Koprol.com Microblogging / Social Networking Made In Indonesia – Sudah Saatnya?

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sudah saatnya Indonesia memiliki social network sendiri yang kontennya adalah konten lokal.  Penulis melihat koprol mirip-mirip dengan twitter yang juga melakukan update dengan jumlah karakter 140 dan tampilan yang sederhana.  Memang ada perbedaan yaitu dia menerapkan yang disebut dengan location based social network sama seperti brightkite dengan penambahan komentar mengenai lokasi yang kita kunjungi dan lokasi tersebut ada di Indonesia karena memang konten dan konteksnya adalah lokal.

Versi koprol masih beta dan anggotanya masih berdasarkan invitation, cukup banyak sudah anggota koprol di jakarta saja penulis lihat sekitar 4800-an member yang terlihat.  Social network yang seperti ini memang lebih dinamis, dan sepertinya bisnis social network di Indonesia sudah visible.  Memang penulis masih melihat ke depan koprol kemungkinan akan mengambil pendapatan dari iklan-iklan di merchant yang mungkin tidak memiliki banyak budget untuk beriklan atau pilihan untuk beriklan online belum visible, karena sering kali hasilnya tidak dapat diukur.

Menurut Chris Anderson dalam bukunya the long tail :

Theory Long Tail pada budaya dan ekonomi makin memungkinkan ’shifting’ yang sifatnya menjauhi fokus terhadap produk-produk dan pasar utama yang sering disebut dengan ‘blockbuster’ yang bertindak sebagai kepada demand  curve pada kurva demand, menuju sejumlah besar produk-produk niche pada ‘tail’ kurva demand.  Hal ini dimungkinkan karena biaya produksi dan distribusi mengalami penurunan, terutama internet, sehingga kebutuhan untuk promosi one fit all dalam satu wadah makin berkurang. Pada era dimana keterbatasan fisik seperti ketersediaan tempat dan rintangan lainnya pada sistem distribusi, produk-produk atau jasa yang ditargetkan pada konsumen tertentu secara ekonomis sudah menarik sama seperti produk dan jasa utama.

Bisa jadi bisnis menengah dan kecil yang tidak mungkin bisa beriklan, sekarang melalui social network dimungkinkan untuk beriklan dan promosi yang ditujukan kepada nasabah atau calon nasabah tertentu spesifik (seperti di facebook banyak invitation menjadi anggota group)atau yang kebetulan lokasinya  sedang berada di lokasi dekat merchant-merchant tersebut (koprol).  Produk-produk atau jasa yang disebut chris anderson ditargetkan kepada pelanggan tertentu sudah menarik dan masuk akal untuk ditawarkan.

Penulis berpendapat niche market yang tidak memiliki budget untuk promosi bisa menggunakan media social network lokal untuk melakukan kegiatan promosinya.  Tentunya hal ini juga ada persaingannya terutama akan datang dari provider cellular yang juga menawarkan promosi serupa ketika kita berada di mall atau temat tertentu melalui mobile solution seperti messaging (baca: sms) berbasiskan BTS atau GPS, walaupun berbicara persaingan akan menjadi topik lain pembicaraan.

Yang menarik adalah kita akan (mudah-mudahan kalau social network degan konten atau konteks lokal bisa bertahan) melihat bagaimana social network seperti koprol dapat melakukan kapitalisasi pada pasar yang sudah cukup jenuh ini melalui ide-ide baru yang dimungkinkan karena keberadaan internet dan diperkuat dengan akses koneksi broadband di tanah air ini yang makin meluas.

Teknologi yang dimiliki oleh koprol juga cukup canggih yang memungkinkan hal-hal tersebut di atas bakal bisa terjadi. Sesuai dengan pembicaraan podcast dari para  pendiri koprol.

Sumber: koprol.com & berbagai blog lainnya.

Wallahua’lam bishowaab

Micro Blogging Vs. E-mail Korporasi? Media Social Networking akan menggantikan E-mail?

twitter1

Assalammu’alaikum wr. wb.

CEO Socialcast mengatakan ini:

Email akan menemukan ajalnya.  Jika perusahaan Anda masih mengandalkan pada email untuk berkomunikasi dan berkolaborasi, perusahaan Anda telah menemui ajalnya di fase baru sebuah ekonomi. Barangkali dia berkata seperti ini karena dia adalah CEO Socialcast namun perkataannya tersebut lebih baik kebenarannya daripada salahnya.

Lalu apa yang membuat Microblogging bisa menggantikan Email? Ini disebabkan oleh interaksi di dalam komunikasi dapat terjadi secara langsung (tanpa penundaan waktu) pada media aplikasi yang Anda gunakan!

