA ALLAH bahwa kematian memiliki sakaraat (kepedihan), lalu tangan beliau mengangkat tangannya ke atas dengan berkata “rofiiq ‘alaa” (tempat disisi Allah yang tinggi) sampai ajal tiba dan tangannyapun terjatuh. (HR BUKHORI)

Namun tobat akan tertolak saat sakaratul maut sesuai dengan yang termaktub di dalam QS An-Nisa ayat 18:

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.”

Taubat sebelum sakaratul maut:

Rasulullah bersabda,” sesunggunya Allah ta’ala menerima taubat seorang hamba selamanya belum ajal sampai tenggorokan”. ( at-tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah)

Apabila kita menyimak beberapa ayat Al-Quran yaitu QS Ghofir atau Al-Mukmin ayat 84-85 dan Yunus ayat 90:

Tertutuplah ampunan dan maghfiroh dari Allah setelah diperlihatkan adzab Allah.

Proses Kematian

Mari kita simak QS AL-Waqiah ayat 83 – 96:

ayat 83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

ayat 84. Padahal kamu ketika itu melihat,

ayat 85. Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. tetapi kamu tidak melihat,

ayat 86. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

ayat 87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

ayat 88. Adapun jika dia (orang yang mati) Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

ayat 89. Maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta jannah kenikmatan.

ayat 90. Dan Adapun jika dia Termasuk golongan kanan,

ayat 91. Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

ayat 92. Dan Adapun jika Dia Termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

ayat 93. Maka Dia mendapat hidangan air yang mendidih,

ayat 94. Dan dibakar di dalam Jahannam.

ayat 95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

ayat 96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.

Dari ayat-ayat di atas :

Melihat pertama (84) melihat kematian. Melihat ( ayat 85 ) yg kedua ; kita menyaksikan orang mau mati, tapi kita tidak melihat malaikat-malaikat pencabut nyawa.

Sakaratul Maut Bagi Orang Yang Dzolim, mari kita lihat QS AL-An’am ayat 93:

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: “Telah diwahyukan kepada saya”, Padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: “Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.” Alangkah dahsyatnya Sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang Para Malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): “Keluarkanlah nyawamu” di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya.

Dari ayat di atas Sakaraatul Maut bagi orang dzolim : siksaan langsung dengan pukulan  / cambukan ditambah lagi berita masa depan yang akan di masukkan ke neraka (dihinakan).

Perang Abadi Iblis Vs. Manusia

Menyimak QS Al-Aroof ayat 16 – 17:

ayat 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,

ayat 17. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Kemudian QS Al-Hijr ayat 39-40:

ayat 39. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

ayat 40. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

Kemudian Surat Ibrahim ayat 22:

22. Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Kemudian dilanjutkan di QS Al-Hasyr atay 16-17:

ayat 16. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia berkata kepada manusia: “Kafirlah kamu“, Maka tatkala manusia itu telah kafir, Maka ia berkata: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam”.

ayat 17. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa Sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah Balasan orang-orang yang zalim.

Serangan syetan dari segala penjuru  SELAMA hidup kita ; apalagi saat detik detik penentuan yaitu SAKAARTUL MAUT

Menggambarkan SEINDAH-INDAHnya bagi perbuatan yang tidak baik, dan memandang YANG JELEK bagi perbuatan yang baik. Apalagi saat sakaraatul maut ; sulit mengucapkan dzikir.

syetan HANYA membujuk & mengajak

lalu manusia mengikuti

Rasulullah sallahu alaihi wasalam mengajarkan Doa untuk memberikan proteksi dari serangan syetan saat datang kematian:

” Ya Allah aku mohon kepadaMu perlindungan dari kematian akibat terjatuh dari ketinggian, dan kematian karena sangat ketuaan, akibat tenggelam dan terbakar. Lindungilah diriku dari penguasaan syetan terhadap diriku (serangan) saat kematian (sakaaatul maut). Aku berlindung denganMu dari kematian akibat lari dari perang di jalanMu. Dan aku berlindung denganMu dari kematian akibat teracuni dengan sengatan binatang beracun.”

Prasangka Baik Kepada Allah Swt adalah Modal Utama Husnul Khotimah

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda, Allah swt berfirman “Aku tergantung prasangka hambaKu, Aku selalu bersamanya bila ia mengingat Aku. Bila ia ingatKu dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diriKu.

Husnul khotimah : penutupan yang baik , saat ajal datang kepada kita, dengan prasangka yang baik kepada Allah swt. Tidak boleh menggerutui keputusan Allah swt, apalagi saat sakit. Karena bila kita prasangka baik kepada Allah, tentu Allah akan baik kepada kita.

Rasulullah bersabda“bacakanlah kepada orang orangmu yang sedang sekarat “La ilaha illa Allah”….”sebab kata kata itu penghapus dosa” ( anNasai ) Saat sakaratul maut ; berjuang untuk mengatakan kalimat tauhid tidak mudah oleh karenanya kita mentalkin dengan Lailahaillaallah.. Agar mempermudah untuk diucapkan bagi yang menjelang kematian.  Kata kata yang menyembah Allah swt…yang dapat menghapuskan dosa… QS Al-Fajr ayat 27-30:

ayat 27. Hai jiwa yang tenang. ayat

28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. ayat

29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, ayat

30. Masuklah ke dalam syurga-Ku.

Saat sakaratul Maut ; sudah diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan, karena sudah diperlihatkan sorga. Dan Jiwa yang tenang maksudnya buah dari mengingat ALLAH, seperti surat ARA’D ayat 28. maka biasakanlah dzikir setiap saat agar mendapatkan ketenangan jiwa…. Ini modal utama husnul khotimah, dzikir selalu mengagungkan Allah selalu berprasangka baik…

  • Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda “ barangsiapa yang mengatakan “tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar” maka Allah menjawab “benar apa yang dikatakan hambaKu lalu berkata memang tiada tuhan yang patut disembah selain Aku dan Aku Maha Besar”.
  • Apabila dzikir “tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagiNya”. Allah berkata,” memang tiada tuhan selainKu dan Aku Esa, tiada sekutu bagiKu.
  • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  milikiNya kerajaan dan segala pujian” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan Aku memiliki segala kerajaan dan segala pujian.
  • Apabila berdzikir “tiada tuhan selain Allah,  tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariNya” Allah menjawab,” memang tiada tuhan selain Aku dan tiada kekuatan dan daya apapun kecuali dariKu. Barangsiapa yang mengatakan (berdzikir) ini pada saat sakitnya lalu tiba ajalnya tidak akan temakan neraka.
  • Doa istighfar tertinggi : Allaahumma anta  Robbii  laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa ana ’abduka wa ana ’alaa  ’ahdika wa wa’dika mas ta tho’tu a’udzu bika min syarri ma shona’tu   abu u laka bini’matika  ’alayya, abuu  -u bidzambii  faghfirlii innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta Ya Allah Engkaulah Tuhanku tiada tuhan yang ku sembah selainMu yang telah menciptakan diriku. Diriku ini hambaMu, aku sudah mengikatkan diri dalam perjanjian Mu untuk taat semampu diriku. Aku berlindung denganMu dari keburukan yang telah kuperbuat kuakui limpahan nikmatMu terhadap diriku yang tak pernah terhenti, dan aku akui dosa-dosaku maka ampunilah diriku, tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosaku selain Engkau

Hadist Rasulullah sallahu alaihi wasalam “Barangsiapa yang membaca “sayid istighfar” pagi hari penuh dengan keyakinan, lalu wafat, maka ia termasuk penghuni sorga. Barangsiapa yang membacanya sore hari penuh dengan keyakinan lalu wafat maka ia termasuk penghuni sorga.” HR Ahmad, Attirmidzi, Abu Daud, Annasai

Menyimak QS Fushilat ayat 30 -33:

  • ayat 30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
  • ayat 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.
  • ayat 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
  • ayat 33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Intisari Kajian

  1. Hai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.  Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, Masuklah ke dalam surga-Ku.
  2. “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa bersedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.
  3. Selalu berdzikir
  4. Berpikiran positif
  5. Wafat saat beramal sholeh seperti sabda Rasulullah Saw. di bawah ini:

Rasulullah sallahu alaihi wasalam bersabda ” barangsiapa yang mengatakan tiada tuhan yang disembah selain Allah, mencari keridhoaan Allah dan tiba ajalnya, maka ia masuk sorga. Barangsiapa yang puasa satu hari dengan mengharap ridho Allah lalu ia wafat, maka masuk sorga. Barangsiapa yang bersedekah dengan satu sedekah mencari ridho Allah lalu wafat maka ia masuk sorga”.