Menurut CEO Google Eric Schmidt situs seperti twitter seperti “poor man’s email system” kerena menurutnya micro blogging memiliki aspek-aspek sistem email namun tidak selengkap sistem email.  Mungkin malah sistem email di masa depan memiliki fitur-fitur yang dimiliki micro blogging.  Begitu juga Dia berkata karena sekilas dia tidak dapat menangkap ide dibelakang twitter, namun Dia juga memiliki wawasan tersendiri dan barangkali Dia sedang mempersiapkan sesuatu.

Saya sendiri belum banyak  menggunakan fitur-fitur microblogging (untuk menggantikan email) seperti yang ditawarkan oleh yammer, socialcast, Present.ly, atau Social Text Signals, walaupun sudah mulai mendaftar.  Beberapa teman-teman internet saya sudah mulai menggunakannya dan mulai sedikit demi sedikit menggantikan fungsi email tradisional berlisensi.  Sayangnya belum banyak teman-teman kantor yang memahami hal ini, mungkin kerena trend FB & BB yang masih berlangsung…:), bahkan nama organisasi saya saja belum terdaftar di twitter, sekarang ini kalau saya ingin mengetahui update (RSS feed) mengenai perusahaan tertentu saya sudah mulai menggunakan twitter terutama yang berkaitan dengan produk-produk yang saya pakai (baik pribadi maupun yang ada di kantor) dan yang akan saya pakai atau beli di waktu yang akan datang.

microblogging-marginalizes-email2

Vendor-vendor besar seperti Microsoft (baca: MS Exchange) dan Lotus (baca: Lotus Notes) akan berusaha keras meningkatkan fitur-fitur yang ada pada email mereka sesuai dengan permintaan dari user-user korporasi besar mereka, yang artinya fitur semakin kompleks, harga software akan meningkat serta keuntungan vendorvendor baru untuk dapat menawarkan produk dengan harga yang jauh lebih terjangkau yang sering disebut sebagai innovator dilemma. Terminologi ini diciptakan oleh Clayton Cristensen sedangkan di wikipedia disebut dengan destructive technology.   Beberapa fitur yang bisa kita dapat dari Micro blogging yaitu serperti: public notes, @replies, DMs (baca: Direct Messages), Groups, Private Groups, File Attachments, Favorite (Bookmarking), Tagging, Conversation Threading, Unlimited character length (contoh: lebih dari 140 karakter),  Search, dan Instalasi di belakang Firewall.

Kelemahan yang paling kentara adalah ketika  kita memiliki folder di email kita, sangat mirip dengan Google tagging, sepertinyainnovators-dilemma-disruption-graph merupakan fitur yang akan harus dikembangkan di masa yang akan datang. Lalu apa yang membuat Microblogging bisa menggantikan Email? Ini disebabkan oleh interaksi di dalam komunikasi dapat terjadi secara langsung (tanpa penundaan waktu) pada media aplikasi yang Anda gunakan! Dan kita bisa gunakan aplikasi ini bersamaan dengan email, dan di masa depan kemudahan pemakaian juga akan membuat aplikasi Microblogging menjadi lebih menarik.  Walaupun email memiliki fitur seperti notifikasi dan eksternal komunikasi, dan generasi yang lebih tua akan masih menyukai aplikasi email serta aplikasi Microblogging masih tergolong muda.  Namun demikian Innovator’s Dilema akan bermain di waktu yang tidak lama, mari kita lihat trennya?  Bagaimana menurut pendapat Anda?

Wallahub’alam bisshowaab


Twitter vs. Facebook, Kecepatan melawan Keakraban? Generasi Muda melawan Gererasi Tua?

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sudah sangat terlihat (terutama bagi user seperti saya) twitter sangat superior dalam hal status update/live coverage/micro blogging atau kata kuncinya berinteraksi di dalam jaringan dibandingkan dengan facebook. Namun sepertinya facebook masih sangat populer di antara masyarakat di republik ini mungkin karena masyarakat kita lebih ingin ketemu dengan teman-teman lama atau keluarga, lalu berbagi melalui update, image, video, catatan dan lain-lain serta tidak membutuhkan kecepatan online yang segera dalam merespon jaringannya.

Kelebihan ini yang tidak banyak dimiliki twitter, bahkan FB sudah mulai menggantikan instant messaging dan email seperti yahoo mesengger, AIM, youtube, gmail, flickr dan menjadi alternatif one stop aplikasi. Di lain pihak keuntungan twitter belum terlihat jelas pada awalnya, yaitu updates dengan 140 karakter atau kurang, dan memang bukan media untuk menaruh foto atau upload foto, atau catatan, dan video serta disimpan dalam waktu lebih lama.