Wallahua’lam bishowaab

Insya Allah Bersambung…

Ditulis kembali dari presentasi uztad Arifin Jayadiningrat

Life as I Know it (Aspiration, Pray, Work, and Love)

Assalammu’alaikum wr. wb.

End of this month I am gonna celebrate my 3,5 decades of life & the journey of living. It’s been historical (to me), about which unfortunately I didn’t write  so much in the past (and perhaps just a glimpse today),  so my recollection of the past event remained hidden in the treasury of my life.  I really believe that I &  my generation are facing a very challenging time today,  so much going on that you can hardly name,  yeah you know what I’m talking about, but even worse that  every now and then money (and the derivation of it) is growing to become a much  higher stake  in life (Some said, “money is not everything in life but you need money to live — what an irony!) and I wish I could get away from it.  People everywhere are feeling the pinch of the situation to a degree I have never seen before. Happiness is a rare word, Idealism is far too complex to understand.  But in fact these 2 (two) concepts can be built upon true aspirations.  But somehow  we can and will  work our ways up to close in the gap between the reality and the true aspirations.  And for that, I am thankful and  the next best thing there is for me  is to moving forward, and  realizing that  my family is the (not  the ’only’) reason I could think of that I’m here.

birthday-wishes-from-mickey-mouseHowever, it’s always a different story of the new ‘G’,  speaking of which when I talk about my child, she is so bright and smooth especially on exploring a new world of living, well…starting with my gadgets, with which she can play a music (I meant music instrument), video, games, and make a quick call to me, though her writing is  still limited. She developed 3 (three) languages (not counting my mother tongue) and I was so pleased that her aspirations were musics, arts, and  books.  For me personally, books are like my best friend, cause thru it I can have insights, without any coercion, or any indoctrination  I was also  so glad that my only child already entered her 1st year of the elementary school,  which  means her golden years of early development is coming to a more mature phase.  I can’t wait to see her embracing the future, and I will be on her side making sure that she can deal with new things.

Honestly, for me career in the office is important but  is not so important as my family, seeing  my child  growing up with her full potential and watching her development makes my life rich. Seeing other children also touch my heart deeply, perhaps in the future I would involve more on child development and education cause I think this is the field that will decide the future of a generation.  Witnessing my child’s life has become the reflection on my life, and I wish I could be this way when I was a child.  But like I said, it’s all about moving forward that really matters, looking my life back was just a mere mirror reflection & learning to improve my life through the life of my child is also the other reason I’m here.

Work is everything that you do for life, but it’s not the only thing.  I believe my work should benefit to the world no matter how small it is, it is not about life recognition, it is not about pride of life, but it is about what I have done for my own life.  The good things about routines are teaching me about discipline and habit of persistence, but it can only go so far,  also  when I was caught with routines, it was quite hard to look work in different perspective, it was like I had to do it for not so obvious reasons. As a person, I want to look back and be proud of what I have done. From there,  I created the culture of my own, a good fundamental to move on and not being trapped by the cycle of life, if you know what I mean.

Allah Swt. comes to me thru His creation and His Words of prayer, and when I saw God in action I felt amazed, an indescribable feeling, even going beyond my comprehension. I thought I had to elaborate those actions so I can understand better and I could spend each and every moment of my life just to comprehend them more.  However, I’m still puzzled sometimes  (perhaps in a democratic way)  that for some people of having difficulty to understand the simple idea of His existence. Aside from that the God is like an abstract idea, lots of other gods manifest themselves, for instance the  god of  materialism (you can name like work ‘in some respect’, money ‘an easy scapegoat’,  and human lust ’in many forms’) and  logical thinking, they  have presented a greater challenge to the idea of God (to make the matter more complex when religions have become sources of conflicts among us).  These gods have reached a whole new sophistication, even I have avoided talking in regards, when everybody else doesn’t give a damn to it.

In addition, I believe a good marriage is built upon a good communication with my spouse. Trying to share on ideas, story oflove12 other success, concern, sometimes frustration,  or merely just be a good listener are the things that we communicate each and everyday. I’m thankful that I have a luxury of time being together, unlike others whom I saw are  separated either by their works or duties they can’t avoid not to. Some say what important in marriage intimacy  is a quality time, but I think a quality without a quantity is nonsense. I believe that my partner is helping me to understand the world better, it’s like sailing onto one’s ship, without understanding one another it’s highly unlikely that we can survive the storm and the ship could sink anytime.  For me it is still long journey to come, anything can happen, but I learn each and everyday that it is us who decide our destiny not the external condition that we are all experiencing.  It needs a good character, a really good one, a character built on trust and integrity that help us overcome problems we face our whole lives.

The universe of my spouse is to see others being happy.  She always try to find a way to make other people surrounding her change for the better and I always encourage her to write her aspirations no matter how little it is.  It is really not an easy task doing service improving other people quality of lives.  But in the business of services, I guess helping people around us  is part of the  job description.

Speaking of a material world, not everyone care on the idea of helping others,  but for me nowadays I learn to see whenever people are sincere  enough, especially by  the looking of their eyes, as if I dived deeply into the center of their hearts (since eyes are the windows of the heart), so I can distinguish between a meaningful eyes and empty one, perhaps the empty one is the only way to know whether people like or dislike, agree or disagree, care or not with you,  no more and no less –it’s that simple.  Sometimes, I did not believe on my ability to see through people’s hearts, but from time to time I embrace this development  through my life.  Perhaps the reason for this, is that I always try to remind myself for the good and positive things, the more positive I am the more I can see negativity around others, it is not a magic, it’s just a reflection of something you adore so much.

Life conflict is something I try to circumvent from others, when I sense it I know that I have to retreat or if not possible, try to go around with what I call it ‘a zero sum game’, so the fire will never go out of hand easily.  Even worse, sometimes I was between conflicts of two different sides. What I did is to agree on whatever they were trying to do, but what was different is how I handle on doing the job, making sure that this conflict didn’t go anywhere but to themselves.  Well, I believe being a good leader must have a sense of a conflict within his/her people, and work around to try resolving subtle matters. It is fascinating to learn what people really care and agree on anything in this ordinary life.

My life story are still going on, and I hope that my aspirations grow up next year so I can still talk about my life, and the story book of my life surely will not come to an end, until then…

Happy Birthday…birthday_candles

Reaching Out Life

Assalammu’alaikum Wr. Wb. (Peace be upon Thou all)

This present day, I guess I have arrived @ a time in my life, a rosier (or even bleak in opposite, I hope not)  time I’ve never even thought that I could be part of, before.  I’ve been becoming a member of my family for quite sometimes, a small family I would say, and even though it has been my own for quite sometimes, more than 6 years from my weeding ceremony, it was like yesterday. Would “yesterday” be good or bad thing, I’d rather keep it personal.

I was beginning to realize that on every wedding of my member of so called “my big family” I attended, always thinking that every moment in my life, I felt the life path on ward isn’t going always to be easy.  Every time I walk thru that path, it seems that I was feeling unfamiliar to it, it’s like I had never been there before. It’s like I’m lost thru that path of time, a precious one I’d rather say.

I’ve heard one guru mentioned there was a big different between “winners” and “losers”.  Losers are likely to complain on bad things happened surrounding their lives, but the opposites are also true, these people are striving to make their goals to be fulfilled, the most desired one in their lives.  There is no short cut or special prescription on life, it is only what we have chosen to do or not do.