Twitter merupakan aplikasi (platform terbuka) yang berperan seolah-olah kombinasi antara instant messaging, email, dan blogging, dan sangat cocok bagi pengguna yang lebih teknikal seperti blogger, online marketing, evangelist, atau terutama bagi orang-orang yang ingin mempromosikan sesuatu atau bertanya tentang sesuatu, media ini menjadi lebih bernilai.

Sebagai contoh apabila kita menghadiri pesta pernikahan seperti yang terjadi pada saya hari ini, ketika pada pesta tersebut kita banyak mengenal teman dan keluarga yang hadir, kita merasa sangat nyaman berbicara dengan teman lama atau keluarga yang jarang ketemu, mengambil gambar atau video bersama teman-teman atau keluarga.  Suasana yang rileks, pusat perhatian tertuju pada kita dan teman-teman atau keluarga yang ada di ruangan serta hubungan akrab menjadi ciri-ciri Facebook!

Namun ketika kita menghadiri sebuah pesta perkawinan dimana kita tidak banyak mengenal orang-orang yang hadir, kita akan menggunakan media komunikasi yang jauh berbeda dan ketika kita ingin mengenal orang-orang di sekitar dan stand out of the crowd, membuat diri kita dikenal, twitter dapat menjadi media semacam podium bagi orang-orang yang ingin dikenal, menjadi spotlight, tentunya tidak semua orang merasa nyaman dengan kondisi seperti itu.

Namun kedua-duanya adalah media untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, apakah mereka akan bersaing dan salah satu akan menjadi seperti google di masa depan? Apakah media untuk bersosialisasi seperti ini akan tetap bertahan di masa depan?

Bagaimana menurut pendapat Anda?

Please visit twitter.com and follow @ghifi

wallahua’lam bi showaab

Apa Itu Twitter? Flutter? Twitter atau Flutter?:)

twitter2Assalammu’alaikum wr wb

Media Social Networking sudah menjadi santapan sehari-hari, semua orang Indonesia yang online sudah sangat kenal dengan Facebook, dan salah satu aktivitas paling populer di facebook adalah update status.  Sepertinya kegiatan seperti di FB sudah digantikan oleh social networking yang lain, twitter.  Ide twitter adalah datang dari micro blogging, dimana tweeps (baca: update) bisa menuliskan update maksimum 140 karakter mirip seperti SMS. Tujuannya hampir sama seperti update status, ada juga info penting, info live, website lainnya seperti lagu, buku, stock market, blog, bahkan di sini kita bisa sebagai followers (baca: following) idola bintang kita seperti Barack Obama, Oprah, Ashton Kutcher, dan bintang-bintang lainnya.

Yang menarik adalah keberadaan bintang-bintang ini seperti Oprah @oprah yang baru saja memulai twitter, dia bisa secara personal mengupdate aktivitasnya dan seolah-olah ada di dekat kita karena kita bisa saling tweeps (update), tentu saja kalo kita undang dia ke pesta perkawinan keluarga kita, barangkali kemungkinan Oprah mau hadir cuma 0,0001%:-).

Anda penggemar Barack Obama, pasti bisa mengikuti update mengenai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Obama dan pertanyaan-pertanyaan mengenai kebijakannya juga bisa diikuti melalui twitter @obama

Berbeda dengan Twitter, Flutter dikenal sebagai nano blogging. flutter Maksimum karakter adalah hanya 26 karakter.  Mungkin bedanya dalam menuliskan flaps (baca: update) tidak menggunakan huruf vokal (walaupun sebenarnya bisa) karena akan banyaknya singkatan dan hashtag.

Selain dari karakter tweeps atau flaps bisa menuliskan tag menggunakan format #tag (baca: hashtag) untuk memudahkan update, seperti sebuah bahasa #tag juga memiliki definisi yang bisa di cek di kamus #tag

Tapi pada intinya micro blogging atau nano blogging adalah cara baru bagi orang untuk berkomunikasi melalui media seperti mobile phone, notebook, atau apapun dimana kita bisa online, barangkali nanti kacamata pun bisa melihat update yang dilakukan teman-teman kita di flutter/twitter.

Pada intinya media ini membawa jarak menjadi sangat dekat, sisi positifnya silaturahmi bisa terjalin lebih akrab melalui media virtual, tapi sisi buruknya para pemakainya bisa ketagihan, apalagi koneksi broadband internet sudah mulai sangat murah.  Mari kita lihat apakah Twitter atau Flutter ini bisa diterima di hati orang Indonesia, saya sendiri sudah, bagaimana dengan Anda?

wallahhu’alam bi showab