I was definitely aware that the past would never return to us in any way, but sometimes I forgot (overwhelmed by it) that the future is awaiting. I believe that I, with all my insight’s limitation, can do much better, to achieve something in my life, something about happiness, and I believe on doing it

I also heard that the biggest defeat in my life is whenever I put aside the most precious asset  I only have.  The precious asset would be The Qur’an,  the holy book I should always refer to, The only one I always rely on as the book of prayer & the source of ultimate knowledge.

I saw the great people from the past, I witnessed  good people in the present, but I hope I’ll be one of them  someday.

My biggest enemy, perhaps, would be myself, cause  every time I would rather do or not do is because I wanted to, not because what others had to say about it.  May be, I was not strong enough to realize that life is all about what I chose doing or not doing.  I was too afraid of the consequences, afraid that people I love will leave me, and never got a chance to apologize of what I’ve done wrong.

Perhaps, I’m too weak or too dull to understand what the good things I’m supposed to do or follow, or even worse, too ungrateful for others done to me.  I don’t have a very good recollection but I think I may just try my best of my ability to be thankful to the God since He, the only one, has given me so much in this life.  If I was given more chances (or being smarter on realizing them) perhaps I would ‘ve done more and be thankful even more.

I ponder I should make more efforts on my daily prayer so I can be more thoughtful of my life. sholat

I predict my path to happiness is not even close to simple, it’s full with bad enticement, covered by obstacles, and more importantly fooled by self laziness. To be honest, it’s not what I paid to myself that makes me happy but what we have given up to others, so than others are happy, eventually it will make me happy.

Well, I imagine that I am in process of learning and listening to others what they got to say about reaching a goal in life.  In short, I still got time and it’s better to use it wisely cause it’ll certainly will run out.

So cheers, and enjoy my life I guess…

wallahua’lam bishowab

A Short Story About Little Happiness

Assalammu’alaikum Wr. Wb.

“My major hobby is teasing people who take themselves & the quality of their knowledge too seriously & those who don’t have the courage to sometimes say: I don’t know.…” (You may not be able to change the world but can at least get some entertainment & make a living out of the epistemic arrogance of the human race).– quoted by Nassim Nicholas Taleb

Saya sedikit tergelitik salah satu cerita pendek pada hasil karya tulisan Nassim Nicholas Thaleb yang menceritakan mengenai seseorang pengacara yang bernama Mac yang telah sukses sebagai lulusan universitas terbaik di Amerika Serikat (Yale & Harvard) dan tinggal di kawasan elit di upper Manhattan (New York)  namun harus bercerai dengan istri pertamanya yang bernama Janet, karena Janet tidak merasa bahagia dan kurang perhatian dari suamiya.

Padahal dibandingkan dengan teman-temannya terutama dari bangku SMA, Mac termasuk dalam kategori 99,5% tersukses dari sisi karir dan material, kemudian dibandingkan dengan teman-teman kuliahnya  mungkin Ia masuk golongan di atas 60% dalam hal kesuksesan. Dan tentunya Mac termasuk golongan tersukses apabila dibandingkan koleganya sebagai seorang warga negara Amerika Serikat.

Namun prestasi karir seperti ini  menjadi biasa saja ketika Mac & Janet pindah ke kawasan elit di Upper Manhattan.  Lokasi tempat tinggal ini memang  tidak jauh dari tempat kerjanya si Mac, dan  Mac sangat terbantu karena lokasi yang strategis.

Barangkali istrinya (menurut penulis) tidak melihat kesuksesan dari sisi kesuksesan yang telah dicapai tetapi melihat kesuksesan Mac relatif pada lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Upper Manhattan.  Orang-orang yang tinggal di lokasi itu termasuk sukses dan tidak ada satu pun orang-orang yang tinggal di daerah itu dikenal sebagai pecundang.

Performa Mac tentunya menjadi biasa-biasa aja dan istrinya meninggalkannya, bahkan kemudian Janet menikah dengan orang lain yang memiliki profesi yang sama seperti Mac namun nampaknya Janet merasa lebih bahagia.

randomness1Menurut Penulis (baca: Nassim Nicholas Taleb) si  istri tidak dapat membedakan antara kemungkintan-kemungkinan (probabilitas) dan keacakan (randomness) dalam kehidupan, sehingga si istri terperangkap dalam keacakan dalam kehidupannya.  Kalau saja  dia bisa memahami adanya kemungkinan-kemungkinan  yang telah dicapai oleh Mac, sebagai contohya apabila si Mac tinggal di wilayah lain yang tidak se-glamour Upper Manhattan barangkali keluarga Mac dan Janet terlihat paling berhasil dan Janet akan menghargai kesuksesan suaminya itu.

Namun siapa tahu di balik semua itu barangkali memang sebenarnya manusia mudah terperangkap dengan “fakta nyata”yang dihadapkan padanya, serta tidak dapat dengan mudah melihat sesuatu yang abstrak di luar fakta yang ada. Bagaimana dengan Anda, apakah Anda akan mengambil sikap yang sama seperti Janet?

Wallahu’alam bi showab

Can Happiness Bring Money, Then?

happiness_in_islam_part_1_of_3_-_concepts_of_happiness_001Assalammu’alaikum Wr. Wb. (Was: Lanjutan tulisan Does Money Bring Happiness?

Kebahagiaan tidak datang melalui resep dokter walaupun ada sebagian orang yang mengkonsumsi obat2an anti depressants terutama yang mengalami sakit mental, namun obat-obat tersebut tidak akan membantu memberikan kebahagiaan

Salah satu jalan menuju kebahagiaan adalah melalui yang disebut “flow” yaitu melalui kegiatan yang menyenangkan menurut psykolog Mihaly Csikzentmihalyi seperti yang ditemukan pada seorang atlit, pemusik, penulis, pemain game, dan pelaku keagamaan, mereka semuanya dapat merasakan persaan tersebut.  Kebahagiaan datang terasa lebih sedikit pada apa yang anda lakukan dibandingkan bagaimana anda melakukannya.

Sonja Lyubormisky peneliti dari universitas california menyarankan kita untuk membuat sebuah daftar berisisi segala sesuatu yang membuat anda bahagia di dalam hidup kita, seperti melakukan perbuatan baik kepada orang lain, memaafkan orang-orang yang  anda anggap musuh atau yang berperilaku buruk, menghargai kesengan-kesenangan kecil dalam hidup, memperhatikan kesehatan anda, berlatih untuk selalu dapat berpikiran positif, dan memanfaatkan waktu dan tenaga lebih untuk hubungan persahabatan serta hubungan  bersama  keluarga.  Menurutnya, biasanya orang yang paling bahagia adalah orang yang memiliki persahabatan yang kuat

Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang berterima kasih, optimis, dan pemaaf mendapatkan pengalaman lebih baik dengan kehidupannya, lebih bahagia, tidak mudah terkena serangan stroke, dan mendapatkan income lebih tinggi! Dan apabila orang tersebut membuat dunia menjadi lebih baik, maka hal itu adalah bonus dari kehidupannya.

Diener juga mengatakan berdasarkan data yang dikoleksinya, dia mengevaluasi kebahagiaan pada orang-orang yang menjadi obyek penelitiannya, biasanya memiliki sistem immune (baca: pertahanan tubuh) terhadap penyakit lebih baik, menjadi warga yang baik pada pekerjaannya, mendapatkan income lebih baik, kondisi perkawinan yang lebih baik, lebih sosial, dan lebih tabah dalam menghadapi berbagai macam kesulitan hidup.

Sebaliknya, ketidakbahagiaan menurut Easterbrook dari Brooking Insititute adalah merupakan kondisi default (baca: kondisi given dalam kehidupan) karena sebenarnya untuk tidak bahagia seseorang tidak dibutuhkan untuk melakukan apapun dibandingkan dengan orang yang ingin bahagia.

Jika kita ingin menemukan hal-hal yang kita keluhkan, dengan mudah kita akan menemukannya.  Dibutuhkan usaha keras untuk mendapatkan kebahagiaan di dalam kehidupan, sayangnya kebanyakan orang tidak melakukannya.  Seseorang lebih suka melalui kehidupan yang tidak sulit karena sebenarnya lebih mudah menjadi tidak bahagia dibandingkan dengan menjadi bahagia.

Insya Allah bersambung…